
Saat Ariana atau Gu Ana, tertidur pulas, langan pangeran Bao Ling segera memeluk, Ariana dengan sangat erat, hingga membuat, Ariana membalas pelukannya, karna merasa hangat.
Arkan menggeram kesal melihat, sikap modus laki laki itu alias Bao Ling. Ingin rasanya Arkan menyingkirkan tangan laki laki itu, namun apa daya tangan tak mempu ngenggapainya, karna tangan Arkan sendiri, tembus akan benda benda.
...
Arkan terbangun sembari memeluk Ariana, yang saat ini tengah memandanginya dengan tatapan bingung. Arkan sontak memeluk Ariana, tambah erat. Menambah kebingungan Ariana.
"Mas kamu mimpi buruk?" tanya Ariana, sembari menatap wajah Arkan, yang saat ini di penuhi keringat.
"Mas ga papa sayang..." kata Arkan, melonggarkan sedikit pelukannya. Karna sadar sikapnya membuat Ariana bingung, hingga akhirnya khawatir. "Tidur lagi gih, Mas pengen peluk peluk istri kesayangan Mas ini." kata Arkan mengecup puncak kepala Ariana.
"Kamu benar benar ga papa kan mas?" tanya Ariana menyelidik, Sikap Arkan sungguh membuat Ariana menjadi penasaran, dan curiga.
"Iya sayang yuk tidur lagi." kata Arkan, memeluk Ariana lebih erat lagi. "Sayang Mas cinta sama kamu sayang." kata Arkan kengecup puncak kepala Ariana.
"Hm... tidur lagi mas." kata Ariana, kembali menyusul alam mimpi. Arkan yang merasa nafas teratur dari Ariana, segera melonggarkan pelukannya, dan memandangi wajah Ariana dengan penuh seksama.
"Besok deh Mas cari tau pelan pelan." kata Arkan sembari menelusuri wajah Ariana, dengan telunjuk. "Sayang jangan tinggalin Mas ya." kata Arkan kembali mengecup wajah Arkan.
"Iya Mas tidur lagi, besok kita ke bandara." kata Ariana, memeluk Arkan dengan sangat erat, membuat Arkan tersenyum.
"Janji ya jangan tinggalin Mas." kata Arkan de sela sela pelukannya.
"Kalau Mas main sama cewek lain, ya pasti Ana tinggalin lah." kata Ariana.
"Mas janji cuman kamu." kata Arkan mengakhiri pembicaraan mereka.
Pagi harinya rombongan Ariana, dan yang lainnya telah berada di bandara. Mereka tengah bersiap siap menaiki pesawat yang akan mereka tumpangi, ke China. Ariana, Jasson, Maxim, dan Armin terlihat sangat bersemangat. Terlihat jelas dari wajah Ariana, yang selalu tersenyum sejak tadi, sembari menggandeng tangan Arkan. Sedangkan Arkan, membawa koper mereka, sembari terus berjalan dengan santai.
"Sayang nanti malam lagi ya." bisik Arkan saat mereka tengah berada di dalam pesawat. Membuat wajah Arian memerah. Bagaimana mungkin Arkan, tiba tiba membicarakan, tentang sesuatu yang tak senonoh.
"Apa apaan sih Mas... malu." kata Ariana, sembari mencubit pinggang Arkan, membuat Arkan meringis.
"Ih sayang sakit." kata Arkan sembari meraih tangan, yang mencubit pinggangnya. Arkan mencium dan membelai lembut tangan Ariana, sembari mengecupnya mesra. "Ini tangan lebih baik, ngelus muka Mas, jangan nyubit." kata Arkan sembari membawa tangan Ariana, ke arah pipi Arkan. "Udah ya sayang, tidur..." kata Arkan mengecup mesra bibir Ariana. "Soalnya nanti malam kamu harus bergadang." kata Arkan mengedipkan mata nya.
"Mesra mesra terus... dasar bucin." teriak Maxim yang jengah melihat kemesraan mereka.
"Iri? Bilang Bo's." balas Ariana santai, membuat Arkan yang berada di sampingnya terkekeh. "Lah buat apa lo bawa pacar, kalau malah mgejulitin gue." protes Ariana, mencibir Maxim.
"Eh ratu bucin diam lo, pacar gue mau tidur." teriak Jasson, membuat pajacarnya Julian mencubit pinggang Jasson.
"Hah... Cubit aja Jul... sampai biru sampai biru tuh." kata Ariana, tertawa. Membuat semua orang tertawa, kerika mendengar kata kata Ariana.
"Iya nyuruh orang jangan berisik, malah dia yang teriak." kata Gilang tertawa melihat tingkah Jasson dan pacarnya, yang tak pernah terlihat akur. Alias selalu salah faham satu sama lain.
"Tau tu mengganggu ketertiban umum." lanjut Ariana, mencibir Jasson. Jasson yang melihat Ariana mencibir nya, segera melemparkan ciki ke arah Ariana, yang di sambut bahagia oleh Ariana. "Makasih ya kayaknya enak ni." kekeh Ariana, membuat Arkan menarik Ariana untuk segera duduk. Arkan memasangkan sit bell Ariana, sembari kembali mengecup bibir Ariana.
"Duduk, dan segera istirahat, soalnya nanti malam kamu ga akan bisa tidur sayang." kata Arkan merebakan, kepala Ariana di pundaknya, sembari menggenggam tangan kanan Ariana.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.