
"Pikiran sudah dewasa ya..." timpal Maxim menaik turunkan alisnya. "Walaupun pakai eyeliner ga bisa." ejek Maxim, hingga menimbulkan tawa. Mendengar hal itu Jasson tertawa, dan tangan kanannya refleks memukul pundak Maxim, hingga membuat Maxim mengaduh kesakitan.
"Wah parah lu Jass, ini namanya toxic dalam pertemanan." kata Ariana memanas manasi Maxim.
"Iya nih parah banget." kata Maxim memandang kesal ke arah Jasson.
"Sebelah mana tadi?" tanya Ariana, sembari mandang ke arah Maxim. "Sebelah sini ya." tanya Ariana sembari memukul pundak Maxim, yang satunya. Sontak membuat Maxim melototkan matanya.
...
"Bukan loh sebelah sini." kata Jasson kembali memukul pundak Maxim.
"Ah masa? bukannya sebelah sini ya?" tanya Ariana memukul kembali pundak yang satunya.
"Ih salah coba lihat baik baik." kata Jasson kembali memukul pundak Maxim. Mata Maxim melotot ke arah Ariana kemudian ke arah Jasson. Maxim memegangi pundak yang telah di pukuli oleh Ariana dan Jasson. Di dalam hati Maxim, seribu sumpah serapah, telah di lontarkan untuk kedua sahabatnya itu.
"Kenapa? Lagi nyumpahin ya?" tanya Jasson tersenyum kemenangan ke arah Maxim.
"Lo bedua temen ga ada akhlaknya ya, awas lo kena azab." kesal Maxim.
"Baiklah hari ini kita melakukan pertunangan dulu ya." kata Rayen menengahi pertengkaran antar Maxim melawan Ariana dan Jasson.
"Mommy..." teriak seorang anak kecil ke arah Ariana, yang saat ini sedang berbincang bincang. Ariana terkejut mendengarkan teriakan dari anak tersebut, semua orang menghadap ke arah sumber suara, termasuk Ariana. Saat melihat anak tersebut turun dari gendongan Around, dan berlari ke arahnya, Ariana girang bukan main.
"Brayen..." teriak Ariana, saat melihat Brayen berlari ke arahnya.
Brayen memang memanggil Ariana Mommy, karna Ariana dulu sempat memiliki hubungan dengan Daddy nya Brayen, Around. Around memang merupakan Duda ber anak satu, namun usianya masih muda, berkisaran dua puluh delapan tahun, Brayen saat ini berumur tiga tahun.
"Brayen anak Mommy..." kata Ariana dalam bahasa inggris, sembari membelai rambut Brayen, dengan penuh kasih sayang. membuat Arkan tersenyum simpul ke arah Ariana, yang terlihat sangat lembut, dan penyayang ketika bersama dengan seorang anak kecil. "Brayen sama Nina kesini?" tanya Ariana dengan lembut kepada Brayen.
"Iya Nina sedang ke toilet, jadi Saya dengan Daddy.
"Ana maaf mengganggu waktu kamu dengan keluarga mu." kata Around merasa tidak enak, dengan orang orang yang bersama Ariana. Beberapa dari orang orang itu, Around kenal, namun beberapa yang tidak Around kenal. "Perkenalkan nama saya Around, maaf mengganggu waktunya." kata Around menyapa semua orang yang ada di meja Ariana.
Arkan mengerutkan keningnya, ketika mengetahui laki laki yang di panggil Brayen adalah Around. Arkan jelas mengetahui, bahwa Around adalah mantan kekasih Ariana. Around terlihat lebih muda darinya, dan juga terlihat lebih gagah. Arkan memandang Ariana yang tengah duduk di sampingnya, yang saat ini sedang bermain bersama Brayen.
"Around Ana bentar lagi menikah loh, nanti kamu datang ya." kata Maxim memberitahukan kepada Around.
"Kira kira dua minggu lagi." kata Maxim santai, sambil sesekali mencuil pipi Brayen, yang sedikit tembem.
"Ariana katamu bulan depan? Kenapa cepat sekali? Kalau tau kan aku akan memperlambat jadwal ku." kata Around memandang Ariana.
"Di percepat." kata Ariana cengengesan. "kamu datang dengan mommy Cristina ya." kata Ariana, sembari menaiki turunkan alisnya.
"Iya, oh ya mana calon mu?" tanya Around penasaran.
"Dia." kata Ariana santai sembari kembali mengecup pipi Brayen. Arkan dan Around berkenalan, dan mengakrabkan diri, agar tidak terjadi kesalah fahaman.
"Mommy, tadi Brayen main sama Mommy Cristina, dia ngakak Brayen main, cerita, sama beli ice cream." celoteh Brayen menceritakan seluruh ceritanya, dengan mimik wajah imutnya.
"Wah pasti seru." kata Ariana, antusias dengan cerita Brayen.
"Iya Mom..." kata Brayen yang terlihat bahagia. "Mommy dia calon Daddy nya Brayen ya Mom?" tanaya Brayen menunjuk ke arah Arkan, dengan mimik wajah lucu.
"Iya, namanya Daddy Arkan." kata Ariana tersenyum lembut, sambil kembali mengecup pipi Brayen.
Arkan dan Around menghentikan pembicaraan mereka, kemudian memandang ke arah Brayen, yang saat ini memandang Arkan dengan pandangan menyelidik, yang semakin membuatnya tambah menggemaskan.
"Sayang kenapa?" tanya Ariana kepada Brayen, ketika melihat cara pendang Brayen ke arah Arkan.
"Daddy Arkan, awas ya kalau buat Mommy nangis, kata guru di sekolah, laki laki tidak boleh memukul perempuan." kata Brayen terus memandangi Arkan dengan penuh selidik.
"Sayang tidak boleh bilang begitu dengan Daddy Arkan." tegus Around kepada Brayen, yang memang akan mengatakan apa yang di pikirkannya. "Arkan maaf ya Brayen memang begitu." kata Around meminta maaf kepada Arkan, karna merasa tidak enak.
...
Sorry Guys ☹️😥 entah kenapa review nya se abad, jadi Author ga bisa up banyak banyak. Mungkin terjadi kesalahan di pusatnya, mohon pengertiannya teman teman.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.