
"Ah... Gege aku masih ingin tidur, sebentar saja lagi." kata Gu Ana mencoba menegosiasi Gu Min.
Melihat situasi tersebut Gu Min percaya Gu Ana tak akan bisa bangun dengan baik, sehingga Gu Min memutuskan untuk menggendong Gu Ana, dan segera membawanya ke restoran, penginapan tersebut. Sementara Gu Ana yang mendapatkan perlakuan tersebut, kembali terlelap dalam gendongan Gu Min.
...
Gu Min segera meletakkan Gu Ana ke salah satu kursi restoran tersebut, pangeran Nan Cheng melihat hal itu segera menjipratkan air ke wajah Gu Ana, hingga membuat Gu Ana terbangun seketika.
"Ya, ya aku sudah bangun jangan menjiprat kan aku air lagi." protes Gu Ana, sambil mengerjapkan matanya beberapa kali. Setelah mengatakan hal tersebut, Gu Ana segera bangkit dari tempat duduknya.
Pangeran Nan Cheng melihat hal tersebut hanya mengangkat alis sebelah kanannya.
"Kau mau kemana?" Tanya pangeran Nan Cheng.
Mendengar pertanyaan pangeran Nan Cheng, Gu Ana segera berbalik dan memandang jengah, kearah wajah pangeran Nan Cheng.
"Aku ingin ke dapur melamar pekerjaan, puas?" Tanya Gu Ana berdecak kesal. "Jelas jelas jika bangun harus cuci muka kenapa masih bertanya." kata Gu Ana berdecak kesal sambil mengambil cermin kecil nya yang selalu Gu Ana bawa kemana pun.
Gu Ana segera menuju keretanya, dan mengambil pakaian yang masih bersih. Kemudian segera menuju kasir, dan meminta kamar untuknya. Setelah mengobrol dengan kasir tersebut, kasir tersebut segera memanggil seorang pelayan laki laki, yang berumuran kira kira seperti Gu Min. Pelayan tersebut segera mengantar Gu Ana ke kamar yang dimaksudkan.
"Kakak tampan nama mu siapa? Kalau nama ku Gu Ana." kata Gu Ana sambil tersenyum manis, ke arah pelayan laki laki tersebut. Pelayan laki laki tersebut dibuat salah tingkah olah Gu Ana, segera menundukkan kepalanya, agar wajahnya yang memerah dapat Ia tutupi.
"Kakak tampan jangan menunduk, nanti kepalamu terbentur tembok. Apa aku begitu menyeramkan? Aku kan hanya menanyakan nama kakak tampan." kata Gu Ana pura pura kesal dengan kelakuan pelayan laki laki tersebut.
"Na... nama sa... saya Lei Yang." katanya terbata bata karna gugup.
"Oh... kakak Yang, boleh aku panggil begitu?" Tanya Gu Ana sambil mengedipkan matanya. Sontak saja pelayan laki laki yang mengaku bernama Lei Yang, wajahnya memerah.
"I... Iya, silahkan Nona." kata Lei Yang gugup, dan salah tingkah.
Sepanjang perjalanan menuju kamarnya, Gu Ana terus saja bertanya tentang banyak hal penginapan, dan daerah tersebut. tak lama kemudian mereka segera sampai di ruangan yang di sewa Gu Ana.
"Nona, kita sudah sampai." kata Lei Yang sambil memberikan kunci kamar ke arah Gu Ana.
"Ah, terimakasih kakak Yang, yang tampan." kata Gu Ana mengedipkan matanya sambil masuk ke dalam ruangannya. Gu Ana segera menuju ruangan mandinya, dan segera membersihkan diri. setelah dirasa segar Gu Ana segera keluar dengan mengenakan hanfu, kali ini Gu Ana mengenakannya sendiri tampa bantuan pelayan, meski dirasa sedikit sulit, namun Gu Ana akhirnya dapat menyelesaikannya.
Setelah selesai membersihkan dirinya, Gu Ana segera keluar dan mengeringkan rambutnya dengan kain panjang. Setelah kering Gu Ana segera merias dirinya dengan bedak tipis, dan sedikit pemerah bibir, dan perona wajah. setelah dirasa cukup, Gu Ana segera merias rambutnya dengan beberapa hiasan rambut, yang sederhana, dan simple.
Setelah acara membersihkan diri dan merias diri selesai, Gu Ana segera keluar dan menghampiri yang lain. Saat Gu Ana keluar dari kamarnya, beberapa pasang mata laki laki terus memandangi Gu Ana, sambil mengagumi kecantikan Gu Ana, Gu Ana hanya tersenyum simpul saat tersadar dengan tatapan para pria.
Saat Gu Ana sampai di restoran, Gu Ana segera berlari kecil ke arah tuan Gu yang tengah berdiri menghampiri seorang pelayan.
Orang orang yang melihat tingkah Gu Ana, dibuat gemas, dan di tambah wajah cantik Gu Ana, yang sudah dirias menambah kecantikan dari Gu Ana.
"Aduh, An'er kau sudah besar kenapa tingkah mu masih seperti anak kecil ha?" Tanya tuan Gu, sambil mencubit pelan hidung Gu Ana.
"Ayah... An'er masih kecil, hanya badan An'er saja yang besar. Aku masih gadis kecil ayah, mengerti." kata Gu Ana pura pura kesal, sambil menggerbikkan bibirnya, dan mengembangkan pipinya, hingga terlihat sangat menggemaskan.
Gu Min yang penasaran, segera mendatangu tuan Gu dan Gu Ana.
"Ada apa? Kenapa lama?" Tanya Gu Min penasaran.
"Ini An'er, masih suka bermanja seperti anak kecil." kata tuan Gu menujuk Gu Ana yang masih setia dengan wajah cemberutnya.
"Ah... Meimei kenapa cemberut? kau jadi sangat menggemaskan jika begini." kata Gu Min sambil menarik pipi Gu Ana dengan gemas.
"Ayah, lihat lah Gege kenapa begitu jahat?" kata Gu Ana sambil melepaskan pipinya dari tarikan Gu Min. Kemudian segera meninggalkan tuan Gu dan Gu Min ke meja mereka, di susul tuan Gu dan Gu Min.
Saat sampai di meja mereka, mata Gu Ana berbinar melihat makanan yang tertata rapi. Gu Ana segera duduk di samping pangeran Nan Cheng. Melihat kehadiran pangeran Nan Cheng yang terkenal akan kepintaran, dan ketampanannya di kerajaan Nan tersebut, membuat semua orang berbisik bisik.
"Wah... tumben sekali kau bedandan Jiejie?" Goda Gu Jun saat melihat wajah Gu Ana dari dekat.
"Ah... kalian tolong hargai gadis cantik, nan imut, yang tengah patah hati, biarkan aku sedikit berdandan, iya kan Cheng." kata Gu Ana sambil berpura sedih. Kemudian cengengesan tak jelas.
"Entah lah ya, aku tak taking sekarang kau tengah patah hati." Sanggah pangeran Nan Cheng sambil mengangkat alis kananya.
"Kalian memang laki laki yang tak punya hati." Kata Gu Ana, berdecak kesal kepada Gu Jun and pangeran Nan Cheng.
Gu Ana segera menyantap makanan yang tersedia, tampa memperhatikan tatapan oarang orang, yang memandang ke arah mereka. Di tambah tatapan memuja dari para laki laki, dan tatapan iri dari para perempuan, yang iri akan keberuntungan Gu Ana yang berada di antara orang orang tampan.
Setelah makana di meja mereka habis, mereka segera berbincang bincang. Sedangkan Gu Ana dan Gu Jun sesekali mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu, dan sesekali berbisik. Yah, seperti yang di perkirakan, Gu Ana dan Gu Jun sedang bergosip ria, sambil memperhatikan aktifitas sekitar.
Setelah cukup lama mereka berbincang, pangeran Nan Cheng segera berangkat ke istana untuk menemui Raja Nan Tang, dan ibundanya ratu Zang Ning.
Sementara tuan Gu segera mencari kamar untuk nya dan Gu Min. Sedangkan Gu Jun berada di Kamar yang sama dengan tuan Gu. Gu Ana segera berlari menuju kamarnya, sambil berdendang ria, sedangkan para pelayan dan penjaga mereka, segera mencari rumah sewa untuk mereka tinggali, untuk sementara waktu.
...
Maaf teman teman kalau banyak Typonya soalnya ini ngetiknya pakai Hp. Laptopnya belum baik, besok baru bisa di ambil.