It'S Me

It'S Me
S2 (13)



"Ih Mas... lepasin nanti Vekran lihat nggak baik," kata Ariana sembari berusaha melepaskan pelukan Arkan.


Arkan mendengarkan hal itu, kemudian melepaskan Ariana. Arkan kemudian pergi untuk melihat Vekran, yang sedang mandi didalam kamar mandi miliknya.


"Mas Ana kebawah, mau lihat sarapan, dan buat jus untuk papi," kata Ariana sembari keluar dari kamar Vekran.


...----------------...


"Ya sayang," kata Arkan setengah berteriak dari dalam kamar mandi anaknya.


Ariana menuruni tangga, dan melihat beberapa koki tengah bersiap. Ariana kemudian segera memanggil seorang koki, dan meminta untuk di bawakan penghancur buah.


Setelah selesai Ariana menghidangkan semua di meja makan, tak lupa meletakkan jus tampa gula di meja, khusus untuk Farid.


Farid datang dan tersenyum kepada menantunya, Farid bersyukur memiliki menantu seperti Ariana, baik dan perhatian kepadanya. Aida bukan berarti tidak baik kepadanya, hanya saja Farid tidak tinggal bersama Aida, hanya sesekali ia ke sana.


"Pagi pi..." sapa Arkan sembari tersenyum manis.


"Pagi Ana... kok kamu pakai baju biasa ga ke kantor?" siapa Farid, sembari bertanya karena pakaian Ariana terlihat biasa saja, dan terkesan tidak akan pergi kantor.


"Oh engga Pi, kebetulan ga ada jadwal apapun hari ini, jadi istirahat aja dulu," kata Ariana sembari tersenyum.


Farhat hanya mengangguk, mengiyakan kata kata dari Ariana.


"Morning pi... morning sayang..." sapa Daniel sembari masuk dari arah ruang keluarga, sembari menggandeng tangan kecil Vekran.


"Morning kek... Mom..." sapa Vekran sembari berjingkrak senang ketika sudah sampai di depan meja makan.


"Apaan sih mas... tu cium papi aja, biar imbang," kesal Ariana, sembari memukul lengan suaminya. Membuat Farid terkekeh melihat kelakuan anak dan menantunya.


"Ga ah, bau minyak angin," kata Arkan sembari mendudukkan pantatnya di kursi makan.


Mendengar kata kata Vekran, membuat Ariana memutar bola matanya malas. "Elah, kalau masuk angin kamu juga di usap pakai minyak angin," Kata Ariana sembari mengisi piring, dengan nasi goreng untuk mertuanya.


Farid kembali lagi terkekeh melihat perdebatan kecil tersebut, sembari menyambut piring berisi nasi goreng dari menantunya.


Ariana kemudian mengambilkan nasi untuk suaminya, baru kemudian anaknya dan terakhir dirinya. Ya definisi istri yang soleha, meski jarang masak.


Setelah mereka sarapan, mereka segera mengantarkan Vekran ke sekolahnya. Kali ini Farid ikut, karena ada jadwal pemeriksaan. Farid bahagia, ini pertama kalinya mengantarkan cucunya ke sekolah. Karena biasanya saat dirinya masih tergolong muda, namun berjalan tua, Faris selalu sibuk dengan urusan kantor, hingga lupa melihat perkembangan anak dan cucunya.


...----------------...


Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.