It'S Me

It'S Me
Episode 115



"Kenapa kau mencintaiku?" Tanya Gu Ana.


"Entahlah, aku juga tak tahu." Kata raja Bao Ling mengusap kepala Gu Ana dengan lembut. "Istirahat lah, aku tak ingin kau sakit." tambah raja Bao Ling, mengecup puncak kepala Gu Ana.


...


Gu Ana yang terus di peluk raja Bao Ling, akhirnya tertidur di dalam pelukan raja Bao Ling. Setelah Gu Ana tertidur, raja Bao Ling sedikit melonggarkan pelukannya, dan memperhatikan Gu Ana yang sedang tertidur. Timbul senyum merekah dari bibir raja Bao Ling, tampa sengaja melihat lengan hanfu Gu Ana yang sedikit sobek, dan ternyata di sana ada sedikit luka akibat panah, saat mereka melarikan diri. Raja Bao Ling segera terbangun, dan memeriksa luka, yang telah di balut tersebut. setelah memeriksa luka Gu Ana, raja Bao Ling segera keluar dari Gua, dengan membawa pedangnya, yang tersender di dinding Gu, di samping kayu bakar, tak lupa mengambil hanfu luarnya. Raja Bao Ling segera mencari kayu dan ranting, serta mencari beberapa hewan buruan, sembari menghafal dan mencari jalan keluar untuknya dan Gu Ana.


Setelah menjelang siang, raja Bao Ling segera kembali, ke Gua. Dengan membawa kayu bakar, yang sejak tadi di letakkaan di samping sungai air terjun, beberapa kelinci hutan, ayam hutan, dan buah buahan. Raja Bao Ling, segera masuk kembali ke Gua, dan mendapati Gu Ana baru saja bangun dari tidurnya.


"Kau sudah bangun? Bisa kau masak salah satu dari mereka?" tanya raja Bao Ling, sembari menunjuk beberapa ekor kelinci hutan, dan ayam hutan. "Aku harus membersihkan diriku di luar." sambung raja Bao Ling.


Gu Ana melotot melihat tiga ekor kelinci hutan, dua ekor ayam hutan, dan beberapa buah kelinci. Terlebih lagi kayu bakar mereka bertambah.


"Kau keluar? Bagaiman lukamu?" tanya Gu Ana sambil melihat sekujur tubuh raja Bao, yang tampak kotor.


"Aku merobek hanfu luarku sebagai tali untuk mengikat mereka." Kata raja Bao menghindari pertanyaan dari Gu Ana.


"Jangan mengalihkan pembicaraan, aku bertanya mengenai lukamu, bukan mereka." Tunjuk Gu Ana dengan kesal ke arah kelinci dan ayam hutan, yang telah terikat kain. "Aku tidak buta, aku dapat melihat kain di kaki merek." Lanjut Gu Ana dengan kesal, karna merasa di alihkan.


"Semua baik baik saja." Akhirnya raja Bao Ling mengalah. "Cepatlah aku sudah lapar, masak mereka, aku ingin membersihkan diri dulu. Kata raja Bao Ling keluar dari Gua menuju menju sungai untuk membersihkan diri, Kemudian Gu Ana, segera ikut keluar dari Gua, dan menyembelih kelinci di samping sungai, lalu membuka menguliti kelinci tersebut. Dalam hal ini Gu Ana adalah ahlinya, karna saat masih menjadi Ariana, Gu Ana terkadang harus latihan di hutan selama berminggu minggu, dan harus berburu, untuk bertahan hidup, kemudian harus mengenali tumbuhan beracun atau pun yang tidak beracun. Maka dari itu menyembelih dan menguliti kulitmu kelinci adalah hal mudah bagi Gu Ana.


Setelah selesai menguliti dan membersihkan kelinci tersebut, Gu Ana segera mengambil kelinci dan kulit kelinci tersebut, tak lupa menyirami darah yang tertinggal di rumput, agar tak ada yang tahu keberadaan mereka, terlebih itu musuh, maka nyawa mereka akan segera melayang. Gu Ana juga mengambil daun bersih untuk Meletakkan makanan mereka, setelah masak. Raja Bao Ling yang memperhatikan segala aktifitas dari Gu Ana, hanya tersenyum samar.


Aku tak tahu kau orang seperti apa, namun di mataku kau sungguh sempurna, setelah ini kau akan baik baik saja, aku akan menjagamu. Kata raja Bao Ling di dalam hati.


Setelah Gu Ana masuk ke dalam Gua, Raja Bao Ling segera menghentikan mandinya, dan masuk dengan keadaan telanjang dada, serta hanfu luar yang masih sedikit basah, kemudian menggantung nya di samping api unggun, yang ternyata terdapat kulit kelinci yang sedang Gu Ana keringkan. sedangkan untuk celana raja Bao Ling, masih sedikit basah, karna belum kering sepenuhnya, terpaksa raja Bao Ling pakai. Sedangkan untuk perban Raja Bao Ling, tak memakainya, karna ingin Gu Ana yang memakikannya.


"Ayolah, jika kita suami istri, dengan senang hati aku akan bertelanjang." kata raja Bao Ling, kepada Gu Ana, karna hanya celana lah yang tersisah saat ini. Gu Ana segera melepas hanfu luarnya dan mengikatkan di sekitar pinggang raja Bao Ling, hingga membentuk seperti rok selutut, untung saja hanfu luar Gu Ana sedikit besar, jadi mampu berfungsi sebagai handuk untuk raja Bao Ling.


"Lepaskan celanamu dan segera gantung di situ." Kata Gu Ana sambil menunjuk tempat samping hanfu luar raja Bao Ling, dengan tangannya. Raja Bao Ling tak lagi memperotes, dan segera melepaskan, serta mengenggantung celana satu satunya di samping hanfu luarnya. "Itu tak akan lama, setelah makan siang maka semua akan kering." lanjut Gu Ana kembali membakar daging kelinci tersebut, setelah mengusuknya di kayu yang telah Gu Ana bentuk. sedemikian rupa.


Sesuai dengan kata kata Gu Ana, celana raja Bao Ling, kering sepenuhnya sebelum daging itu matang sepenuhnya. Kemudian raja Bao Ling mengenakan celanya, kembali dan melepas hanfu luar Gu Ana, yang terletak di pinggangnya. Kemudian meletakkannya di tempat tidur mereka, dan segera mendekati Gu Ana yang sedang mengangkat kelinci bakar mereka, yang telah matang.


"Sudah matang An'er?" tanya raja Bao Ling, sambil duduk di samping Gu Ana, yang tengah meletakkan daging panggang di daun yang telah bersih.


"Tunggu dingin, sebelum itu, sini perbanmu biar kau pasangkan." Kata Gu Ana memasangkan perban di tubuh Raja Bao Ling.


"Kalau kau tak menginginkan ku, jangan terlalu baik padaku, An'er." Kata raja Bao Ling, sambil melihat ke arah Gu Ana. Gadis itu hanya mendongak sebntar Kemudian kembali melilit tibuh raja Bao Ling.


"Kalau kau memang menyukai ku, maka kau harus membuktikannya. Aku tak pernah menutup hatiku, tapi kau tahu aku baru saja mendapatkan penghianatan, jadi sulit bagi ku untuk mempercayakan hatiku." kata Gu Ana, sembari mengikat perban Raja Bao Ling.


"Jiak aku melamarmu setelah ini, kemudian menikahimu, apa kau akan percaya padaku?" Tanya raja Bao Ling menatap Gu Ana, namun gadis itu memilih diam, tak tahu harus berkata apa. "Apa selama dua tahun ini aku menunggumu tak cukup membuktikannya?" tanya raja Bao Ling kembali.


"Sungguh aku sungguh tersanjung, tapi datang saja, dan minta aku pada ayahku. Jika ayahku menyetujuinya, maka aku akan menikah dengan mu." kata Gu Ana akhirnya.


"apa itu artinya kau menerimaku?" tanya raja Bao Ling, sembari tersenyum bahagia.


...


Alhamdulillah sekarang laptop aku sudah baikan, berkat doa dari teman teman, terimakasih dukungannya.


Hi teman teman mampir ke novel baru ku dong Can U Make Me falling love again?