It'S Me

It'S Me
Episode 200



"Mas jangan jahil..." kata Ariana meracau dalam tidurnya, membuat Arkan tersenyum geli. Ariana memang lucu, bahkan di dalam mimpi pun, Ariana meracau tentang dirinya, yang memang suka menjahili Ariana. Arkan menyadari sikapnya jika di hadapan Ariana, entah kenapa Ariana adalah, hal yang selalu mendapat pengecualian di hidupnya. Arian selalu mendapat tempat yang istimewa di hatinya. Arian lebih tepatnya merupakan sebuah anugrah, yang Tuhan hadirkan ke dalam hidupnya. Semua hal yang dilakukan oleh, Arkan kepada Ariana, merupakan hal yang sangat istimewa, untuk menunjukkan kasih sayangnya. Jujur saja meskipun Ariana, kini menjadi istrinya, sekaligus miliknya seutuhnya, Arkan terkadang merasa takut kalau kalau, Ariana berpaling dari dirinya.


"Mas sayang sama kamu sayang." kata Arkan, menarik Ariana ke dalam pelukannya, dan mencium puncak kepala Ariana. Arkan memejamkan matanya, dan ikut terlelap.


...


Pagi harinya Arkan dan robongan, tengah bersiap menuju lokasi, yang telah mereka sewa, untuk liburan. Mereka menuju Forbiden City, Ariana telah membaca tentang tempat yang mereka tuju. Ariana tersenyum senang, karna mereka bisa masuk, dan menikmati tempat tersebut.


Karna selama hampir 500 tahun lamanya, Kota Terlarang Peninggalan Dinasti Ming tersebut hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja. Istana ini terletak tepat di tengah-tengah kota kuno Beijing. Sekarang tempat wisata di China ini difungsikan menjadi museum.


Keseluruhan kompleks memiliki luas kurang lebih 720.000 meter persegi dengan 800 buah bangunan dan lebih dari 9900 buah kamar. Bangunan-bangunan kuno itu dibangun dengan sangat simetris. Bangunan istana tersebut dikelilingi oleh pagar tembok dengan tinggi mencapai 8 meter. Di luar pagar tembok terdapat sungai yang memiliki lebar kurang lebih 53 meter.


Sesampainya di sana, mereka segera di sambut oleh penjaga. Beberapa penjaga, takjup melihat wajah mereka, bukan karna wajah mereka, yang memang menawan. Namun kemiripan mereka dengan salah satu anggota kerajaan, yang terkenal, dan kisah cinta mereka terkenal hingga sekarang. Bahkan beberapa kisah mereka telah dibuat, menjadi film.


"Selamat siang, silahkan ikut kami, untuk mengganti pakaian kalian." kata salah satu penjaga dengan bahasa Mandarin, yang langsung di terjemahkan Armin. Sebenarnya Armin malas untuk, menjadi penerjemah mereka. Namun semua orang setuju, menurut alasan mereka, agar Armin lebih sering berbicara.


Ariana dengan penuh semangat, mengikuti langkah penjaga. Namun langkahnya di hentikan oleh Arkan, Arkan ingin Ariana melangkah bersamaan dengan dirinya. Arkan menggenggam tangan Ariana, untuk mengikuti penjaga.


Sesampainya mereka di tempat ganti baju, Arkan menarik Ariana, menuju ruangan yang sama, membuat mereka menggeleng kepala, jengah melihat tingkah Arkan.


"Aduh Mas, ada apa?" tanya Ariana bingung dengan sikap Arkan.


Ariana memakaikan celana dulu, mengenakan hanfu traditional, sangat berbeda dengan baju biasa. Ariana membatu Arkan, hingga membuat Arkan tersenyum senang. Arkan terus memperhatikan setiap pergerakan, dari Ariana, yang membantunya mengenakan hanfu.


"Sayang." panggil Arkan, membuat Ariana mendongakkan kepalanya, ke arah Arkan. Cup... satu kecupan tepat di bibir Ariana, membuat Ariana, menggelengkan kepalanya. "Gantian ya, biar Mas bantu kamu ganti hanfunya." kata Arkan melingkarkan tangannya di pinggang Ariana.


"Ya Mas." kata Ariana tersenyum manis ke arah Arkan. "Mas bisa lepasin ga? Ana mau makai hanfunya." kata Ariana melepaskan pelukan dari Arkan.


Ariana segera menanggalkan pakaiannya, dan meminta Arkan, untuk membantunya mengenakan hanfunya.


"Mas bantuin." pinta Ariana, kepada Arkan, yang sejak tadi hanya memandanginya. Arkan dengan semangat segera membantu Ariana, mengenakan hanfu. Namun bukan Arkan namanya, jika hanya membantu Ariana, untuk mengenakan hanfunya, di sela sela membantu Ariana, dengan jahilnya Arkan menciumi pundak mulus Ariana, hingga meninggalkan beberapa bekas kepemilikan.


"Mas..." keluh Ariana, saat merasakan bibir lembut Arkan, mengenai pundak mulusnya, yang ke sekian kalianya. "Mas... Kita udah di tungguin loh Mas." kata Ariana, dengan sedikit desahan, karna kali ini Arkan, sedikit menggigit pundaknya, meninggalkan bekas. Arkan kini semakin terbawa suasana, hingga tangannya bergeliria ke mana mana. "Mas... udah ya." kata Ariana menghentikan aktifitas dari Arkan, membuat Arkan berdecak kesal.


"Pokoknya nanti malam dua kali kipat ya sayang." kata Arkan akhirnya, sembari mengecup leher Ariana sebentar, dan membantu mengenakan hanfu. Arkan memang terkadang tak mampu mengontrol dirinya sendiri, ketika bersama dengan Ariana, hingga sering kali membuat Ariana, kewalahan di buat oleh Arkan.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.