
Arkan kembali melakukan tugasnya sebagai seorang suami, dan Ariana menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Mereka saling puas dan memuaskan, Memberi dan diberi, serta saling melengkapi satu sama lain. Malam ini malam yang dingin kembali menjadi hangat oleh pasangan suami istri tersebut. "Terimakasih sayang," kata Arkan mengecup puncak kepala Ariana.
...----------------...
"Mas capek," keluh Ariana, ketika merasakan kecupan suaminya.
"Mas belum," kata Arkan sembari terus mengecup seluruh wajah Ariana.
Ariana memilih untuk membiarkan saja, menikmati setiap kecupan yang di berikan suaminya.
Setelah merasa puas, akhirnya Arkan menghentikan kegiatannya, dan memilih untuk menarik Ariana ke dalam pelukannya.
"Terimakasih banyak, kekasih dunia akhirat ku," gumam Arkan mengeratkan pelukannya.
Entah kenapa memeluk Ariana menimbulkan rasa hangat, dan nyaman. Setelah sekian lama memeluk tubuh Ariana, akhirnya Arkan tertidur menyusul mimpi indah Ariana yang telah tertidur lebih dahulu.
Pagi harinya Ariana seperti biasa bangun terlebih dahulu, dari tidurnya. Ariana segera ke kamar mandi untuk melakukan ritual paginya, yaitu mandi. Badannya terasa lelah, namun ada rapat pagi ini dengan klayen membuat Ariana harus mempersiapkan semuanya. Sementara CEO dan juga suaminya itu, saat ini masih terlelap di tempat tidurnya.
Ariana segera menyelesaikan mandinya, setelah itu keluar dan mengenakan bajunya. Ternyata Arkan telah bangun dari tidurnya, Ariana tersenyum.
"Mas mandi gih, nih bajunya Ana siapin," kata Ariana di angguki oleh Arkan. "Mas Ana ke kamar vekran dulu ya, nanti tolong di susul ya ke kamar Vekran, soalnya Ana juga mau nyiapin sarapan untuk kita."
Arkan mengangguk segera masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Ariana segera pergi ke kamar Vekran, ternyata Vekran juga sudah bangun dan tengah berada di kamar mandi.
"Sayang... anak mommy lagi mandi ya?" Ariana setengah berteriak dari luar kamar mandi.
Ariana membereskan tempat tidur anaknya, kemudian menyiapkan baju untuk anaknya.
Setelah Vekran selesai mandi, Ariana memakaikan Vekran baju, kemudian menggandeng Vekran untuk turun ke bawah.
Ariana meminta vekran untuk duduk di kursi meja makan, sementara dirinya membantu para koki untuk menyusun makanan. Saat Riana kembali dari dapur, Aryana melihat vekran yang tengah duduk dengan batu di kursi.
Ariana kepala Vekran dengan lembut, membuat background tersenyum kearah Ariana.
Sementara itu Arkan yang baru saja menyelesaikan mandinya, kini telah bersiap untuk memakai bajunya. Setelah selesai Arkan keluar dari kamarnya, dan pergi ke kamar anaknya Vekran. Alangkah terkejutnya, ternyata Vekran sudah tidak ada lagi, Arkan segera masuk ke kamar mandi, namun tak menemukan Vekran.
...----------------...
Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.