It'S Me

It'S Me
Episode 55.....



“Sudahlah bergabung sana dengan yang lain.” Usir Gu Min karna tidak enak dengan Ruang Qin.


“Idih, ketimbang digangguin aja ga mau, ya tau deh yang lagi pacaran, lagian aku ga mau jadi obat nyamuk ya.” Kata Gu Ana melirik Ruang Qin tersenyum.


“Ah… calon kakak ipar, besok aku bermain di kediaman mu ya.” Kata Gu Ana mengedipkan sebelah matanya sabil berlari meninggalkan Gu Min dan Ruang Qin.


“Maaf nona, Meimei ku memang begitu, tolong jangan dimasukkan kedalam hati.” Kata Gu Min merasa tidak enak dengn Ruang Qin.


Sedangkan Ruang Qin hanya menjawab dengan senyuman, sementara pipinya sudah semerah tomat.


Gu Ana sedikit terburu buru menuju tempat teman temannya sedang berkumpul, dan bercanda.


“Guys guys, jadi…” belum sempat Gu Ana menyelesaikan kata katanya pengeran Zang Handrong sudah memotong perkataan Gu Ana.


“Guys? Apa itu?” tanya pangeran Zang Handrong bingung dengan kosa kata baru Gu Ana.


Mendengar pertanyaan yang pangeran Zang Handrong lontarkan membuat Gu Ana mengernyit tidak senang, karna pembukaan gosipnya di potong dengan pertanyaan konyol.


“Aduh gini nih kalau orang kamseupai.” Kata Gu Ana berbisik pada pangeran Nan Cheng.


Mendengar kata kata Gu Ana sontak membuat pangeran Nan Cheng tertawa terbahak bahak.


“Emberan cin…” kata pengeran Nan Cheng, disambut tawa Gu Ana.


Sementara yang ditertawakan malah mengernyit bingun, karna pertanyaannya belum di jawab sama sekali.


“Baiklah… Gu Jun akan menjelaskannya.” Kata Gu Ana melempar pertanyaan kepada Gu Jun.


Sementara Gu Jun langsung memukul Gu Ana dengan kesal karna mengopor pertanyaan yang sungguh malas untuk Ia bahas.


“Baiklah karna pertanyaan dilempar kepada saya, saya serahkan kepada yang lebih berhak menjawabnya, silahkan Gege Cheng.” Kata Gu Jun melempar kembali pertanyaan tersebut.


Mendengar kata kata Gu Jun sontak membuat pangeran Nan Cheng memukul kepala Gu Jun, karna geram.


“Aih… kekerasa terhadap anak anak, hukumannya denda 300 dolar.” Kata Gu Jun kesal.


Mendengar penuturan Gu Jun, pangeran Nan Cheng tidak memperdulikannya. Ia justru lebih memilih untuk menjawab pertanyaan pangeran Zang Handrong yang sejak tadi tidak di jawab jawab juga.


“Guys itu artinya teman teman, jadi kalau An’er mengatakan hallo Guys artinya halo teman teman, bagaimana sudah jelas.” Jelas pangeran Nan Cheng kepada pangeran Handrong.


Mendengar penjelasan dari pangeran Nan Cheng, pangeran Zang Handrong di ikuti yang lainnya mengangguk serempak, tanda mengerti.


“Nah An’er tadi apa yang akan kau sampaikan?” tanya pangeran Zang Jade memandang Gu Ana.


“Ah… sudah basi, aku sudah tak berselera mengatakannya.” Kata Gu Ana kepada yang lain.


Mendengar pernyataan Gu Ana, pangeran Nan Cheng mengeti betul apa yang di inginkan Gu Ana, karna Gu Ana tak mungkin memberikan sebuah informasi tanpa imbalan.


“Aku akan meneraktirmu makan siang besok.” Kata pangeran Nan Cheng akhirnya.


“Tidak… aku sudah tak berselera.” Tolak Gu Ana.


“Akan ku teraktir kau selama seminggu.” Tawar kembai pangeran Nan Cheng kepada Gu Ana.


“Tidak… aku sudah tidak berselera.” Tolak Gu Ana kembali.


“Makan siang selama satu minggu, plus hiasan yang kau inginkan saat kita berjalan jalan di pasar.” Tawar pangeran Nan Cheng lagi kepada Gu Ana, sembari mengeluarkan hiasan yang sangat cantik di tangan pangeran Nan Cheng


Melihat hiasan tersebut Gu Ana langsung merebut hiasan tersebut dan menyimpannya.


Meliuhat mimik Gu Ana serta kata kata yang baru saja dilontarkan Gu Ana, membuat pangeran Nan Cheng ingin memukul kepala Gu Ana.


Sementara yang akan dipukul seolah olah mengerti akan ancang ancang pangeran Nan Cheng, sontak saja


menunduk sehingga yang terkena pukulan justru pangeran Zang Limo.


Melihat hal itu sontak membuat Gu Ana terkikik geli akibat kelakuannya yang abstrut.


“Baiklah… aku akan mengetakannya, kalian bukankah sadar Gege Min ada di mana?” tanya Gu Ana kepada mereka semua.


Sedangkan yang ditanya baru sadar kalau Gu Min sedang tidak ada di sekitar mereka.


“Ah iya kemana Gege Min?” tanya Gu Jun baru menyadari.


“Nah… tadi saat aku kembali dari menemui Ayah, aku tanpa sengaja melihat Gege Min dengan seorang gadis di depan aula.” Kata Gu Ana kepada mereka semua.


“siapa gadis itu?” tanya pangeran Zang Handrong penasaran, karna jujur saja selama ini Gu Min tak pernah dekat dengan wanita mana pun kecuali dengan Xu jiali dan Xu Jiang.


“Gadis itu alah Ru…” tak selesai Gu Ana menyebutkan nama Ruang Qin tiba tiba tangannya dibekap oleh Gu Min.


Untung saja Gu Min segera datang kalau tidak mungkin gossip tentang dirinya akan tersebar gara gara kesalah fahaman adiknya sendiri, Gu Ana.


“Peralatan melukis lengkap sebanyak tiga set penuh, dan uang jajanmu bulan ini dua kali lipat.” Kata Gu Min sambil membekap mulut Gu Ana.


Mendengar kata kata Gu Min sontak membuat Gu Ana membuka matanya berbinar, dengan perlahan Ia mengambil hiasan yang diberian oleh pangeran Nan Cheng.


“Maaf karna aku adik yang berbakti, aku tak akan mengatakannya.” Kata Gu Ana santai, sambil memeluk Gu Min seolah yang di lakukannya itu adalah hal yang benar.


Pangeran Nan Cheng segera mangambil perhiasan yang sebelumnya diberikan kepada Gu Ana dengan kesal, di tambah dengan kata kata Gu Ana yang mengesalkan.


“Dasar matre, otakmu hanya ada uang aku rasa.” Sarkas pangeran Nan Cheng kepada Gu Ana dengan kesal.


Mendengar kata kata dari pangeran Nan Cheng, Gu Ana hanya tersenyum kemenangan sambil mengeluarkan lidah mengejek pangaran Nan Cheng.


Melihat Gu Ana mejulurkan lidahnya membuat pangeran Nan Cheng semakin kesal, hingga menjentik Gu Ana tepat di lidahya.


Gu Ana yang mendapatkan jentik tepat di lidahnya langsung jumpalitan kesakitan akibat ulah pangeran Nan Cheng.


“Ah… Gege sakit.” Keluah Gu Ana tak jelas sambil menangis.


Gu Min yang melihat adiknya kesakitan langsung saja menyodorkan segealas air, dan menenangkan Gu Ana.


“Hust… minum dulu.” Kata Gu Min menenangkan Gu Ana.


“Gege sakit, aku tak akan bisa makan lagi nantinya.” Kata Gu Ana menggelengkan kepalanya.


“Jika kau tak minum maka akan tambah sakit, besok aku akan membelikanmu makanan yang kau suka jika kau minum.” Kata Gu Min membujuk Gu Ana.


Sementara sang pelaku hanya tersenyum kemenangan ketika melihat ekspresi kesakitan Gu Ana.  Lain halnya Pangeran Zang Limo, terkejut bukan main melihat Gu Ana, hatinya tak tega melihat Gu Ana kesakitan.


“Ayo kau minum dulu, benar kata Gege mu, kalau kau tak minum nanti lidahmu akan semakin keluh.” Bujuk pangeran Zang Limo.


Mendengar bujukan dari Gu Min dan pangeran Zang Limo akhirnya Gu Ana meminum air tersebut dengan susah payah.


Sementara yang lain hanya diam menahan tawa melihat Gu Ana, ekspresi Gu Ana yang justru dimata mereka sangat menggemaskan, entah siapa yang mulai tiba-tiba tangan pangeran Zang Handrong, dan Zang Jade mencubit pipi kanan dan kiri Gu Ana. Untungnya bedak Gu Ana tahan badai, jadi tak mudah begitu saja luntur.


“Aaa… kejam.” Kata Gu Ana sedikit terpekik, sementara tangannya bergerak mencari cermin yang biasa Ia bawa kemana mana.