
"Papi mau langsung pulang aja, badan papi kurang enak," kata Farid, karena memang saat tadi di tempat dokter, Farid juga mendapatkan suntikan. Kata dokter sendiri suntikan tersebut mengandung sedikit obat penenang, sehingga di sarankan untuk istirahat sejenak.
Arkan segera mengendarai mobilnya, dan keluar dari parkiran mobil, rumah sakit tersebut. Kemudian segera meluncurkan mobilnya ke rumah.
...----------------...
Sesampainya di rumah, Arkan segera menuntun Farid menuju kamarnya. Farid tersenyum kemudian segera mbaringkan dirinya di tempat tidur.
"Istirahat ya Pi..." kata Arkan sembari menyelimuti tubuh Farid.
"Iya makasih ya Ar..." kata Farid sedikit berkaca kaca.
"Pi... papi kenapa? Ada yang salah?" tanya Vekran panik, karena melihat mata Farid yang berkaca kaca.
Farid menggeleng sembari memegang tangan Arkan. Ariana yang baru masuk, membawa air untuk Farid bingung.
"Kenapa mas?" tanya Ariana, setelah meletakkan air untuk Farid, di atas naklas tempat tidur.
"Papi kenapa?" tanya Arkan kembali, tampa menjawab pertanyaan dari Ariana.
Farid kembali menggeleng, kemudian meraih tangan Arina, dan menyatukannya dengan tangan Arkan.
"Terimakasih, karena selalu ada untuk Arkan ya," kata Farid meneteskan air matanya.
"Maksud papi apa? Kan Ariana istri dari mas Arkan, jadi wajar dong," kata Ariana bingung.
"Iya, Ar... papi minta maaf, ya dulu ga pernah perhatiin kamu saat masih kecil," kata Farid tersenyum getir ke arah Arkan. "Papi harap kamu maafin papi."
Farid tersenyum mendengarkan penuturan Anaknya, kemudian melihat ke arah Arian yang juga tengah jongkok di samping suaminya.
"Kalian memang cocok, ternyata perjodohan kalian sejak dulu memang tepat," kata Farid sembari mengusap lembut kepala anaknya, dan menantunya.
Pandangan Farid kini tengah menghadap ke arah Ariana, yang tengah tersenyum kepadanya. "Terimakasih telah menjadi menantu, istri dan ibu yang luar biasa untuk kami semua."
Ariana mengangguk kemudian tersenyum. "Papi ga papa, itu sudah kewajiban Ana, lagian kan papi sudah seperti Daddy bagi Ana."
Farid mengangguk kemudian memejamkan matanya, sembari tersenyum.
Setelah sekian lama menunggui Farid, ternyata Farid kini telah tertidur. Membuat Ariana dan Arkan segera keluar dengan perlahan, berusaha tidak mengeluarkan suara. Ariana segera melirik jam, ternyata jam hampir menunjukkan pukul sembilan. "Mas jemput Vekran yuk."
...----------------...
Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.