
Ariana dan Farid saat ini tengah menonton salah satu film dari Disney, mereka berdua tampak sangat menikmati film tersebut, bahkan mereka tidak menyadari kehadiran Arkan. Saat Arkan mendudukkan pantatnya di samping Ariana, Arkan mendapatkan tatapan tajam dari Ariana.
"Mas pakai parfum apa?" tanya Ariana penuh selidik. "Bau banget sih sana, sana, sana." kata Ariana mengusir Arkan.
...
Bukannya menjauh Arkan justru semakin mendekati Ariana, membuat Ariana semakin kesal melihat Arkan.
"Mas bang jauh-jauh sana aihhh." konser Ariana setengah berteriak kepada Arkan. "Coba lihat Mas Arkan sudah dibilang jauh-jauh masih juga deket, emang dikira badannya nggak bau apa." aduh ardiana kepada Farid, tapi Arkan justru semakin mendekati Ariana, hingga Ariana tidak tahan lagi dan berlari ke toilet dapur karena mual.
"Apaan sih tu anak orang harum gini dibilang bau, orang parfumnya yang biasa biasanya juga nggak apa-apa." kata Arkan heran melihat tingkah Ariana sore ini.
"Kecapean mungkin Ar." kata Farid kepada Arkan. Arkan hanya diam ketika mendengar kata-kata Farid, mungkin memang benar bahwa Ariana sedang kecapean. Ariana kembali dari toilet dan melihat Arkan, yang sedang duduk di samping Farid tanpa mengganti pakaiannya. Ariana mendengus kesal melihat Arkan, kemudian memilih untuk melangkahkan kakinya menuju lantai dua dan masuk ke kamarnya.
Arkan yang melihat Ariana menaiki tangga, segera menyusul Ariana untuk masuk ke kamarnya. Saat mendekati Ariana yang tengah duduk di sofa dan bersiap untuk menghidupkan televisi. Ariana segera menjauhi Arkan, dan berlari menuju kamar mandi. Arkan yang melihat hal tersebut segera mendekati Ariana, dan mencoba untuk membantu Ariana.
"Mas mandi sana, Ana mual nyium bau Mas." kata Ariana mengusir Arkan, membuat Arkan memilih untuk melangkah kan kakinya menuju kamar mandi. Setelah setengah jam, akhirnya Arkan keluar dari kamar mandi, dan mengenakan baju.
Arkan mendekati Ariana, yang saat ini tengah menonton film kartun yang akhir akhir ini sering di tontonnya. Ariana melirik Arkan, saat Arkan mendudukkan dirinya di samping nya. Ariana segera mendekati Arkan, dan memeluk Arkan.
"Hmm... suami Ana harum... makin cinta deh." kata Ariana tiba tiba, sembari memeluk tubuh Arkan dengan manja. Arkan terkekeh melihat tingkah Ariana, yang begitu menggemaskan.
Ariana segera mendudukkan pantatnya di atas pangkuan Arkan. Ariana mengecup bibir Arkan dengan malu-malu, sedangkan Arkan hanya memperhatikan, dan menikmati sikap Ariana yang hari ini terlihat berbeda.
"Mas Ana lagi mau itu." kata Ariana dengan menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah, sementara tangannya, dimainkan di atas dada Arkan.
"Itu apa Sayang? Mas nggak ngerti." kata Arkan mencoba menggoda Ariana. Sebenarnya Arkan sangat senang karena ini pertama kalinya Ariana yang memintanya.
"Ih Mas itu loh." kata Ariana mengerucutkan bibirnya, Ariana sedikit kesal karena, Ariana tahu Arkan hanya menggodanya. Arkan terkekeh melihat ekspresi Ariana. tanpa basa-basi lagi Arkan segera mengangkat Ariana menuju tempat tidur mereka, dan terjadilah sesuatu yang hal yang memang harus terjadi.
Arkan terbangun saat waktu menunjukkan pukul 5.30, Arkan segera membangunkan Ariana untuk melakukan mandi wajib. Setelah mandi di mereka segera melaksanakan salat berjamaah..
Arkan menggandeng tangan Ariana menuju lantai bawah untuk makan malam. Terlihat dibawah Farid sudah menunggu mereka dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
"Jadi gimana udah ada tanda-tanda?" goda Farid ketika melihat anak dan menantunya duduk di meja makan. Sontak membuat Ariana malu hingga wajahnya memerah.
"Papa sabar aja Pa lagi usaha ya kan sayang?" kata Arkan ikutan menggoda Ariana, membuat wajah Ariana semakin memerah karena ucapan tidak senonoh suaminya.
"Mas." kesal Ariana kepada Arkan, Ariana segera berdiri untuk mengambilkan suami dan mertuanya nasi dan lauk pauk.
"Papa dengar kamu hebat ya buat dessert?" tanya Farid kepada Ariana, membuat Ariana mengangguk sembari menyodorkan lauk untuk Arkan. "Buatin Papa dessert juga ya." kata Farid meminta dibuatkan dessert kepada Ariana.
"Siap Pak apa yang enggak buat papa." kata Ariana sambari tersenyum, membuat Arkan tersenyum ke arah Ariana, sambil mengusap kepala Ariana.
"Mas nanti Ana mau makan es krim, sama sate ya." kata Ariana tiba-tiba sontak membuat Arkan terkejut, karena belum habis makanan yang ada di piringnya tiba-tiba Ariana kembali meminta untuk dibelikan sate dan es krim. Arkan hanya menggeleng melihat tingkah istrinya, Arkan tiba-tiba teringat dengan kata-kata Maxim, yang suka memanggil Ariana dengan sebutan perut gentong.
Setelah selesai makan malam Farid memutuskan untuk pergi beristirahat, sementara Ariana dan Aran pergi berada di ruang keluarga. Karna Ariana ingin menunggu sate dan es krimnya datang, sembari menunggu Arkan dan Ariana memutuskan untuk menonton film. Ariana tampak memilih film action untuknya dan juga untuk Arkan. Ariana tahu kalau Arkan menyukai film action, makanya Ariana memilih untuk menonton film action.
"Mas masih lama ya?" keluh Ariana di sela sela Mereka menonton film action, dengan lesu.
"Sabar ya Sayang mungkin lagi ngantri." kata Arkan mencoba menenangkan Ariana.
"Eh, ada si ganteng ini rupanya, di film ini." kata Ariana tiba-tiba bersemangat. Membuat Arkan mengernyit tak suka mendengar lelaki lain di puji istrinya.
"Yang mana sih sayang?" tanya Arkan penasaran, dengan laki-laki yang mana yang disebut Ariana tampan. membuat Ariana menunjuk salah satu lelaki dalam pemain film tersebut. Karena merasa cemburu Arkan segera memindahkan channel tersebut ke film kartun.
"Ih kok di pindahkan sih mas?" tanya Ariana kesal melihat Arkan memindahkan channel-nya.
"Bukannya kamu suka nonton kartun ya." kata Arkan ketus ke arah Ariana, membuat Ariana memandang Arkan kesal. "Sudah kita nonton kartun aja ya sayang, ga baik untuk perempuan kalau kebanyakan nonton Salem action." jelas akan mengada-ngada.
"Emang kenapa Mas?" tanya Ariana bingung.
"Banyak adegan kekerasan nya." kata Arkan asal.
"Ih Mas suka lupa nih Ana kan, Capten senior ya biasalah kalau liat yang begituan." protes Ariana kesal. Mambuat Arkan menggerutu Ki kebodohannya.
...
Hai auto mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.