It'S Me

It'S Me
S2 (38)



"Ah santai saja," seru Ariana sembari masuk dengan berwibawa. Arkan duduk di salah satu meja, sembari memperhatikan apa yang di bicarakan di dalam rapat tersebut, walaupun Arkan tak mengerti sama sekali arah pembicaraan mereka. Namun Arkan tetap mendengarkannya dengan seksama, dan memperhatikan mereka saat menyampaikan laporan.


...----------------...


Arkan tersenyum tersenyum ketika melihat istrinya menyampaikan solusi solusinya. wajah Ariana tampak begitu tegas, tak mengurangi sedikit pun kecantikan dari Ariana. Arkan bahkan lebih mengagumi nya.


"Baikalah samapai di sini dulu rapat kita," kata Ariana menutup pertemuannya. "Saya ingin minggu depan kita mengadakan rapat lagi, dengan melihat semua progres dari setiap devisi, terutama dari pihak manager, saya tidak mau tahu minggu depan sudah harus dengan keadaan yang lebih baik."


"Baik..." semua menjawab dengan serentak.


"Baiklah semua boleh keluar kecuali kak Chandra dan kak Rian," seru Ariana membuat yang lain menunduk, dan membubarkan diri terkecuali yang di sebut tadi.


"Ayo keruangan saya," kata Ariana sembari meminta mereka untuk mengikutinya.


"Tolong bawakan kopi tiga dan jus alpukat satu di ruangan saya," seru Ariana ketika bertemu dengan salah satu ob, yang ada di depan ruang rapat.


"Baik Bu," katanya kemudian segera melaksanakan tugasnya.


Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam ruangan Ariana, sementara Arkan terus memandang ke dua laki laki itu dengan pandangan tak suka.


"Roman romannya cembrubu ni chin," bisik Chandra.


Mendengar gaya bicara Chandra, membuat Rian bergidik ngeri, secara tiba tiba bulu kuduknya merinding.


"Aish... minggir lo, lama lama setres gua dengerin cara lo ngomong serius," kesal Rian segera menjauh dari Chandra.


Chandra yang melihat hal itu terkekeh, sungguh Chandra tahu cara membuat sahabatnya menjadi kesal.


Arkan yang melihat hal itu, hanya memasang tampang bingung dengan kelakuan anak buah istrinya.


Sementara Rian memilih untuk ke samping Ariana, tak peduli pelototan dari suami Ariana, yang matanya hampir copot.


"Kenapa kak?" tanya Ariana penasaran.


"Tau tu temen lo sumpah geli gue," kesal Rian.


"Memang kenapa?" Ariana semakin penasaran.


"Tuh mulut lemesnya buat gue geli, omongan dia kayak Junaidi pakai baju Jubaedah di lampu merah," terangnya semakin membuat Arkan bingung.


Sementara Chandra semakin terkekeh di buatnya.


...----------------...


Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Nih masih ada lagi yaitu terjebak cinta kolak, dengan menceritakan cinta anak SMA yang mengejar pendidikan, dan juga kerja keras. Bagaiman kisah selanjutnya? Yuk baca di Tersandung cinta kolak, novel chat story ku.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.