
Arkan yang mendengar hal itu, sangat bahagia dan tersenyum mendengarkannya. Arkan senang ketika istrinya tersenyum. Arkan melihat hal itu segera menggenggam tangan istrinya, kemudian mengecup punggung tangan istrinya. Detik kemudian Arkan melepaskan tangan istrinya dan mengenakan sabuk pengaman.
...----------------...
Ariana dan Arkan kini sedang mengemudikan mobil mereka, membelah jalanan ibu kota.
Ariana sesekali melirik suaminya yang tengah sibuk mengendarai. Ariana tersenyum ketika melihat suaminya begitu serius. Ariana begitu terpesona, entah kenapa Melihat Suaminya seperti itu ada rasa kagum, bercampur dengan rasa lain, yang jelas seperti rasa takut kehilangan, dan rasa sangat membutuhkan.
Arkan yang menyadari pandangan sang istri yana terus mengarah ke arahnya, membuat Arkan tersenyum. Arkan segera menggenggam tangan istrirya.
"Kenapa sayang?" tanya Arkan tersenyum, namun tetap fokus ke arah jalan.
"nggak lagi mikir aja, ternyata aku sangat beruntung karena memiliki suami seperti mas," jelas Ariana, sembari tersenyum.
Arkan terkekeh mendengar kata kata Ariana, sungguh sebuh pujian yang luar biasa. "Mas juga bersyukur bisa istri seperti kamu, kamu menyayangi papi seperti Daddy kamu, kamu mengerti setiap suasana hati mas, kamu setia dan selalu ada untuk mas," balas Arkan sembari tersenyum.
Sepanjang perjalanan mereka berbincang bincang sembari bercanda, jangan lupa candaan mesum dari sang suami, mesum Ariana.
Kini mereka terhenti di lampu merah, Ariana tersenyum ketika melihat seorang pengamen, dengan penampilan setengah wanita. Pengamen tersebut bernyanyi dengan centilnya, sembari menengadahkan sebuah plastik, bekas makanan ringan.
Tiba tiba pengamen berpenampilan setengah pria, yang sedang mengenakan stelan berwarna pink, yang terlihat begitu minim, menghampiri mobil mereka. Ia bernyanyi di samping pengemudi, sembari sesekali mengedipkan matanya, menggoda Arkan. Membuat Arkan risih sekaligus kesal di buatnya.
"Pft..." Ariana menahan tawanya, melihat wajah kesal Arkan.
Ariana yang melihat hal itu bukannya menghentikan, tapi malah menambah volume tertawanya. Semakin membuat pengamen tersebut jengkal.
"Eh mas bilangin ya sama adiknya jangan suka kurang ajar sama calon kakak iparnya," katanya dengan gaya centil, semakin membuat tawa Ariana membahana.
"Adik? Kakak ipar? Maaf mas, dia istri saya, lagian kakaknya sudah menikah," kata Arkan semakin membuat Ariana terkekeh.
Sementara orang tersebut langsung saja mendengus kesal dan meninggalkan Ariana dan Arkan, yang memang sebentar lagi akan berganti lampu, menjadi hijau.
Arkan segera menancapkan gas, untuk segera jalan, dan kembali ke kediaman mereka. Sementara Ariana masih setia dengan tawanya, membuat Arkan menggeleng. Ariana terlihat sangat senang ketika melihat dirinya, di goda habis habisan oleh waria.
...----------------...
Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.