It'S Me

It'S Me
Episode 108



"Nona kenapa kau menjadi pelayan? Aku yakin yang tadi itu keluarga mu." Kata seorang pelayan yang lebih pendek.


"Itu karna aku memiliki kesalahan terhadap raja kejam itu." kata Gu Ana sambil berbisik, hingga beberapa pelayan saja yang mendengarnya.


...


Cukup lama Gu Ana berjalan di antara para pelayan, perut Gu Ana mulai merasa lapar, dan kini matahari sudah hampir berada di atas kepala. Raja Bao Ling menoleh kebelakang, untuk melihat Gu Ana, yang tengah berjalan di tengah tengah dayang lainnya. Gu Ana tampak lesu, wajahnya putihnya memerah karna terpapar sinar matahari.


"Hentikan keretanya, panggil nona Gu untuk menemuiku." Kata Raja Bao Ling, kepada seorang penjaga. Penjaga tersebut sontak berlari memanggil Gu Ana, dan memintanya untuk menemui Raja Bao Ling.


"Hormat hambah Yang Mulia, ada apa?" Tanya Gu Ana sambil menghadap Raja Bao Ling, dengan wajah yang benar benar kelelahan.


"Masuklah." kata raja Bao Ling dengan datar. Gu Ana yang di suruh masuk, langsung saja masuk, dan mendudukkan diri di hadapan Raja Bao Ling.


"Ada apa?" tanya Gu Ana, sambil meluruskan kakinya. Raja Bao Ling hanya memandangi Gu Ana tampa menjawab. "Kenapa kau tak menjawab? Yah aku tahu aku cantik, berhenti memandangiku." Kata Gu Ana sambil memijit mijit kakinya. "Ya ampun badanku remuk." keluh Gu Ana menyandarkan badannya di dinding kereta.


"Apa kau selalu secerewet ini? Dan jangan terlalu percaya diri, meskipun hanya kau satu satunya wanita di dunia ini, aku tak akan suka denganmu, kau aneh, dan kasar." kata Raja Bao Ling, yang hanya di tanggapi angin lalu oleh Gu Ana.


"Ya aku mengingatnya." kata Gu Ana, sambil mengibas ngibaskan jarinya di arah wajah, demi menghasilkan sedikit angin. "Raja, apa kau punya air minum atau sebagainya? Aku haus dan lapar." Kata Gu Ana, yang kini di ganti dengan wajah yang memelas.


Hampir saja raja Bao Ling melupakan tujuannya memanggil Gu Ana, segera raja Bao Ling mengulurkan minuman ke arah Gu Ana, dan di sambut dengan senyuman oleh Gu Ana. Hanya dengan beberapa tegukan Gu Ana memghabiskan minuman dengan beberapa teguk, kemudin kembali menyandarkan kepalanya, dengan mata yang terpejam. Tak butuh waktu lama Gu Ana terlelap di alam mimpinya.


"Dasar gadis cerewet, aneh, dan kasar." Kata Raja Bao Ling sambil memandang wajah Gu Ana, yang kini terlelap dengan damai.


Setelah beberapa saat mereka sampai di rumah sewa raja Bao Ling, mereka segera menghentikan keretanya.


"Yang Mulia kita telah sampai." Kata pelayan Raja Bao Ling, menyampaikan salamnya.


"Hei bangun, sudah sampai." panggil raja Bao Ling, sambil menendang kaki Gu Ana, berharap Gu Ana segera bangun. Namun Gu Ana tetap terlelap, meski berkali kali raja Bao Ling membangunkannya.


"Ambilkan aku air." kata Raja Bao Ling kepada pelayan. Segera saja pelayan Raja Bao Ling datang membawakan air, untuk raja Bao Ling. Raja Bao Ling mencelupkan tangannya, lalu menjipratkan air ke wajah Gu Ana. Gu Ana terkejut, dan dengan refleks berdiri, sehingga kepalanya terbentur langit langit kereta.


"Aw..." keluh Gu Ana, meringis memegangi kepalanya. Raja Bao Ling hanya terkekeh, sambil meninggalkan Gu Ana, yang meringis di dalam kereta.


"Urus Nona Gu itu, dan perintahkan dia untuk menyiapkan makan siang untukku." Kata Raja Bao Ling, kepada para pelayan lainnya.


"Nona ayo, setelah ini mari kita menyiapkan makanan untuk yang Mulia Raja." Kata pelayan tersebut, membantu Gu Ana yang masih meringis merasakan sakit di kepalanya.


"Dasar Raja Kejam, auh kepalaku akan mual, eh sakit." kata Gu Ana sambil meringis menahan kesal.


Setelah Gu Ana membersihkan diri, Gu Ana segera menuju dapur menyiapkan masakan, untuk raja Bao Ling.


"Biarkan aku yang memasak, kalian bantu saja aku, menyiapkan bahan untuk raja kejam tak berperasaan itu." kata Gu Ana sambil mencincang daginya dengan kesal.


Mendengar perintah dari Gu Ana para Pelayan segera melaksanakan dan mempersiapkan segalanya, setelah semua siap Gu Ana kemusian disibukkan dengan menggoreng kacang tanah lalu meniriskannya kemudian memotong bawang merah dan bawang putih, serta sereh. Setelah itu menghaluskan kacang tanah yang telah digoreng tadi, baru kemudian menghaluskan bawang merah, bawang putih dan sereh secara bersamaan. Kemudian kelapa parutnya Gu Ana persa lalu dan membedakan antara santan pekat dan santan encer. Setelah itu menggoreng daging yang sudah dipotong kotak kotak. Kemudian menumis bawang putih, bawang merah, dan sereh yang telah di haluskan, setelah bau harum mulai menyengat di hidung, Gu Ana memasukkan kacang goreng yang telah dihaluskan lalu menambahkan santan encer kemudian mengunggu hingga mendidih, memasukkan daging yang telah digoreng, kemudian menggoreng. Kemudian memasukkan lagi santan kental, tunggu hingga mendidih, jangan lupa masukkan garam dan micin kalau ada kalau ga ada pakau gula sedikit saja.


Kini giliran menumis sayur sayuran kemudian dengan cara yang biasa, kemudian membuat pie buah sebagai hidangan pencuci mulut.


"Ah selesai juga, buat untuk duaporsi." Kata Gu Ana dengan senyum puas di bibirnya. "Nah sisanya untuk pelayan, dan penjaga lainnya." sambung Gu Ana.


Kemudian Gu Ana membawa makanan untuknya, dan untuk raja Bao Ling, ke kamar raja Bao Ling.


"Yang Mulia, Nona Gu sudah datang." kata seorang kasim melaporkan kedatangan Gu Ana kepada raja Bao Ling.


"Biarkan dia masuk." kata raja Bao Ling yang sejak tadi menunggu kedatangan Gu Ana.


"Hai raja Bao Ling, ini aku bawakan makanan untuk Kita." Kata Gu Ana cengengesan.


"Kita? Kau fikir kau pantas?" Tanya raja Bao Ling mengangkat alis kirinya.


"Ayolah, kau sungguh raja yang kejam, aku sudah memasak, sekarang tidak boleh makan." protes Gu Ana, yang memang ahli dalam protes memperotes.


"Kau pandai memasak?" Tanya raja Bao Ling, tak percaya.


"Tentu saja ini resep andalan ku." Kata Gu Ana menyombongkan diri. "Ya aku ini bukan nona muda manja, aku ini calon istri idaman bagi para laki laki, aku ini pintar, bisa berbagai bahasa, pintar melukis, bernyanyi, memasak, dan pebisnis hebat." Kata Gu Ana menyombongkan diri, sambil mengisi mangkuk makanan untuk raja Bao Ling. Mendengar kesombongan Gu Ana, hanya membuat senyum samar di wajah raja Bao Ling.


"Ini makan lah, aku jamin kau akan ketagihan makan masakanku." kata Gu Ana menyerahkan mangkuk yang telah terisi makanan kepada raja Bao Ling.


...


Maaf teman teman kalau banyak Typonya soalnya ini ngetiknya pakai Hp. Doakan laptop ku cepat sembuh ya.


Hi teman teman mampir ke novel baru ku dong Can U Make Me falling love again?