
"Wah kau memang penggemarku garis keras ya." kata Gu Ana geleng kepala. "Aku tak menyanga kecantikan ku mampu membuatnya begitu." lanjut Gu Ana, sambil terus memandangi raja Bao Ling dengan seksama, mencari kebohongan di sana. "Kau benar benar tak berbohong? Apa semalam kau telah sadar?" Tanya Gu Ana penuh selidik kepada raja Bao Ling.
...
"Sebenarnya aku sudah bangun saat kau sedang membersihkan tubuhku." Kata raja Bao Ling sambil tersenyum ke arah Gu Ana. "Aku sangat menikmati sentuhanmu." kata raja Bao Ling menggoda Gu Ana, sambil memeluk tubuhnya sendiri.
"Kenapa kau tak mengatakannya? Setidaknya aku tak perlu menggosok badanmu, aku bahkan seperti pelayan." protes Gu Ana, cemberut karna merasa di kerjai oleh raja Bao Ling.
"Auh... " kata raja Bao Ling tiba tiba memegang bahunya.
"Hei Ling Ling, kau kenapa? Apa sakit?" Tanya Gu Ana cemas sambil mendekat ke arah raja Bao Ling. Dengan hati hati Gu Ana memapah raja Bao Ling, ke arah batu yang mereka jadikan tempat tidur.
Gu Ana melihat perban raja Bao Ling, teringat bahwa perbannya harus di ganti. Dengan cekatan Gu Ana melepas perban raja Bao Ling dengan hati hati. Kemudian mengambil hanfu dalam, yang sudah Gu Ana robek untuk di jadikan perban.
Gu Ana segera mencuci perban raja Bao Ling, Kemudian menjemurnya di samping api unggun agar cepat kering. Sementara itu, hanfu dalam raja Bao Ling, yang masih bersih di basahkan, kemudian airnya di peras.
"Ini gosokkan di seluruh tubuhmu." Ucap Gu Ana memeberikan hanfu basah kepada raja Bao Ling.
"Bisa tolong bantu aku? Bahuku sangat sakit." kata raja Bao Ling, dengan wajah lesu. Karna iba akhirnya Gu Ana, mengusap tubuh Raja Bao Ling menggunakan hanfu basah. Dengan sangat hati hati, Gu Ana mengusap kan Hanfu basah tersebut di daerah punggung raja Bao Ling.
"Bagian belakang sudah, ini ambil kau usap bagian depan." kata Gu Ana menyerahkan hanfu basah tersebut.
"Bahu kiriku masih susah untuk di gerakkan." kata raja Bao Ling memelas.
"Kau masih punya tangan kanan." Kata Gu Ana masih kekeh memberikan hanfu basah tersebut.
Akhirnya raja Bao Ling mengambil hanfu basah tersebut, namun tiba tiba hanfu tersebut terjatuh. Membuat Gu Ana menghela nafas frustasi.
"Sini biar aku saja." Kata Gu Ana akhirnya mengalah, kemudian menundukkan pantatnya di depan raja Bao Ling, dan mengusap tubuh raja Bao Ling.
"Aku rasa kau cocok menjadi permaisuriku." Bisik raja Bao Ling, di telinga Gu Ana. Hingga membuat wajah Gu Ana memerah, karna kedekatan mereka.
"Sudah selesai." Kata Gu Ana, mempercepat langkahnya menuju perban, yang di gantung. Setalah itu Gu Ana, membalutkan perban di tubuh raja Bao Ling. Dengan cekatan Gu Ana memasang perban di badan raja Bao Ling.
setelah selesai Gu Ana segera berdiri, mamun sebelum berdiri tangannya di cekal oleh raja Bao Ling, kemudian raja Bao Ling segera menarik tangan Gu Ana, dan membuat Gu Ana duduk di pangkuan raja Bao Ling.
"Jadilah permaisuriku, setelah keluar dari sini, aku akan memintamu secara pribadi kepada ayahmu." kata raja Bao Ling, memandang Gu Ana dengan seksama.
"Jangan bercanda lagi, nanti lukamu semakin parah." kata Gu Ana, hendak berdiri.
"Apa kau khawatir dengan ku?" tanya raja Bao Ling.
"Bukan tepatnya lukamu." Kata Gu Ana memalingkan wajahnya yang sudah memerah. Membuat raja Bao Ling tersenyum, memandang Gu Ana.
"Jangan menggombal lagi, aku sudah sering mendengarkan nya." Kata Gu Ana tampa memandang raja Bao Ling. Raja Bao Ling menghadapka wajah Gu Ana, ke arahnya.
"Tatap aku." titah raka Bao Ling, di ikuti oleh Gu Ana. "Apa aku terlihat sedang merayumu? Aku hanya ingin kau memahami ku." kata raja Bao Ling, dengan wajah serius. Gu Ana terus melihat ke dalam mata raja Bao Ling, mencari kebohongan di baliknya, Namun tak mendapatkannya.
"Nona Gu, An'er... kau gadis yang menghantui ku selama dua tahun, aku melamarmu sekarang, secara pribadi, maukah kau menjadi permaisuriku. Aku berjanji setelah kita keluar, maka aku akan melamarmu secara pribadi." kata raja Bao Ling dengan raut wajah serius, terus memandangi Gu Ana dengan lekat.
"Jika aku memberi syarat untuk mu kau akan meneriama?" tanya Gu Ana tak kalah serius.
"Hm apapun." kata raja Bao Ling dengan bersungguh sungguh.
"Kalau aku memberimu antara Tahtamu dan aku kau memilih yang mana?" Tanya Gu Ana memandangi wajah raja Bao Ling.
"Aku akan memilihmu." Kata raja Bao Ling, tampa ragu. "Tahtaku akan ku berikan kepada adik keduaku." lanjut raja Bao Ling.
"Kau sedang tidak bercanda kan?" Tanya Gu Ana, dengan wajah tak percaya.
"Tidak, saat bersama keluarga mu, aku merasakan sebuah kehangatan, tak ada perbedaan kedudukan, semua pelayan setia dengan keinginannya, tak ada kepalsuan." kata raja Bao, mengusap wajah Gu Ana.
Kini tak ada perlawanan dari Gu Ana, raja Bao Ling tersenyum, sambil memandang Gu Ana. "Kau tahu aku sangat mencintaimu, menunggu mu selama dua tahun, itu sangat berat bagi ku, kau sudah di hadapanku, maka aku tak akan melepaskanmu." kata raja Bao Ling terus membelai wajah Gu Ana, setiap incinya.
Raja Bao Ling mengecup kening Gu Ana, dengan mesra. Rasanya tengah menumpahkan segala kerinduannya, kepada gadis yang selama ini terus mengusiknya. Gu Ana memejamkan matanya, menerima kecupan raja Bao Ling, yang terasa menghangat.
Dengan perlahan raja Bao Ling mendekatkan wajahnya kembali ke arah Gu Ana, dan mel**at bibir Gu Ana. Meski tampa balasan, maupun perlawanan. Setelah beberapa menit, Raja Bao Ling melepaskan pangutannya, dan segera maraup nafa dengan rakusnya.
Raja Bao Ling segera membaringkan Gu Ana, dengan lengan kanannya menjadi bantalan Gu Ana. Kemudian kembali mengecup mesra bibir Gu Ana.
"Tidur lah, aku lemah terhadapmu." Kata raja Bao Ling, menggelamkan wajah Gu Ana di dada bidangnya.
"Jantungmu berdetak kencang, suaranya indah." kata Gu Ana mendongak ke arah raja Bao Ling.
"Hm... tidur lah." kata raja Bao Ling, mengeratkan pelukan.
"Kenapa kau mencintaiku?" Tanya Gu Ana.
"Entahlah, aku juga tak tahu." Kata raja Bao Ling mengusap kepala Gu Ana dengan lembut. "Istirahat lah, aku tak ingin kau sakit." tambah raja Bao Ling, mengecup puncak kepala Gu Ana.
...
Alhamdulillah sekarang laptop aku sudah baikan, berkat doa dari teman teman, terimakasih dukungannya.
Hi teman teman mampir ke novel baru ku dong Can U Make Me falling love again?