It'S Me

It'S Me
Episode 269



Hari ini Ariana di perbolehkan untuk kembali, Ariana terlihat senang, dan kecewa dalam waktu yang bersamaan.


Ariana sangat senang dapat kembali dari rumah sakit, namun saat yang bersamaan anaknya tidak di perbolehkan pulang selama satu minggu ke depan, Karena mempertimbangkan ke kesehatan anak itu.


Arkan menggenggam tangan istrinya, ia mencoba meyakinkan istrinya. Meski Arkan juga merasakan berat untuk meninggalkan anaknya, namun ini demi kebaikan anaknya.


"Kita tiap hari bisa ke sini kok." kata akan meyakinkan Ariana.


Mendengar hal itu, Ariana hanya mengangguk sembari tersenyum ke arah suaminya. Ariana tampak begitu sedih, namun tak ingin membuat suaminya khawatir.


"Iya mas..." kata Ariana nengangguk.


Tak lama kemudian asisten Arkan, membawa sebuah kursi roda untuk Ariana. Ariana sedikit mengkerut melihat kursi roda tersebut, karena jujur saja Ariana sudah bisa berjalan.


"Mas kursi rodanya untuk apa." tanya Ariana bingung melihat kursi roda tersebut.


"Untuk kamu sayang." kata Arkan sembari mengusap lembut punggung istrinya, kemudian mengangkat istrinya dari tempat tidur.


"Mas Ana bisa jalan kok." kata Ariana kepada suaminya.


Namu Arkan tidak bergeming, Arkan tetap mengangkat Ariana menuju kursi roda. Setelah mendudukkan Ariana di kursi roda, Arkan segera memberikan barang barang Ariana kepada ada Rayen.


Rayen dan yang lain keluar terlebih dahulu dari ruangan tersebut, kemudian barulah Arkan dan istrinya yang keluar.


Arkan segera mendorong kursi roda Ariana menuju lift, yang akan mendarat tempat di ruang lobby. Arkan kemudian kembali mendorong kursi roda tersebut ke parkiran rumah sakit. Setalah sampai di parkiran, Arkan segera mengangkat Ariana ke mobilnya.


"Mas Ana bisa naik sendiri mas." keluh Ariana kepada Arkan.


Namun Arkan tetap menggendong Ariana naik ke mobil. Arkan hanya menanggapi kata-kata dan protes Ariana dengan senyuman.


"Hm iya iya..." kata Ariana, ketika Arkan sudah duduk di sampingnya.


"Jalan." kita akan kepada sopir tersebut.


Mendengar perintah Arkan, supir tersebut segera menginjak pedal gasnya.


Ariana sedikit mengantuk di dalam perjalanan, membuat akan segera mengarahkan kepala Ariana, untuk bersandar di pundaknya. Arkan menggenggam tangan istrinya, sembari mengusap puncak kepala istrinya.


"Sayang tidur yang nyenyak ya." kata Arkan sembari mengecup kepala Ariana.


Supir yang melihat tingkah tuannya, tersenyum senyum dan turut merasa bahagia. Ia menginjak kembali pedal gas nya, dan menjalankan mobilnya meninggalkan lampu merah.


"Tuan sudah sampai." kata supir tersebut, sembari tersenyum ke arah Arkan.


"Iya pak." kata Arkan, sembari mencoba menggendong Ariana. "Pak tolong bukakan pintu mobilnya." kata Arkan kepada supir nya.


"Baik tuan." kata supir tersebut.


Arkan segera menggendong Ariana menuju kamar mereka. Untuk membaringkan Ariana di tempat tidur mereka. Arkan mengecup puncak kepala Ariana, sembari memperhatikan dengan lekat wajah Ariana.


"Ibu dari anak anakku memang sangat cantik." guman Arkana, sembari membelai wajah Ariana.


...


Bunyi itu kembali terdengar, seperti sejauh delapan, hingga sepuluh meter darinya. Seperti nya itu menggunakan kamera resolusi tinggi, atau kamera dengan lensa yang cukup mahal.


Justin kembali mendengus, ia mencium bau pengacau, bau ini mudah di kenali, karena berbau tajam dan apek. Selain itu, Justin hanya mencium bau lembab dari tumbuhan sekitar, dan beberapa bau binatang melata. Ya tak salah lagi, ini bau para paparazi yang sangat di benci Justin. (Cinta tuan vampir.)