It'S Me

It'S Me
Episode 147



"Om, eh Mas Arkan jangan melotot gitu dong, terpesona ya." kata Ariana kembali menggoda Arkan, hingga membuat Arkan menggelengkan kepalanya.


"Ariana..." kesal Arkan saat selalu di goda Ariana.


"Iya sayang." jawab Ariana dengan mengedipkan matanya, membuat yang lain semakin tertawa.


...


Sesuai dengan perjanjian, Ariana mulai bekerja di perusahaan Arkan sebagai sekertaris Arkan.


"Ariana oy kebo... bangun." teriak Rayen karna Ariana tidak bangun bangun, meski sudah di nangunka berkali kali.


"Lima menit lagi kak." kata Ariana yang memang hanya bangun pagi kalau bertugas saja.


"Ana sudah hampir setengah delapan." kata Rayen mengingatkan. Namun Ariana tetaplah Ariana, yang tidak akan semudah membalikkan telapak tangan ketika membangunkannya.


Terlalu garam Rayen membangunkan Arian, dengan menendang Arian hingga terjatuh di tempat tidur.


"Auhh... apa apaan sih lo ka." protes Ariana meringis mengusap bokongnya yang terkena tendangan.


"Mangkanya lo bangun, ingat lo kerja di perusahaan Arkan sebagai sekertarisnya." kata Rayen mengingatkan Ariana.


Ariana terkaget karna lupa, bahwa hari ini adalah hari pertamanya menjadi seorang sakertaris seorang Arkan Candana, yang memiliki tingkat kesombongan di level dewa.


Ariana segera berlari menuju kamar mandi, dan bersiap siap untuk berangkat ke Kantor Arkan. Sesampainya di kantor Arkan Ariana segera menuju ruangan Arkan.


Ariana tidak perlu lagi bertanya kepada resepsionis, karna tiga bulan lalu Ariana sudah pernah ke kantor Arkan.


"Halo selamat pagi Om." kata Arian saat membuka pintu tampa di ketuk.


"Kamu terlambat di hari pertamamu bekerja?" tanya Arkan.


"Maaf Om, eh Pak." kata Ariana menundukkan kepalanya.


Arkan sangat tahu kalau bukan rasa bersalah yang Arian tunjukkan, namun kemalasan untuk berdebat.


"Segera duduk di tempatmu, dan kerjakan semua berkas ini." kata Arkan menunjukkan yang berada di atas meja yang telah di sediakan untuk Ariana.


Ariana segera duduk di tempat yang dia sediakan. Ariana hanya tersenyum ketika melihat beberapa peralatan kantornya berbentuk karakter kartun lucu, salah satunya gabar was are bears, Arian sangat suka karakter ketiga pemainnya.


"Makasih ya om." kata Ariana terpekiki kegirangan. Membuat Arkan sedikit tersenyum karna melihat tingkah gadis tersebut.


"Hm." hanya kata itu yang di keluarkan oleh Arkan di sela senyuman yang tipis di bibirnya.


Mereka akhirnya kembali bekerja, dan berkutat dengan pekerjaannya masing masing. Arian terkadang suka bertanya benyak hal, sehingga membuat Arkan sedikit mengangkat alisnya ketika mendengar pertanyaan pertanyaan dari Ariana.


"Om lapar ni, udah jam makan siang." kata Ariana memegangi perutnya yang rata. Arkan segera melihat alrojinya, dan mengangguk.


"Om kok ngangguk doang? Lehernya sakit?" tanya Ariana yang tak mengerti maksud dari Arkan yang hanya mengangguk.


"Ais... maksud saya itu kamu pesan." jelas Arkan sambil melihat ponselnya.


"Ai ai kapten." kata Ariana sambil hormat menaruh tangan kirinya di dahi. Ariana segera mengeluarkan gadjednya, sambil membuka aplikasi pesan mekanan. "Om mau makan apa?" tanya Ariana sambil mencari makanan yang akan di makannya.


"Ayam geprek aja." kata Arkan sembari kembali fokus dengan berkas berkasnya. Ariana hanya duduk sambil membuka laptopnya mengawasi perusahaan dari jauh.


Tak lama kemudian pesanan Ariana dan Arkan segera datang. Segera Ariana turun ke lobi untuk mengambil makanan tersebut. Ariana mengambil makanan tersebut, dan segera kembali ke ruangan Arkan.


"Sebentar." kata Arkan masih fokus dengan berkas berkas yang memang tinggal sedikit.


Ariana segera mengambil kursi nya dan duduk di samping Arkan, Lalu mengambil makanan dan minuman yang telah mereka pesan. Dengan sigap Ariana menyuapi Arkan, sambil menyuapi dirinya sendiri.


"Kalau Om tinggal sayang ninggalin kerjaan, biar Ana yang nyuapin Om." kata Ariana sambil mengunyah makanannya.


Arkan hanya menerima suapan tersebut, tampa protes seperti biasanya.


Setalah makan habis, Ariana segera membersihkan tempat makan mereka, dan membuangnya ke tong sampah.


"Ana besok kamu kuliahkan? Kamu sekalian jadi asisten dosen untuk saya." kata Arkan tiba tiba.


"Apa Om." tanya Ariana tak percaya dengan apa yang di sebut Arkan. "Om, jangan gitu dong, asisten di kantor aja ya." bujuk Ariana.


"Tidak, kalau kamu nolak, biar saya bilangin kamu dengan Om Erick." ancam Arkan, sembari tersenyum licik.


"Yah Om... Kok Ana sih Om..." keluh Arian memelas. "Emang Om ga bosan ya." lanjut Ariana, karna kesal di perintah dengan Arkan dengan sesuka hati.


"Tidak, saya maunya kamu." Kata Arkan, tak I gin dibantah.


"Tapi Om..." keluh Ariana memelas, apa lagi Arkan suka mengancam Ariana mengatas namakan Erick.


"Saya tak suka di bantah Ana." perinta Arkan, dengan kesal, karna terus di bantah Ariana. "Dan satu lagi, sabtu minggu kamu tetap harus menemani saya." titah Arkan, tampa penolakan.


"Yah Om... Ana kan juga punya kehidupan pribadi, bukan cuman ngeliat Om doang." kesal Ariana, sambil memandang Arkan dengan tajam. "Om hidup Ana ini ga melulu tentang muka Om Arkan ya." Kesal Ariana.


"Saya tak suka di bantah." kata Arkan, memandang Ariana dengan tajam.


Sekarang pandangan mereka benar benar seperti mengukur kekuatan masing masing, seolah pandangan mereka adalah amunisi untuk menyerang lawan mereka.


"Om Ana ini masih muda ya Om, Ana juga mau nyari pacar Om." kasal Arian menghentakkan kakinya.


"Saya juga kalau jalan sama kamu, kayak jalan sama pacar Ana." kata Arkan menghela nafasnya.


"Idih emang Om mau ngajak Ana jalan?" kesal Ariana memandang Arkan.


"Kalau akhir pekan mungkin saya bisa Ana." kata Arkan.


"Ih... Om kalau ngajak jalan bilang aja Om, jangan pakai modus aneh gitu." kesal Arian, memandang Arkan.


"Kalau kamu mau jalan sama saya, ya ga papa." kata Arkan santai.


"Idih, sejak kapan Ana bilang mau jalan sama Om." kesal Arian memandang wajah Arkan yang begitu sialnya begitu tampan.


Melihat wajah kesal Ariana Arkan tersenyum manis, Ariana terdiam karna Arkan, mengingatkan Ariana dengan seseorang dari masa lalunya Ariana. Entah kenapa Ariana baru menyadarinya.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.