It'S Me

It'S Me
Episode 219



Arkan yang sudah terbakar api cemburu segera melangkah ke kamarnya, dan meninggalkan yang lainnya. Maxim dan Jasson langsung saja bersorak riang gembira, karena rencananya berhasil.


Ariana yang melihat Arkan melangkah ke atas segera menyusul Arkan.


"Kalian tahu bujuk big baby itu ga mudah." kata Ariana dengan kesal, membuat yang lainnya terkekeh geli melihat tingkah cemburu Arkan.


...


Ariana segera memasuki kamarnya yang tidak terkunci. Ariana melihat Arkan kini tengah duduk di balkon kamar mereka. Ariana melangkah dengan pelan menuju samping suaminya.


"Mas..." panggil Ariana hati hati kepada suaminya, namun tidak ditanggapi oleh Arkan. Ariana mengerucutkan bibirnya, Ariana tahu akan sulit untuk membujuk suaminya ini.


"Mas enggak Mas mereka cuman bercanda." kata Ariana mencoba menjelaskan kepada Arkan, namun jawaban Arkan tetap sama dia hanya diam.


Arkan hanya diam, tidak menghiraukan Istrinya. Istrinya yang jengah dengan sikap Arkan, memilih untuk duduk di pangkuan Arkan. Membuat Arkan mendengus kesal karena akan tahu istrinya ini sedang membujuknya.


"Mas Ana kan lupa sama dia Mas makanya nggak diundang." kata Ariana mulai menjelaskan kepada suaminya tentang yang sebenarnya terjadi. "Lagian nomor anda diganti jadi nggak pernah kontekan lagi sama dia." lanjut Ariana kepada suaminya yang saat ini masih diam mematung.


"Mas dengan nggak sih kata kata Ana." kata Ariana sembari menusuk nusuk perut bidang Arkan. Membuat Arkan menepis tangan Ariana karena merasa geli. "Ih Mas kok jahat banget sih sama Ana, ya udah lah kalau ga mau." kata Ariana turun dari pangkuan Arkan.


Ariana segera masuk kembali ke dalam kamarnya, dan menghidupkan televisi. Arkan yang melihat tingkah Ariana menjadi kesal sendiri dibuatnya. Bukan nya membujuk Ariana justru menonton televisi.


Arkan yang tidak tahan dicueki istrinya, kini mulai mendekati Ariana. organ berjalan menuju sofa di kamar mereka dan duduk disamping Ariana. Arkan segera menelusupkan kepalanya pangkuan Ariana. Arkan mengacu pada tarian ayang belum membesar.


"Kamu beneran udah nggak ada rasakan sama dia." tanya Arkan membuat Ariana menundukkan kepalanya menghadap Arkan.


"Ya Menurut kamu gimana?" tanya Aryana kembali membuat Arkan sedikit kesal, dan mendudukkan badannya di samping Ariana.


"Ais sayang Mas nanya." kata Arkan menghadapkan Ariana kearahnya kemudian mengecup bibirnya. "Hukuman kalau salah manggil Mas." kata Arkan membuat istrinya mengulum senyum.


"Makanya Mas jangan hobi ngambek." kata Ariana terkekeh melihat tingkah suaminya.


"Mas kan cemburu, Mas takut kamu bakalan ninggalin Mas." kata Arkan memeluk Ariana.


"Tidak Mas... tidak akan Mas ku sayang." jawab Ariana sembari mengelus kepala Arkan. "Ayo big baby-nya mau mi tidur yuk." kata Ariana mengajak akan segera ke tempat tidur. Arkan hanya mengangguk menuruti Ariana. Sesampainya di tempat tidur Arkan menarik Ariana ke dalam pelukannya.


"Janji ya jangan tinggalin Mas." kata Arkan sembari memeluk Ariana dengan erat.


"Iya Mas ku lagian ngapain coba Ana tinggalin Mas, kan sudah ada dedek bayi di perut Ana." kata Ariana terkekeh sembari memeluk Arkan.


Sementara di tempat lain, Ririn sedang memarkirkan mobilnya di salah satu restoran seafood. Ririn melangkahkan kaki nya masuk ke dalam restoran tersebut. Tak lama kemudian datanglah seorang laki-laki berjas hitam, dengan tubuh kekar layaknya seorang pengawal, laki-laki tersebut ditugaskan yang mengantarkan Ririn untuk bertemu seseorang.


Orang tersebut mengarahkan Ririn ke sebuah ruangan, Ririn mengikuti langkah kaki lelaki tersebut. Kini laki-laki tersebut berhenti di depan sebuah ruangan yang terlihat cukup mewah, laki-laki tersebut membukakan pintu untuk Ririn dan mempersilahkan Ririn masuk.


Di dalam Ririn bertemu dengan seorang laki laki, yang cukup tampan. Laki lagi itu mengenakan setelan jas berwarna putih, cocok dengan kulitnya yang juga putih. Ia mempersilahkan Ririn untuk duduk di kursi, Ririn mengernyitkan dahinya melihat lelaki tersebut.


"Langsung saja, apa keperluan anda ingin bertemu dengan saya." tanya Ririn dengan gaya angkuhnya.


"Siapa anda? apa urusan anda." tanya Ririn penasaran.


"Kau tak perlu tahu siapa saya, yang jelas saya dapat mengabulkan keinginan anda." kata lelaki tersebut dengan tak kalah angkuhnya.


Ririn berdecak kesal melihat tingkah angkuh lelaki tersebut, namun jujur saja sebenarnya Ririn tak berani untuk menantang lelaki tersebut. Belum lagi Ririn membutuhkan bantuannya, Ririn benar-benar ingin mendapatkan Arkan.


"Apa tujuanmu sebenarnya? Apa anda ingin menghancurkan Arkan atau jangan-jangan anda menyukai wanita itu?" tebak Ririn penasaran.


"Apa urusanmu?" hardik lelaki tersebut.


"Aku tak mau bekerja sama dengan orang yang tidak jelas." kata Ririn tegas kepada lelaki tersebut.


"Jika saya mengatakan menginginkan wanita itu apa pendapat anda?" tanya lelaki itu penasaran dengan pendapat Ririn.


"Apa bagusnya wanita itu aku rasa dia hanya wanita kampung." kata Ririn dengan nada tidak suka, tampak jelas dari nada bicara Ririn, Ririn sangat tidak menyukai Ariana.


"Biar saya beritahu anda bahkan dari segi manapun dia lebih baik dari pada anda." kata lelaki tersebut tersenyum miring.


"Apa maksudmu?" tanya Ririn tidak terima dengan kata-kata lelaki tersebut.


"Jika anda ingin mencari lawan maka cari tahu lah dulu siapa dirinya." kata lelaki tersebut memperingatkan Ririn akan kata-katanya. "Anda tahu saat ini anda sedang berhadapan dengan orang yang paling berpengaruh." kata lelaki tersebut memberi sedikit bocoran kepada Ririn.


"Siapa dia?" tanya Ririn penasaran dengan apa yang dimaksud lelaki tersebut tentang Ariana.


"Jika saya memberitahumu sekarang maka kau akan mundur dari peperangan ini." kata lelaki tersebut tersenyum miring ke arah Ririn, seolah merendahkan Ririn.


"Perang? Apa maksudmu?" tanya Ririn penasaran maksud dari lelaki tersebut.


"Ah tidak apa-apa saya khawatir anda tidak dapat mencerna nya." kata lelaki tersebut kepada Ririn.


"Baiklah itu artinya anda juga menginginkan wanita itu bukan?" tanya Ririn akhirnya mengalah dengan laki-laki tersebut.


"Anda tahu? Mulut Anda tidak pas, jika menyebutnya seorang wanita, anda harus menyebutnya nyonya mengerti." kata lelaki tersebut membuat Ririn kesal.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.