
“Siapkan aku makan siang, aku sungguh lapar ketika melihat para lelaki ini berenang, ah, apa mereka tidak takut belang? Mereka berenang di siang bolong seperti ini, ah… jangan jangan karna terlalu panas jadi otak mereka dedikit dehidrasi dan menyebabkan halusinasi ya? Ah… segera siapkan air untuk mereka.” Kata Gu Ana kepada pelayan tampa mengalihkan pandangannya dari para lelaki yang saat ini masih berada di kolam air.
Setelah mengatakan hal tersebut Gu Ana segera beranjak dari tampatnya dan kembali berjalan menuju pafiliumnya.
“An’er… awas kau, tunggu pembalasanku.” Teriak pageran Nan Cheng tak terima dengan perlakuan dan kelicikan Gu Ana.
“Sudah ku bilang aku lah yang akan tertawa pada akhirnya, apa kau lupa aku bahkan selalu menang melawan musuh ku?” kata Gu Ana sambil tersenyum penuh makna kepada pangeran Nan Cheng, yang tentu saja menambah kekesalan dari pangeran Nan Cheng.
“Sudah lah ayo naik.” Kata pangeran Zang Jade sambil berenang ketepi kolam, dan di ikuti yang lainnya, yang juga berenang menuju ke tepian.
…
Beberapa hari telah berlalu kini dan mereka masih saja marah kepada Gu Ana, bahakan pangeran Zang Limo yang biasanya tidak pernah marah dengan Gu Ana. Gu Ana yang merasa bersalah akhirnya berusaha meminta maaf kepada mereka semua, namun hasilnya nihil mereka semua marah termasuk Gu Min, Gu Jun dan pangeran Nan Cheng.
Kini tepat satu minggu mereka masih mendiamkan Gu Ana. Bahkan hari ini adalah hari pertemuan antar Negara, banyak orang dari berbagai Negara berkumpul untuk merayakan hari pertemuan antar Negara tersebut. Gu Ana melihat mereka kemudian mencoba untuk meminta maaf.
“Hai teman teman, apa kalin masih marah terhadap ku?” kata Gu Ana ketika melihat teman temannya berkumpul. “Baikalah aku sungguh minta maaf, kalian sudah satu minggu loh mendiamkanku.” Kata Gu Ana kembali.
Namun lagi lagi Gu Ana di diamkan oleh mereka semua termasuk putra mahkota Liue, purti mahkota Chu Yuan, Xu Jiali, Xu Jiang, dan Jendral Li Zong.
“Kalian Juga? Ah baiklah jika memang kalian tak ingin berbicara lagi pada ku aku tak akan memaksa kalian, silahkan nikmati kebersamaan kalian, permisi.” Kata Gu Ana sambil meghentakkan kaki dan meninggalkan mereka semua.
Saat Gu Ana berjalan sendirian, tampa sengaja melihat kerumunan enam laki laki berkulit putih, hidung mancung, berperawakan tinggi dan bermata biru sedang bebincang bincang.
“Ah… kerumunan babang tamvan, putri imut nan cantik datang.” Kata Gu Ana menuju ke tempat itu, sambil bercermin untuk melihat wajahnya sekilas. “Ah… cantik.” Guman Gu Ana
Saat Gu Ana sampai ke tempat mereka, Gu Ana menyapa mereka menggunakan bahasa Inggris dengan fasih. Sehingga membuat mereka tercengang karna ada orang dari daerah tersebut yang mengerti bahasa mereka.
“Permisi, apakah kalian sudah mencoba berkeliling? Saya lihat sejak tadi kalian hanya berbincang bincang saja disini.” Kata Gu Ana dengan bahasa inggris yang fasih melayangkan seribu satu modus yang Gu Ana miliki.
“Ah… nona kau bisa berbahasa inggris? Kami sangat senang, disini tidak ada yang mengerti bahasa kami, oh ya kami sebenarnya dari Negara yang sangat jauh disebut Royaume Francais, namaku Clovister, Childeberet, Chlotaire, Charibert, Chilperic, dan Dalgobert.” Kata Clovister mengangguk sopan kepada Gu Ana.
“Ah… tidak perlu sungkan panggil saja namaku Ana, apakah kalian ingin berkeliling di festifal ini dengan ku? Aku tahu beberapa dari anggota kerajaan belum mengerti bahasa kalian, dan aku memiliki hubungan yang baik dengan Raja negri ini.” Kata Gu Ana dalam bahasa Prancis yang sangat lancar.
Lagi lagi mereka dikejutkan dengan bahasa Prancis Gu Ana yang sangat lancar, yang benar benar seperti orang Prancis.
“Ana, kau bisa bahasa Prancis? Bahkan sangat lancar.” Kata Dalgobert, yang terlihat hampir seumuran dengan Gu Ana.
“Ayolah, jangan terlalu memujiku, aku suka bahasa kalian, dan aku banyak mempelajari bahasa kalian, bahkan aku sedikit mengetahui budaya kalian.” Kata Gu Ana sambil tersenyum manis, yang sontak saja membuat Dalgobert tertegun melihat senyum Gu Ana.
“Ah… mari kita berkeliling.” Kata Gu Ana kepada mereka semu.
Kini mereka berjalan bersama sama, mereka bahkan terlihat sangat akrab. Beberapa pasang mata melihat keakraban mereka, memasang wajah iri, karana Gu Ana dianggap beruntung, karna kali ini Gu Ana kembali dikemuni lelaki super tampan, yang membuat beberapa pria dibuat iri oleh ketampanan mereka.
“Ini menurutku adalah makanan paling enak di tempat ini, dan namanya tanghul.” Kata Gu Ana dalam bahasa Prancis yang sontak saja membuat penjualnya bingung tak mengerti kata kata Gu Ana.
“Bisa kami mencicipinya?” tanya Dalgobert bersemangat.
“Dalgobert kau sangat bersemangat sekali.” Kata Chlotaire sambil tertawa di ikuti oleh yang lainnya.
“Tentu saja dia kan suka makan.” Kata Chilpric di sela sela tawanya. Yang berhasil membuat Dalgobert cemberut dibuatnya.
“Ah, benrakah? Kau suka makan? Ah kita memang cocok aku juga suka makan, aku jamin kau akan mengetahui seluruh jenis makanan yang ada di kerajaan ini, besok aku akan menemani kalian untuk berkeliling pasar, dan juga mall, serta rumah hiburan yang ada di sini.” Kata Gu Ana bersemangat.
“Bibi aku pesan dua puluh tusuk tanghul ya.” Kata Gu Ana kepada penjual tersebut.
“Nah setelah kita memesan tanghulnya, kita harus mencari tempat duduk untuk makan, dan aku tau tempat yang pas untuk kita.” Kata Gu Ana kepada mereka semua, dan di sambut dengan anggukan oleh mereka semua.
“Ini tanghulnya nona semuanya 20 keping perak.” Kata penjual tersebut dengan sopan.
“Terimakasih bibi, ini kembaliannya mabil saja.” Kata Gu Ana sambil memberikan beberapa keeping perak.
“Ayo.” Ajak Gu Ana.
Sesampainya mereka di tempat tersebut, ternyata rombongan pangeran dan yang lainnya juga berada di tempat itu, namun Gu Ana mendiamkan mereka, dan memilih untuk berbicara dengan anggota utusan Royaume Francais, mereka berbincang bincang dalam bahasa Prancis yang jelas kelompok pangeran semua tak mengerti bahanya. Sesekali mereka tertawa, bahkan Gu Ana mulai akrab dengan Dalgobert sambil menceritakan kesukaan masing masing, bahkan Clovister berani mengusap kepala Gu Ana dengan lembut ketika Gu Ana bercerita dan tertawa.
Kelompok pangeran yang melihat keakraban mereka dibuat melongo tak percaya, bagaiman mungkin dalam sekejap Gu Ana mampu mendapatkan teman teman sebanyak itu. Jangan tanya pangeran Zang Limo yang melihat ke akraban tersebut sukses membuatnya cemburu, apalagi saat Dalgobert memperebutkan tanghul terakhir bersama Gu Ana, yang akhirnya dilerai oleh Clovister sambil mengelus kepala Gu Ana, sukses membuatnya sangat emosional.
“Limo tahan, mereka hanya sementara saja di sini.” Kata pangeran Zang Handrong.
“Iya, An’er memang mudah dekat dengan orang lain, kau harus tahan ini tinggal beberapa hari lagi.” Kata Gu Min mencoba menurunkan emosi pangeran Zang Limo.
“Aduh kacau ini, kenapa harus ketemu bule sih tu orang.” Bisik pangeran Nan Cheng kepada Gu Jun.
“Mamangnya kenapa?” tanya Gu Jun penasaran.
“Mereka adalah tipe nya, bisa di bilang hampir semua pria yang dekat dengannya memiliki wajah seperi mereka.” Kata pangeran Nan cheng kepada Gu Jun dengan berbisik, yang sialnya ternyata terdengar oleh pangeran Zang Jade dan putra mahkota Zang Liue.
“Bagaimana jika An’er menyukai salah satu di antar mereka?” tanya pangeran Zang Jade tiba tiba, sukses membuat pangeran Nan Cheng dan Gu Jun terkejut.
“Itu dia… sudah lah tunggu saja sampai besok, aku rasa mereka hanya dekat karna An’er mengerti bahasa mereka.”
…
Jangan lupa like and comment, tolong tinggalkan jejak ya biar author tambah semangat, dan punya masukan agar bisa memperbaiki kesalahan yang author buat, sip… ok.