It'S Me

It'S Me
Episode 176



"Halo Ana nerima misi ya Letkol Bram?" tanya Rayen, kepada salah satu Letkol Bram angkatan militer Indonesia.


"Iya, tadi saya meminta pertolongannya, nanti saya kirimkan video keadaan Capten Ariana, soalnya tadi memang sangat tiba tiba." kata seorang laki laki yang di ujung sana.


"Ah iya terimakasih." kata Rayen tersenyum ke arah Arkan, yang tengah penasaran dengan Ariana. "Ana baik baik aja, nanti malam aja ke sini lagi, soalnya kalau lagi tugas mungkin Ana baliknya malam." kata Rayen tersenyum ke arah Arkan, membuat Arkan menghembuskan nafas leganga.


...


"Ya sudah Arkan balik dulu Ded, Ray." kata Arkan berpamitan pulang. Arkan segera memacu mobilnya ke kantornya, untuk bekerja. Saat sampai di kantornya, Arkan melihat sekeliling, dan alangkah lesunya ketika tak melihat Ariana di meja kerjanya.


Sementara di tempat lain, Ariana sedang menyusun rencara untuk membebaskan para sandra, dari serangan ******* di salah satu rumah sakit. Banyak korban yang mereka tahan di sana, Ariana segera menyusun setiap rencana dengan sangat terperinci, agar mudah di pahami dan di jalan Kan oleh para anak buahnya.


Setelah menyusun rencananya, Ariana segera menjalankan rencananya. Ariana segera menyamar menjadi salah satu pasien rumah sakit. di sekujur tubuhnya Ariana mengenakan baju anti peluru, lalu memakai baju pasien rumah sakit. Ariana mendandani wajahnya hingga terlihat pucat, dan tampak lesu. Kemudian menyelinap di salah satu rumah sakit, tersebut.


Ariana berjalan mengendap endap keluar ruangan, dan melumpuhkan satu persatu, para pelaku penyandraan, hingga Akhirnya mencapai tempat penyandraan. Saat Ariana tengah melumpuhkan salah satu anggota penyandra tersebut, Ariana terlihat oleh salah satu di antara mereka. Hingga akhirnya lertarungan pun tak dapat di hindarkan, untung saja para anggota Militer yang bergabung dengan polisi berhasil mengamankan sandra. Hingga memudahkan Ariana dan teman temannya, dalam menjalankan aksinya.


Ariana menembak, dan meliukkan tubuhnya, sembari menyerang para penyandra. Ariana terus menembak, dan menghindari beberapa tembakan dari para pelaku. Baku tembak berhasil di kuasai setelah, lima belas menit. Kemudian Ariana segera keluar dari lokasa.


"Letkol, saya akan pergi ke bar, kemungkinan besar ketua mafianya berada di tempat itu." kata Ariana. "Tolong berikan beberapa anggota, untuk menemaniku ke sana." kata Ariana lagi, segera mengambil alih mobilnya, dan memacunya tampa perinta dari Letkol Bram.


"Segera ikuti capten Ariana." perintah Letkol Bram kepada beberapa bawahan yang berada di dekatnya, dan segera di laksanakan oleh mereka.


Hanya butuh waktu tempuh dua puluh lima menit, Ariana telah sampai di bar milik salah satu mafia Asia. Ariana segera memasuki tempat itu, kemudian mencari ruang VVIV.


Setelah menemukan ruanagan yang Ariana tuju, Arian di temani dengan beberapa bawahannya. Ariana langsung saja masuk, tampa mengetuk pintu. Membuat Seorang laki laki terkejut, dan langsung waspada melihat kedatangan Ariana.


"Tolong singkirkan anak buahmu, karna beberapa anak buahmu telah kami ringkus di rumah sakit." kata Ariana. "Saya yakin ada sebuah kesalah fahaman, antara pihak rumah sakit dengan anda." kata Arian sembari duduk di harapannya.


"Ah benar kata pepatah, tak kenal maka tak sayang." kata Ariana segera mengulurkan tangannya. "Ariana, Capten senior Ariana." kata Ariana.


"Zack King." kala lelaki tersebut yang mengaku Zack King, menyambut uluran tangannya.


"Baiklah langsung saja, bisakah anda mencabut anak buah anda?" tanya Ariana sekali lagi. "Aku sudah menyelidikinya, ini hanya kesalah fahaman saja." kata Ariana meyakinkan Zack.


"Bagaiman aku bisa percaya dengan mu?" tanya Zack.


"Sebelum kau mencurigai orang lain, sebaiknya kau mencurigai orang terdekatmu." kata Ariana tampa membalas pertanyaan Zack. "Kau tau orang terdekatlah adalah musuh yang sebenarnya, dia tau kelemahan mu, dan semua rahasiamu." lanjut Ariana, segera berdiri meninggalkan Zack, yang terlihat masih memikirkan kata kata Ariana.


"Segera mundurkan pasukan." kata Zack setelah kepergian Ariana.


Sementara Ariana segera kembali ke kediamannya, keluarga Hanvei. Namun Ariana sebelumnya, memerintahkan anak buahnya untuk kembali melapor kepada Letkol, kalau tugas mereka selesai, dan hanya di ikuti dengan anggukan mereka.


Sesampainya Ariana di kediaman nya, Ariana segera memasuki rumahnya, dengan wajah yang sangat lelah. Alangkah terkejutnya Ariana, ketika Ariana menemui Arkan di ruang tamu tengah terlelap. Ariana segera menghela nafas, ada rasa bersalah, karna tidak memberi tahu kepada Arkan, tentang kepergiannya hari ini, Pasti lelaki tersebut khawatir kepadanya.


"Mas bangun." kata Ariana membungkukkan badan, sejajar dengan wajah Arkan. Sambil menepuk pelan wajah Arkan.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload