It'S Me

It'S Me
cast



"Ya sudah kita pergi sekarang, takutnya pak Daniel ada rapat," kata Roni segera berdiri, dari tempat duduknya. Membuat yang lain juga ikut berdiri.


"Ayo Angel," kata Roni merangkul pundak Angel, membuat yang lain curiga akan kedekatan mereka.


"Ya kak," kata Angel tersenyum terpaksa dengan Roni.


Membuat Roni tersenyum kemenangan, entah hadiah apa yang akan di persembahkan oleh bosnya, karna berhasil membawa gadis pujaan bosnya ke hadapan bosnya.


...


Angel dan Roni berjalan berdampingan menuju parkiran, Angel segera masuk ke dalam mobilnya. Sementara Roni segera masuk dan meminta supirnya untuk ke kantor. Angel mengikuti mobil Roni, yang berjalan dengan kecepatan sedang.


"Halo bos, saya ada kabar gembira untuk bos," kata Roni menyapa Daniel yang saat ini berada di ujung sana.


"Apa cepat katakan, saya masih banyak pekerjaan," kata Daniel tidak sabaran, karna harus mengurusi pekerjaannya.


"Saya bawa Angel bos," kata Roni, sontak membuat Daniel menghentikan aktivitas nya sejenak.


"Bagus, segera bawa ke atas, nanti kamu urus berkas saya, nanti saya kasi kamu bonus," kata Daniel dengan bersemangat.


Membuat Roni tersenyum puas. Karena dari nada bicara bosnya, sepertinya Ia kan mendapatkan hadiah yang cukup besar.


Setelah hampir empat puluh lima menit, akhirnya mereka sampai di dalam area parkir MR Group company, yang ada di Jakarta.


Angel segera turun dari mobil, dan berjalan mengikuti Roni, sembari menggenggam proposal acara mereka. Angel memegang jantungnya yang was was, dan mempersiapkan segala pil kesabaran, agar saat menghadapi bos dari Roni yang irit bicara, Angel memiliki stok kesabaran yang luar biasa.


Saat mereka sampai di hadapan pintu ruangan dari CEO, Roni segera mengetuk pintu tersebut. Dengan gaya cool yang sudah di persiapkan sejak tadi, Daniel mempersilakan mereka masuk.


"Masuk," kata Daniel menyimpan cermin ke dalam laci.


Roni hampir tertawa, ketika melihat penampilan bosnya yang tidak biasa.


"Bos ini ada Angel dari universitas Brahma ingin membicarakan tentang seminar yang tanggal dua puluh empat bulan ini bos," kata Roni kemudian keluar dari ruangan CEO meninggalkan Angel dan Daniel dalam ruangan.


"Silahkan duduk Angel," kata Daniel menunjuk sofa, mempersilahkan Angel untuk duduk di sofa.


Angel segera duduk di sofa panjang, dan meletakkan proposalnya di meja.


Daniel segera mendudukkan dirinya di samping Angel, sontak membuat Angel sedikit terkejut.


"Ehem... jadi bagaiman pak," kata Angel sedikit canggung, dengan kedekatan mereka.


"Jangan panggil pak," tegur Daniel sedikit kesal, dengan panggilan yang Angel sematkan kepada dirinya.


"Ah iya om," kata Angel polos, memandang Daniel. Membuat Daniel bertambah kesal.


"Hah..." Daniel menghela nafas kasar, meredam rasa kesalnya, membuat Angel semakin bingung.


"Jangan panggil saya pak atau om, tapi panggil saya Daniel saja." kata Daniel memandang wajah cantik Angel, membuat Angel sedikit salah tingkah.


"Ke, kenapa Daniel?" tanya Angel sedikit gugup, karna terus di pandang Daniel.


Daniel tak menghiraukannya, bahkan kini Daniel fokus memandang bibir Angel.


"Tu, tuan Daniel," kata Angel kembali kepada Daniel.


"Manis," satu kata itu lolos dari bibir Daniel ketika melihat bibir seksi Angel.


"Ha? Angel? Angel memang manis dan... semua orang tahu kok," kata Angel mencoba memberikan sedikit lelucon, agar kecanggungan ini cepat berakhir.


"Tapi banyak bicara, membuat ku semakin penasaran," kata Daniel dengan senyuman miring, membuat Angel semakin salah tingkah.


"Memangnya kenapa," kata Angel tiba tiba membuatnya menutup mulut sendiri, karna sedikit keceplosan.


^^^Aduh bibirku lebih cepat berbicara dari pada berpikir. Keluh Angel dalam hatinya.^^^


Daniel segera membuka tangan Angel dari menutupi bibirnya. Membuat Angel sedikit mematung.


"Kenapa di tutupi hah? Kau malu?" tanya Daniel memandang Angel, dengan seksama.


"Ti, tidak a, aku cuman keceplosan." jujur Angel, membuatnya sekali lagi menggerutuki ke*bo*do*han*nya.


^^^Mam*pus mulut ku ember. Keluh Angel kesal dengan diri sendiri.^^^


"Kenapa kau salah tingkah?" pancing Daniel, karna suka melihat wajah memerah Angel saat ini, karna salah tingkah.


"I, itu ka, karna te, terlalu dekat," jujur Angel sekali lagi, yang sontak membuat wajahnya benar benar memerah seperti kepiting rebus. Daniel memiringkan wajahnya medekati wajah Angel, sembari tersenyum jahil.


Cup.


Pendaratan sempurna dari bibir Daniel di bibir Angel, sembari tangan kanan mengunci pergerakan Angel, sementara tangan kanan memegang tengkuk Angel. Daniel me*lu*mat bibir Angel, sembari memejamkan matanya.


Daniel sedikit melenguh, merasakan manisnya bibir Angel, semabari me*lu*mat nya dengan sangat lembut.


^^^Manis. Kata Daniel di dalam hati, ketika me*lu*mat bibir Angel.^^^


Angel menggigit bibir bawah Daniel ketika kehabisan nafas, membuat Daniel melepaskan pa*ngu*tan*nya, dengan sangat terpaksa.


"Kau sangat manis, dan nakal sayang," kata Daniel menggoda Angel, yang saat ini mengambil nafas dengan ter entah engah.


"Kau..." teriak Angel kepada Daniel.


"Ya sayang, saya menyetujui untuk datang," kata Daniel sontak membuat Angel benar benar kesal.


"Kau dasar..." teriak Angel benar benar kesal kepada Daniel.


"Iya sayang... tenang saja, aku akan tetap di sisi mu." kata Daniel sontak membuat Angel menganga tak percaya. Daniel yang melihat kesempatan itu segera mendekatkan kembali bibirnya.


Kali ini bukan hanya lu*ma*tan, namun lidah dari Daniel telah menjelajah di dalam mulut Angel. Membuat Angel benar benar terkejut, ketika sebuah benda kenyal menyentuh langit langitnya, gigi giginya dan lidahnya.


Angel memukul menggerakkan tangan yang di kunci Daniel, membuat Daniel tersadar bahwa Angel benar benar kehabisan nafas. Daniel kembali melepaskan pa*ngu*tan mereka.


"Lain kali kamu akan saya ajari ber*ciu*man hingga sepuluh menit," kata Daniel yang membuat Angel benar benar tak habis fikir maksud dari Daniel.


"Dasar genit jika saya bertemu istri bapak, saya adukan bapak, biar di marahi," teriak Angel membuat Daniel terkekeh, kemudian kembali mengecup bibir Angel.


"Percuma, mau kamu mengadu pun itu ga ada gunanya," kata Daniel kini kembali mengecup kening Angel.


"Saya duda Angel," terang Daniel yang kini kembali mengecup bibir Angel


"Jangan panggil saya pak, om, atau tuan, kalau perlu panggil saya sayang." kata Daniel dengan nada menggoda, kemudian kembali me*lu*mat bibir Angel sebentar.


"Ah manis, membuat ku candu." kata Daniel membuat Angel benar benar kesal.


"Dasar duda genit." teriak Angel kepada Daniel, membuat Daniel terkekeh.


"Jangan panggil saya pak, om, atau tuan, kalau perlu panggil saya sayang," kata Daniel dengan nada menggoda, kemudian kembali me*lu*mat bibir Angel sebentar.


"Ah manis, membuat ku candu," kata Daniel membuat Angel benar benar kesal.


"Dasar duda genit," teriak Angel kepada Daniel, membuat Daniel terkekeh.


...


"Ais sayang..." kata Daniel gemas sembari memeluk pinggang Angel.


"Hei dunit lepasin ga." kesal Angel, meronta berusaha melepaskan pelukan Daniel.


"Ya sayang... aku suka panggilan kamu, terdengar mesra." kata Daniel menggoda Angel, membuat Angel benar benar ingin memukul wajah tampan Daniel.


Daniel merogoh tas milik Angel dan mengeluarkan semua isinya, Daniel kemudian mencomot ponsel Angel.


"Password nya?" tanya Daniel kepada Angel, membuat Angel mengalihkan pandangannya.


"Sayang..." panggil Daniel kepada Angel namun tidak ada tanggapan dari Angel.


"Honey..." panggil Daniel sekali lagi dengan nada sexi nan menggoda ala Daniel, dan kali ini Daniel mendekatkan wajahnya ke arah Angel.


"Baby..." kata Daniel berbisik di telinga Angel sembari mengecup leher jenjang Angel.


"Ih apa-apaan sih nih dunit," kesal Angel karena merasa geli di bagian lehernya.


"Password baby," kata Daniel masih dengan posisi yang sama, namun kali ini Daniel menjilat leher Angel, membuat sensasi geli menjalar di sekitar tubuhnya.


Karna rasa geli dan sudah tak tahan lagi Angel segera memberikan telunjuknya.


"Ni..." kesal Angel seraya menyodorkan telunjuknya.


Langsung saja Daniel segera membuka ponsel tersebut. Daniel seperti memencet beberapa tombol, kemudian seperti menelpon seseorang. Ternyata Daniel saat ini tengah memasukkan nomor ponselnya dan tadi ia menelpon ponselnya sendiri.


"Dunitku sayang," tulis Daniel dengan menggunakan namanya.


"Is... apa apaan sih Daniel..." keluh Angel kepada Daniel.


"Dan lepasin dong, gue mau balik ke kampus." kata Angel meminta agar Daniel melepaskannya.


Bukannya melepaskan, Daniel justru mengangkat Angel untuk naik ke pangkuannya.


"Panggil yang benar Angel," kata Daniel sukses membuat Angel memutar bola matanya malas.


Daniel segera melepaskan Angel, dari pelukan dan pangkuannya.


Mendapatkan kesempatan, Angel segera berdiri dan membebaskan dirinya. Angel segera mengambil ponsel, dan tasnya kemudian berlari meninggalkan Daniel.


"Dasar duda genit," kata Angel keluar dari ruangan Daniel.


Angel merasa begitu lega karena Daniel telah melepaskan nya, namun alangkah kesalnya Angel ternyata kunci mobilnya tertinggal di dalam dan beberapa barang lainnya.


"Aissss dasar dunit ngeselin..." teriak Angel membahana membuat beberapa mata mengarah kepadanya.


Angel segera kembali ke ruangan CEO atau ruangan Daniel, Daniel tersenyum melihat kedatangan Angel.


"Kau kembali sayang, begitu cepatnya kah kau merindukanku," kata Daniel tersenyum menggoda. Membuat Angel benar benar kesal di buatnya.


"Mana kunci mobil ku," kesal Angel memandang wajah Daniel dengan kesal.


Daniel terkekeh melihat wajah kesal Angel, baginya membuat Angel kesal merupakan hal yang menyenangkan.


"Memangnya kau mau kemana?" tanya Daniel sembari memainkan ponselnya.


"Mau pulang om tua," kesal Angel memanggil Daniel dengan om tua.


Sukses membuat Daniel menghentikan aktivitas nya. Daniel melangkahkan kakinya menuju ke arah Angel berdiri. Angel yang melihat hal itu, segera menarik handel pintu.


"Pintu kunci," kata Daniel membuat pintu secara otomatis terkunci, membuat Angel gelagapan di buatnya.


"Eh buka dong, gue pulang naik taksi aja deh, mobil nya kalau lo suka ambil aja deh, nanti gue bilang sama daddy kena begal," tawar Angel panik, karna ketakutan.


"Kamu takut sayang?" tanya Daniel sukses membuat Angel semakin ke belakang, dan membentur tembok.


"Dasar duda genit ngapain sih," teriak Angel panik ke arah Daniel, membuat Daniel semakin tersenyum.


"Mau balik kan?" tanya Daniel membuat Angel mengangguk kan kepalanya.


"Kalau gitu ayo," kata Daniel menggoda Angel.


"Kunci mobilnya mana?" tanya Angel, sontak membuat Daniel tersenyum miring. Tampa aba aba Daniel menggendong Angel.


"Buka pintu," kata Daniel, membuat sekertaris Daniel yang bekerja di sebrang pintu Daniel terkejut, ketika melihat bosnya mengangkat Angel.


"Bos ada apa?" tanya Roni terkejut bukan main, sembari mengikuti Daniel. Sementara Angel teriak meronta ronta minta di lepaskan.


"Kak tolongin gue dari om tua satu ini," teriak Angel meminta pertolongan kepada Roni.


Sementara karyawan yang lainnya, hanya melihat melongo tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh bos mereka.


"Mba tolong saya," kata Angel berteriak kepada salah seorang karyawan, yang hanya mematung tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Sementara Daniel melangkah ke dalam lift dengan santainya. Tiba tiba langkahnya terhenti dan segera berbalik arah memandang Roni yang mengikutinya.


"Ron kunci mobil calon istri saya ada di atas meja saya, segera ambil, dan bawa ke apartemen saya," kata Daniel santai, mengakui Angel sebagai calon istrinya, membuat Angel menganga tak percaya.


"Apa lo kate? Gue buka calon istri lo... siapa bilang yang mau jadi istri lo, dasar duda genit," teriak Angel membuat orang orang melongo tak percaya, bagaiman mungkin ternyata yang mengejar bos mereka bukan wanita yang saat ini berada di dalam gendongannya.


"Ayo cepat, calon istri saya sedang cemburu, harus saya tenangin dulu," kata Daniel mengejutkan lamuna Roni.


Roni menganggukkan kepalanya seolah itu adalah kebenaran yang sebenar benar nya.


"Iya bos," kata Roni bergegas mengambil kunci mobil Angel, sementara Daniel membalikkan arahnya kembali menuju lift.


"Kak Roni tolongin Angel, kenapa malah pergi," teriak Angel dalam bahasa Belanda, membuat orang orang mengerutkan keningnya tak percaya.


Teriakan Angel hanya sebuah angin lalu untuk Roni, yang saat ini bergegas menuju ruang CEO.


Saat Roni keluar dari ruangan CEO, Roni di hampiri oleh beberapa karyawan.


"Pak Roni itu istrinya pak bos ya?" tanya salah seorang karyawati yang memang menyukai Roni sejak lama, membuat kening Roni mengerut.


"Iya..." jawabnya santai.


"Tadi lagi salah faham aja, jadi pak bos lagi bujuk dia," kata Roni meninggalkan semua karyawan yang mematung, ada rasa tak percaya di hati mereka.


"Yah gue kirain gue punya kesempatan," kata salah satu karyawati dengan cemberut.


"Mimpi lo..." kata salah satu karyawan sembari menoyor kepala karyawati tersebut.


"Tapi calon istrinya pak bos kayaknya pernah muncul deh di salah satu tabloid majalah, sama kayaknya dia selebgram deh," lanjutnya, sembari mengambil ponselnya, dan membuka Instagram.


"Yah gue kirain gue punya kesempatan," kata salah satu karyawati dengan cemberut.


"Mimpi lo..." kata salah satu karyawan sembari menoyor kepala karyawati tersebut.


"Tapi calon istrinya pak bos kayaknya pernah muncul deh di salah satu tabloid majalah, sama kayaknya dia selebgram deh," lanjutnya, sembari mengambil ponselnya, dan membuka Instagram.


...


Sementara di tempat lain, Angel tengah berusaha melepaskan dari pelukan Daniel. Namun kekuatan Daniel sungguh luar biasa, Daniel memegang Angel, dengan sangat kuat hingga ke luar dari gedung perkantoran nya. Sehingga menimbulkan banyak tanda tanya saat orang orang melewatinya.


"Dasar duda genit lu mau ngapain sih ngangkat ngangkat gue, gue punya mobil," protes Angel ketika sudah sampai di dalam mobil, Angel tidak dibawa ke dalam mobilnya melainkan, dibawa ke dalam mobil Daniel.


Daniel setelah mendudukkan Angel, Ia juga ikut mendudukkan diri di samping Angel. Tanpa mempedulikan teriakan Angel, Daniel meminta sopirnya untuk segera melaju menuju ke suatu tempat.


"Daniel ini nggak lucu tahu, dan gue mau balik ke kampus," seru Angel berteriak ke arah Daniel, namun Daniel tetaplah bungkam.


"Pak kita belok bukan lewat sini saya mau ke kampus," kata Angel kepada supir Daniel.


Supir tersebut hanya memandang Daniel menunggu jawaban dari Daniel. Tetapi yang diberikan dari Daniel adalah gelengan kecil sehingga membuat supir tersebut tetap melanjutkan mobil tersebut.


"Kita ke apartemenku," kata Daniel, sontak membuat Angel semakin kesal.


Angel ingin memukul Daniel namun tangan Angel justru dikunci oleh Daniel. Daniel segera memeluk Angel ke dalam pelukannya, membuat Angel semakin kesal dan melepaskan diri secara paksa dari pelukan Daniel.


"Daniel berhenti atau gue loncat," ancam Angel membuat kening Daniel terangkat di sebelah kiri, Daniel memandangi Angel dengan tatapan rumit.


Daniel dengan sigap segera mengangkat Angel ke dalam pangkuannya, agar Angel tidak bisa berbuat nekat. Angel terus berusaha melepaskan diri namun kekuatan Daniel lebih besar dari padanya, sehingga membuat Angel tak bisa terlepas dari Daniel.


Setelah sekian lama akhirnya Angel akhirnya lelah menghadapi Daniel. Akhirnya Angel tertidur di dalam pelukan Daniel. Daniel tersenyum melihat Angel yang tertidur di dalam pelukannya.


Sementara itu di tempat lain Aska tengah mencari Angel di kampus, Aska segera pergi ke fakultas Angel berniat untuk menemui Angel, namun kata teman-temannya Angel pergi ke perusahaan MR Group. Angel ke sana untuk membicarakan tentang undangan mereka yang ingin CEO dari MR Group, menjadi narasumber mereka di acara seminar nanti.


"Angel dari tadi ya pergi?" tanya Aska kepada Zen ketua dari acara tersebut.


"Iya lah kenapa sih nyari dia ada hubungannya sama dia," tanya Zen kepada Aska, membuat Aska menggelengkan kepalanya dengan pertanyaan temannya.


Mereka memang tidak mengetahui hubungan antara Aska dengan Angel yang sesungguhnya. Sehingga kedekatan mereka membuat orang banyak salah paham, ditambah lagi Angel yang sering dimintai tolong oleh Aska untuk menjadi pacar pura pura nya.


"Otak lo ya dari dulu sampai sekarang pikirannya aneh aneh mulu," kata Aska menoyor kepala temannya.


Zen hanya tertawa kecil mendapatkan toyoran tersebut. Zen merupakan teman sekolah menengah atas dari Aska sejak dulu, namun tidak tahu kalau Angel adalah sepupu dari Aska.


"Dah ah gue mau cabut nanti kalau lo ketemu Angel hubungin gue, soalnya gue nggak bisa hubungin dia dari tadi," kata Aska meninggalkan Zen, membuat Zen menggeleng.


Sebenarnya Zen bingung dengan hubungan mereka, karena Angel tahu kalau Aska suka sekali gonta ganti pacar. Namun sepertinya hubungan mereka selalu baik-baik saja, Angel bahkan terlihat biasa saja ketika Aska mengajaknya untuk bertemu dengan pacarnya, dan memutuskan pacarnya di depan Angel.


Sementara di tempat lain Angel masih tertidur di dalam pangkuan Daniel, kini mereka telah sampai di gedung apartemen Daniel. Daniel ingin membangunkan Angel, namun ia tidak tega melihat Angel terlelap di dalam pelukannya.


"Biar saya bantu tuan," kata supir Daniel menawarkan dirinya untuk menggendong Angel, namun Daniel segera menepis tangan sopirnya.


"Tidak perlu biar saya saja," kata Daniel segera mengangkat Angel dan menuju ke dalam bilik apartemennya.


Daniel tidak seperti penghuni yang lainnya, namun Daniel menggunakan pintu lift khusus, karena Daniel merupakan pemilik apartemen tersebut.


Setelah sesampainya di dalam bilik apartemen tersebut, Daniel segera membawa Angel ke dalam kamarnya dan membaringkannya dengan pelan. Setelah itu Daniel pun ikut membaringkan diri di samping Angel.


"Cantik," kata Daniel di dalam hati ketika melihat Angel yang masih terlelap.


Daniel menyentuh setiap bagian wajah Angel sembari tersenyum.


"Kamu membuat saya gila sayang," guman Daniel sembari mengusap lembut wajah Angel.


Daniel mendaratkan ciumannya di kepala Angel dengan lembut, kemudian beralih ke dua pipi, dan berakhir di bibir lembut Angel.


Tiba tiba seseorang mengetuk pintu apartemen Daniel hingga membuat Daniel berdecak kesal, karena Daniel harus meninggalkan Angel di dalam kamar. Daniel segera berjalan kearah pintu dan membuka pintu tersebut, ternyata yang mengetuk pintu tersebut adalah Roni sekretaris dari Daniel.


"Sorry Bos saya cuman mau ngasih tas Angel di dalamnya sudah ada ponsel sama kunci mobil dan barang barang Angel," kata Roni yang mengerti wajah kesal bosnya itu, kemudian memilih untuk pergi ke apartemennya sendiri.


Daniel segera menutup pintu apartemen dan kembali berjalan dengan tas Angel yang tengah di tentengnya. Daniel meletakkan tas Angel Di naklas samping tempat tidur, sementara dirinya merebahkan badannya disamping Angel. Daniel mengecilkan suhu AC kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Angel. Kemudian memeluk Angel dan ikut terlelap bersama Angel.


Setelah satu jam akhirnya Angel membuka matanya, hal yang pertama yang ia lihat adalah tempat yang begitu asing untuknya. Saat Angel ingin menggerakkan badannya, sebuah tangan kekar melingkar di perutnya. Angel begitu terkejut ketika melihat siapa yang ada di sampingnya.


"Aaa..." teriak Angel membahana membuat Daniel segera membuka matanya nya.


"Kenapa Sayang tidur lagi gih," kata Daniel mengeratkan pelukannya membuat Angel semakin tidak dapat menggerakkan tubuhnya.


"Daniel lepasin gue dong gue mau balik nih," kata Angel berusaha melepaskan diri dari Daniel, namun Daniel kembali lagi mengeratkan pelukannya.