It'S Me

It'S Me
Episode 216



Bagaimana tidak Ririn bahkan kalah dengan telak ketika melawan Ariana. Pertama tama Ririn kalah dan dipermalukan oleh Ariana, yang ternyata sangat licik. Saat piring tengah menangis tiba-tiba seseorang mengetuk pintu mobilnya, dan orang yang mengetuk tadi hanya memberikan secarik kertas kepada Ririn.


"Jika kau benar benar ingin memikirkannya datanglah ke restoran seafood di samping malioboro land." isi surat tersebut sontak membuat Ririn mengerutkan keningnya.


...


Setelah menerima surat tersebut Ririn langsung menghidupkan mobilnya, dan menancapkan gas meninggalkan parkiran restoran tersebut. Sepanjang perjalanan Ririn terus memikirkan siapa pengirim surat tersebut. Ririn sedikit tidak yakin apakah Ia harus menemui si pengirim surat tersebut atau tidak.


Sementara di tempat lain Ariana dan Arkan tengah melajukan mobilnya menuju kantor Arkan, di sepanjang perjalanan Atkan terus saja menggenggam tangan Ariana, jujur saja ia sangat khawatir jika istrinya ini salah paham. Sesampainya dikantor Arkan segera menggandeng Ariana untuk menuju lift, Arkan segera memencet tombol lift tersebut menuju ke ruangannya.


"Sayang maaf tadi Mas nggak tahu kalau ada Ririn." kata Arkan setelah mereka memasuki ruangan kerja Arkan, membuat Ariana mengangguk tanda mengerti. Arkan tersenyum senang karena istrinya ini tidak salah paham.


"Mas Ana istirahat ya mas Ana capek." kata Ariana segera merebahkan badannya di sofa. "Mas sofanya gedean ini siapa baru ya?" tanya Ariana karena baru menyadari sofa yang ada di ruang kerja suaminya telah berganti.


"Iya kan kamu mau datang ke sini jadi Mas minta asisten Mas untuk mengganti semuanya." jelas Arkan sembari tersenyum kepada Ariana. Mendengar hal itu Ariana dengan segera mengangguk dan merebahkan badannya di sofa tersebut.


Arkan kemudian kembali berkutat di pekerjaannya, sementara Ariana sibuk memainkan ponselnya. Mengirim beberapa pesan kepada teman temannya. Ariana tampak tersenyum ketika membaca salah satu pesan dari teman temannya. Setelah membaca pesan itu Ariana segera meletakkan ponselnya dan beristirahat.


Setelah Arkan bekerja kini jam menunjukkan jam lima lewat tiga puluh sore, Arkan melihat Ariana masih tertidur pulas. Semenjak hamil Ariana memang lebih banyak tidur dari biasanya. Arkan berjalan ke tempat istrinya tertidur dan segera mengelus puncak kepala istrinya.


Merasa terganggu Ariana segera membuka matanya, mengerjap beberapa kali dan mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk di retina matanya.


"Eh Mas sudah selesai ya maaf ketiduran." kata Ariana tersenyum kearah suaminya.


"Iya nggak papa sayang, sekarang kita pulang ya soalnya sudah jam 5." kata Arkan mengelus puncak kepala Ariana dengan lembut.


Ariana dan Arkan segera keluar dari kantor tersebut dan memacu mobil mereka ke kediaman Candana. Arkan tersenyum ketika melihat istrinya menikmati jalanan yang mereka lalui, walaupun ada sedikit macet di beberapa titik karena ini memang sudah jam pulang untuk para pekerja kantoran. Namun Ariana tampak menikmati jalanan tersebut, entah karena Ariana tidak pernah keluar lagi selama ia hamil ataukah yang lainnya.


"Sebelum kita pulang kamu mau beli sesuatu tidak?" tanya Arkan kepada Ariana.


"Kayaknya enggak dulu deh Mas Ana mau cepet-cepet pulang aja, pingin peluk Mas ku ini." kata Ariana membuat Arkan terkekeh, istrinya ini memang mampu membuat Arkan menjadi bahagia, hanya dengan kata-kata manisnya.


Setelah mereka sampai di kediaman Candana, Arkan segera menuntun istrinya masuk ke dalam rumah. Alangkah terkejutnya Ariana ketika teman-temannya sedang berkumpul di rumah.


Ariana tampak amat bahagia dan segera menghampiri teman-temannya. Armin segera memeluk Ariana dengan, sembari memberi selamat kepada Ariana.


"Maaf ya sayang Gege baru pulang dari Belanda." kata Armin meminta maaf kepada Ariana yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri, terlebih lagi dahulu di kehidupan sebelumnya mereka adalah kakak beradik.


"Gege akan mendukung semua rencanamu." bisik Armin kepada Ariana yang hanya mampu didengar oleh Ariana.


"Sayang terima kasih akan memberikan Ayah cucu." kata Erick, sembari meneteskan air matanya membuat mereka yang ada di ruangan tersebut menjadi terharu.


"Wais Daddy gantian, Rayen juga kangen dengan Cecunguk satu ini." kata rayen memecahkan kesedihan di dalam ruangan tersebut. "Aih adik kecilku sekarang akan menjadi mommy." seru Rayen dengan sangat heboh memeluk adiknya.


"Iya kalau begitu Kakak ku ini kapan menyusulnya kan sudah ada calon." kata Ariana sontak membuat Erick segera memandang putra satu-satunya. Ariana segera menutup mulutnya karena lupa akan kehadiran Erick.


"Siapa calon dari anak tengil satu ini?" tanya Erick menatap tajam kearah Ariana seolah meminta penjelasan.


"Nanti Daddy juga akan tahu, jadi Daddy jangan khawatir." kata Rayen sedikit gelagapan.


"Daddy lapar tidak Anda sudah buat banyak tidur loh." kata Ariana mengalihkan pembicaraan.


"Ka papah kamu mana?" tanya Eric tanpa menjawab kata-kata dari anak perempuannya. Membuat Ariana terkekeh kecil melihat tingkah dari Rayen.


"Eh toa berjalan, mulut sales banget ya pingin gue bejek rasanya." kata Rayen dengan geram melihat tingkah adiknya satu ini, yang suka sekali keceplosan.


Bukannya kesel Ariana justru tertawa mendengar kata-kata dari kakaknya. Ariana segera berjalan menuju dapur dan membawakan teman-temannya dessert. Entah kenapa semenjak Ariana hamil Ariana sangat suka membuat dessert. Membuat Farid senang karena pikir saja Ayah mertuanya itu suka sekali memakan dessert, Ayah mertuanya itu sama seperti Daddy nya, Erick yang suka sekali memakan dessert.


Mariana datang dari arah dapur dengan membawa dessert, dibantu oleh para asisten rumah tangga yang bekerja di rumah besar Candana.


Semua orang yang melihat dessert yang dibawa Ariana berdecak kagum, bagaimana tidak tatanan dari dessert tersebut tidaklah kalah dari seperti yang dijual di restoran. Ariana yang menyadari tatapan kagum teman-temannya menjadi, Ia yakin bahwa makanan tersebut sangatlah enak. Jika mengikuti MasterChef mungkin dia akan mendapatkan julukan Queen of dessert. Kata Ariana hanya dalam pemikirannya saja.


Melihat Riana hanya berdiri saja membuat Arkan menarik tangan Ariana, singkat tertutup di sampingnya.


"Ha mulai lagi bucinnya." teriak Maxim, Jason, Aldi dan Bima secara bersamaan.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.