
"Engga Daddy, Arkan minta maaf ga bisa jagain Ana, harusnya Arkan tadi lebih ekstra jagain istri Arkan." jelas akan merasa bersalah kepada mertuanya, membuat Erivk tersenyum.
"Udah ga papa, yang penting Ana sehat, dan kandungannya juga tidak apa apa." kata Erick membuat Arkan tersenyum memandang istrinya.
...
Ariana tampak tengah membalas senyum dari Armin dan Maxim membuat Rayen benar benar menggelengkan kepala. Benar saja ini semua adalah rencana mereka bertiga, ketiga sahabat ini memang benar benar mengerikan. Mengganggu salah satu di antara mereka, sama dengan mencari masalah dengan mereka semua.
"Ah... Jasson kemana?" tanya Rayen tiba tiba teringat Jasson yang biasanya bersama mereka.
"Ah iya, tau ga bareng kita, katanya ada urusan mendadak." kata Armin juga terlihat sedikit bingung.
"Iya, habis ngasih berita dia langsung cabut, terus ponselnya ga bisa di hubungin." jelas Maxim membuat mereka semua mengangguk. "Kayaknya urgent deh." lanjutnya.
"Eh An... lo buat dessert lagi ga?" tanya Maxim sontak membuat semua orang memandang ke arahnya. "Apa? Nanya doang kok." jelas Maxim sambil cengengesan, menampilkan gigi rapi nya.
"Hadeh Bambang Bambang, ni ya kalau kurang asupan gizi ke otak." kesal Ariana sembari mendudukkan pantatnya. " Gue lagi sakit rengginang hambar." kata Ariana, sembari mengusap wajahnya.
"Kan kali lo kerajinan, gara gara bawaan dede bayi." goda Maxim membuat yang lain menggeleng karna sifat Maxim, yang tak pernah berubah. "Iya ga debay." kata Maxim sembari menjongkokkan badannya, menghadap perut Ariana yang masih rata.
"Ga gitu juga Bambang sutejo." kata Ariana menirukan suara anak kecil, membuat orang orang tertawa.
"Ih suara anak kecilnya serem." ejek Maxim membuat orang orang tambah tertawa.
Tak lama kemudian asisten rumah tangga datang dan membawa cemilan, dan minuman untuk mereka semua.
"Wihhh..." kata Ariana tampak bersemangat.
"Eh perut gentong biasa aja kali." ojek Maxim kepada Ariana.
"Kan aku dua orang." kata Ariana tidak terima dibilang perut gentong.
"Sekarang, tapi kemarin kemarin kan cuman satu orang, Kak Arkan emang kuat sama nafsu makan ni bocah?" tanya Maxim sembari menunjuk Ariana, membuat Ariana sontak berdengus kesal dibuatnya.
"Eh lo jangan suka ngajak ribut ya, jangan suka buat Ana kesal ya..." kata Ariana dengan nada kesal. "Ingat ya Ana Ni lagi mengandung, Ana ga mau anak Ana mirip Max." hardik Ariana kesal sembari mengetuk meja berkali-kali.
"Ya bagus dong gue kan ganteng, dari pada pengikut lo jelek, untung untungan anak lo mirip Arkan, apalagi kalau mirip gue jackpot banget." kata Maxim membanggakan dirinya, karena Maxim merasakan Ia adalah yang paling tampan diantara yang lainnya, membuat Ariana memutar bola matanya dengan malas.
Sementara di tempat lain, Ririn sedang berada di kursi penumpang berdampingan dengan orang yang membebaskan nya tadi. Ririn terlihat sedikit tersenyum berterima kasih kepada orang itu.
"Terimakasih atas jaminan nya." kata Ririn memberikan senyum terbaiknya kepada orang itu, bagaimanapun Ia adalah orang yang membebaskan Ririn dari penjara. Karna ayahnya sendiri tidak punya niat untuk membebaskannya, terlebih lagi dengan adanya berita yang tersebar, membuat beberapa pengusaha mencabut saham maupun modalnya di perusahaan Chandra Group.
"Lihat lah kau benar-benar ceroboh berkali kali masuk ke perangkap mereka, pantas saja Tuan Arka tidak mau denganmu." kata lelaki itu menghardik Ririn, Ririn benar-benar terkejut melihat berita tersebut, belum lagi video yang menampakan dirinya tengah marah-marah di dekat kemacetan, membuatnya benar-benar dicap sebagai wanita yang tidak benar.
Ririn kemudian beralih membuka ponselnya, di dalam ponselnya terdapat begitu banyak pesan yang menampakan beberapa berita, mereka semua rata-rata bertanya apakah berita itu benar atau tidak. Di antaranya ada pesan ayahnya yang memintanya untuk pulang.
"Pulang kamu pulang sekarang juga kalau sudah bebas, Ayah sangat malu dengan apa yang kamu lakukan." isi pesan tersebut yang sontak membuat Ririn menangis, Ririnkemudian membuka sosial media nya alangkah terkejutnya dia, banyak orang yang menghujat nya difoto terakhirnya. Hampir semua orang mengatakan bahwa dirinya adalah pelakor yang tidak tahu diri, membuat Ririn benar-benar tertekan hari ini.
Entah bagaimana caranya ia melalui semua ini, apalagi keluarganya ia harus bertemu dengan keluarganya, ayahnya memintanya untuk kembali.
Mungkinayahnya akan mencabut seluruh sosial media maupun izin keluarnya, karena telah mencoreng nama baik dan reputasi pekerjaannya di kantor.
"Kita pulang sekarang, ke alamat Xxxx." kata Ririn memberikan alamatnya kepada lelaki tersebut, lelaki tersebut memberikan kode kepada supirnya untuk mengikuti alamat yang disebutkan oleh Ririn.
"Sudah kubilang berhenti Anda hanya masuk umpan mereka." kata lelaki itu kembali kepada Ririn, membuat Ririn benar-benar menitikkan air matanya.
"Wanita itu sungguh licik." gomen Ririn yang masih bisa didengarkan oleh lelaki itu.
"Berapa kali harus kukatakan lawanmu ini bukan tandingan mu baik dari segi apapun dia lebih baik darimu." lelaki itu santai membuat Ririn semakin membenci Ariana, ingin rasanya diri mendatangi Ariana sekarang dan membuatnya keguguran. Namun semua harus ditahan terlebih dahulu saat ini, karena Ririn harus bersiap untuk menghadapi seluruh anggota keluarganya.
Ririn tersenyum getir ketika sampai di depan pintu gerbang rumahnya, Ririn tahu betul apa yang akan terjadi. Mungkin Ririn akan dicabut lagi sejumlah fasilitas nya.
"terimakasih atas tumpangannya hari ini saya tidak akan pernah melupakannya." katharine kembali menutup pintu mobil tersebut, lirik memperhatikan mobil tersebut hingga pergi menjauh dan perlahan-lahan menghilang.
"Sekarang bagaimana cara aku mengatakannya dengan Ayah, Ayah pasti sangat marah." keluh Ririn dalam hati. "Bagaiman bisa seperti ini, aku benar benar tak habis fikir." kata Ririn sembari memijat pelipisnya.
Saat membuka pintu mereka Ririn dikejutkan dengan orang-orang yang telah berkumpul dan menunggu Ririn.
"Pah..." guman Ririn takut menunduk ketika ayahnya memandangnya dengan sangat tajam.
...
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.