It'S Me

It'S Me
promo dia adalah kekasihku



Malam ini kerajaan dari timur, tengah mengadakan pesta untuk merayakan kesembuhan putri Melly. Semua kerajaan di undang, terutama kerajaan Barat. Di mana raja Grace dan raja Erik berencana menjodohkan anak mereka.


Semua anggota kerajaan telah berkumpul, mereka semua terlihat tengah berbincang bincang. Mereka juga penasaran dengan berita yang tersebar, bahwa anak raja Grace Yang bisu, kini mampu berbicara.


Raja Grace tersenyum melihat para tamu tamunya, menikmati pesta, meski belum di mulai. Meski begitu raja Grace tengah menjelajahkan pandangannya, mencari keberadaan anggota keluarga kerajaan barat. Raja Grace tersenyum simpul, ketika melihat anggota kerajaan barat akan memasuki aula.


"Anggota keluarga kerajaan barat memasuki aula," seru seorang kasim dengan lantang, membuat seisi ruangan mengalihkan pandangannya.


Terlihatlah seorang lelaki berusia lima puluh tahunan, dengan perawakan gagah masuk ke dalam aula tersebut. Di dampingi oleh istrinya, yang terlihat cantik. Meski di usia nya yang telah tua. Kemudian di susul oleh dua orang laki laki, idola para wanita bangsawan, bada zaman tersebut.


Dua laki laki itu adalah pangeran Vekran dan pangeran William, mereka masuk dengan gaya yang sangat angkuh, memperlihatkan kedudukan mereka. Dengan pakaian bersulam emas.


Pangeran Vekran berjalan tampa senyum di wajahnya, yang tampil hanya wajah datar dan dingin, seolah tak dapat di sentuh. Itulah wajah yang membuat para wanita tergila gila, dengan sikapnya yang dingin, membuat para wanita penasaran, dan ingin mendekatinya.


Berbeda hal nya dengan adiknya, pangeran William. Pangeran William yang terkenal sangat ramah, dan suka sekali menebar senyum, membuatnya benar benar mudah sekali, mendekati orang orang. Senyumnya yang selalu menggantung, membuat wajahnya terlihat sangat tampan. Membuat para wanita mendambakannya.


Pangeran Vekran dan pangeran William memang memiliki sikap yang berbeda, pangeran Vekran yang terbiasa di Medan perang, dan perkasa menuntaskan para musuh musuhnya, dan pintar dalam membuat taktik. Sementara pangeran William juga sangat terkenal pintar di akademik, juga mampu memiliki kemampuan kerja sama, yang baik.


Mereka berempat berjalan menuju singgah sana, kerajaan timur. Mereka Membungkuk, untuk menghormati sang tuan rumah.


Setelah kedatangan anggota kerajaan tersebut. Raja Grace segera meminta prajurit untuk memanggil putri sulungnya dan bungsunya, sementara dia mulai membuka acara tersebut.


Sementara itu putri Melly sedang berdandan, layaknya seorang putri raja pada umumnya, namun dia tak suka dengan dandan dengan riasan tebal, yang menempel pada wajahnya, itu terasa sangat berat.


Entah sudah berapa kali Melly melakukan hal ini, dan beberapa kali juga tukang riasnya mengganti gaya riasan, yang menurutnya terbaik saat ini.


"Aish... terlalu tebal ini," keluh putri Melly untuk kesekian kalinya. "Lebih baik aku melakukannya sendiri."


^^^Masa riasan acara formal lebih seperti ondel ondel berjalan. Omel putri Melly di dalam hati.^^^


Setelah Melly merias dirinya sendiri, barulah ia kelihatan sangat puas, karena menurutnya riasan ini lah yang paling tepat.


Para perias melihat hal itu merasa kagum, riasan yang tertempel lebih alami, dan menampilkan aura kecantikan, tidak seperti riasan sebelumnya.


Tak lama kemudian seorang prajurit datang untuk memanggil putri Melly, agar bergabung di acara tersebut. Di sebrang sana, sudah ada putri Helena, yang memandang ke arah putri Melly, dengan pandangan tak suka. Apalagi malam itu putri Melly tampak begitu cantik. Ingin rasanya putri Helena menghancurkan wajah cantik putri Melly.


Putri Melly yang menyadari hal tersebut, hanya tersenyum. Melly tahu betapa bencinya saudari saudari pemilik tubuh ini, karena kecantikannya.


Seketika seluruh mata mengarah kepada kedua putri yang cantik jelita itu. Tak terkecuali pangeran Vekran, yang memandang putri Melly dengan tatapan tak percaya.


"Melly, ternyata kau juga di sini," gumam pangeran Vekran, sembari tersenyum ke arah putri Melly.


Putri Melly yang baru pertama kali mengikuti pesta kerajaan, tersenyum dan matanya menyapu seluruh ruangan. Ketika pandangan nya bertemu dengan pangeran Vekran, putri Melly membalas senyumannya.


Mereka berjalan ke atas tempat duduk mereka masing masing, sementara mata pangeran Vekran, terus mengarah kepada putri Melly. Semakin membuat putri Helena gusar, karena putri Helena telah lama menaruh hati kepada pangeran Vekran. Namun pangeran Vekran tak pernah menghiraukannya.


"Dasar, aku akan meminta ayah menjodohkannya dengan ku," gumam putri Helena, sembari mengepalkan tangannya.


Kini acara telah di mulai, raja Grace meminta kasim untuk menemui raja Erik dan keluarga kerajaan barat, untuk mengajaknya makan malam di aula, setelah pesta selesai. Apalagi sejak tadi di lihatnya, mata putri Melly dan pangeran Vekran terus bertemu. Mereka saling melempar senyum satu sama lain, semakin meyakinkannya untuk masalah perjodohan ini.


Setelah sekian lama, acara perayaan kesembuhan putri Melly pun telah selesai. Para tamu undangan di persilahkan untuk kembali, sementara keluarga kerajaan barat, memenuhi undangan makan malam bersama raja Grace.


Melihat kesempatan ini, pangeran Vekran segera melancarkan aksinya mendekati putri Melly. Entah kenapa Vekran sangat yakin itu adalah Melly, yang di kenalnya, sang kekasih hati, yang menyebrangi waktu bersamanya.


Melihat putri Melly tengah berjalan sendirian, menuju aula, tampa di kawal para dayang. pangeran Vekran segera menarik tangan putri Melly, untuk masuk ke sebuah gang kecil.


Melly terkejut ketika melihat siapa yang menariknya, ingin sekali ia memeluknya. Wajah yang selama ini ia rindukan, kini berada di hadapannya. Namun ia juga tak yakin apakah itu benar benar sang kekasih hati, atau hanya sekedar pangeran yang mirip dengannya.


"Melly... apakah ini benar benar kamu?" tanya Vekran, sembari menyentuh pipi Melly. Dan memandang Melly dengan tatapan rindu.


"Kakak... ternyata ini kakak," seru Melly berbinar, ternyata benar ia adalah Vekran, sosok yang ia rindukan selama ini.


Vekran tersenyum mendengarkan kata kata Melly, di rengguhnya Melly ke dalam pelukannya. Ia segera meluapkan rasa cinta dan rindu kepada sang kekasih hati. Kemudian Vekran mengecup puncak kepala Melly, dengan sangat mesra.


Melly melepaskan pelukan mereka, untuk memandang wajah Vekran lebih lama lagi, membuat Vekran tersenyum. Vekran mengecup singkat bibir Melly.


Sementara itu di seberang gang yang mereka masuki, tampaklah putri Helena yang tengah memandang mereka. Pandangan putri Helena di penuhi rasa cemburu, cinta yang selama ini di damba dambakan, kini jatuh kepada sang adik.


Rasa iri dan benci semakin memupuk perasaan benci, kepada sang adik. Di saat itu, ingin sekali putri Helena melenyapkan putri Melly untuk selamanya.


"Agh... kenapa harus dia," gumam putri Helena sembari mengepalkan tangannya.


Kebencian itu bertambah ketika melihat pangeran Vekran, mengecup puncak kepala, pipi dan bibir putri Melly, dengan mesra.