
Dua orang pemuda terlihat melakukan tos dan kegirangan. Tawa mereka membuat wajah tampan itu semakin berbinar saja.
"Akhirnya lagu terbaru kita sukses, Xu Kai!! Dengan menambahkan rapper untuk bagianmu, lagu itu menjadi semakin lebih fantastis dan keren sekali!! Kamu sangat luar biasa, Xu Kai!!" ucap Xie Jun Ze dengan wajah berbinar.
"Hhm!! Dan ini semua berkat ide cemerlangmu, Jun Ze! Kau sangat genius dalam musik!" puji Xu Kai tulus.
"Ahaha ... aku bukan orang yang seperti itu. Tapi ini adalah karena faktor pengalaman. Di masa lalu aku selalu menggilai musik, dan sering bermimpi untuk memiliki sebuah lagu. Dan tidak aku sangka, kini semuanya telah menjadi nyata. Dan ini semua adalah berkat kamu, Xu Kai. Terima kasih ... jika tak ada kamu, mungkin saja sampai sekarang laguku tak akan pernah dikenali banyak orang."
Xie Jun Ze menepuk bahu Xu Kai dan tersenyum lebar, hingga deretan giginya yang putih dan rapi terlihat begitu saja.
"Aku hanya sebagai perantara saja kok. Tapi bakat musik luar biasa yang kamu milikilah yang membuatmu mendapatkan semua ini! Selamat ya ..."
"Hhm. Dan mari maju bersama!"
Bereka saling berjabat tangan dan saling melempar senyum.
"Jun Ze. Aku ingin bertanya seauatu kepadamu." ucap Xu Kai tiba-tiba.
"Ada apa, Xu Kai?" tanya Xie Jun Ze sambil meneguk teh susu miliknya.
"Apakah di masa lalu kamu adalah seorang penyanyi?"
"Bukan kok. Aku hanya memiliki hobi membuat lagu saja. Dan aku bukanlah orang besar. Selain seorang pelajar, aku hanyalah seorang musisi biasa saja." jawab Xie Jun Ze dengan jujur.
Karena pada kenyataannya Yan Yuru memang bukanlah seorang idol besar seperti saat ini. Rupanya keceelakaan dan kemalangan yang menimpanya di masa lalu, malah membuatnya menjadi seorang bintang besar bersama dengan sahabatnya.
"Hhm. Begitu ya?"
"Yeap!! Itu benar sekali, Xu Kai!! Namun aku beruntung kok mengalami amnesia itu. Karena gara-gara amnesia itu aku bisa bertemu denganmu dan kini aku malah membuatku dekat dan bisa meraih mimpiku! Jujur, aku senang sekali saat ini!" ucap Xie Jun Ze penuh binar.
Xu Kai sempat tersenyum dan merasa terharu karena ucapan dari sahabatnya. Untuk pertama kalinya ada seseorang yang merasa begitu senang saat bertemu dengan dirinya.
"Kalau boleh tau, apakah kamu tidak ingin menemui keluargamu, Jun Ze?" tanya Xu Kai cukup imgin tau, karena semenjak Xie Jun Ze mulai mengingat masa lalunya, sepertinya sahabatnya tak berniat sama sekali untuk pulang dan mengunjungi keluarga aslinya.
"Tidak untuk sekarang, Xu Kai. Masih ada sesuatu yang ingin aku lakukan sebelum aku memutuskan untuk kembali kepada keluargaku." jawab Xie Jun Ze menatap awan cerah di langit. "Ehm ... Xu Kai!! Bolehkah aku meminta tolong kepadamu, Xu Kai?" imbuhnya memiringkan wajahnya menatap sahabatnya.
"Ya? Katakan saja padaku. Jika aku bisa membantunya, maka aku akan melakukannya, Jun Ze." sahut Xu Kai dengan santai dan sesekali melemparkan kerikil-kerikil kecil ke dalam kolam ikan di hadapannya, karena saat ini mereka berdua sedang pergi ke taman kota bersama untuk menghilangkan penat setelah belajar dan berlatih musik.
"Bayarlah seorang peretas handal dan dapatkan segera dalang dibalik penuduhan plagiat itu! Aku ingin memastikan sesuatu saat ini, agar aku tidak salah mengambil keputusan." ucap Xie Jun Ze penuh harap.
"Hhm. Baiklah!! Aku akan segera menghubungi orangku! Kebetulan aku punya kenalan seorang peretas genius." sahut Xu Kai mulai mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi seseoramg.
Tak menunggu lama, panggilan itu mulai diangkat oleh seseorang di seberang line.
"Ada apq, Xu Kai?!" sahut seorang pria dari seberang line.
"Baik, Xu Kai. Aku membutuhkan waktu 2 jam. Dalam waktu 2 jam, aku akan menghubungimu lagi nanti. Bye ..." ucap pria dari seberang line lalu mengakhiri panggilan itu.
...🍁🍁🍁...
Sementara itu di sebuah gedung Yan Group yang bergerak dibidang bisnis yang berada di Osaka, seorang pria paruh baya terlihat begitu dikejutkan setelah menyaksikan sebuah video rekaman dari sebuah konser yang beberapa hari yang lalu baru saja diselenggarakan oleh 2 orang idol di Yokohama.
"Siapa mereka? Dan mengapa salah satu dari mereka sangat mirip dengan mendiang putraku- Yan Yuru?" tanya pria paruh baya itu kepada asisten pribadinya yang baru saja datang dan memperlihatkan video.itu dengan tabletnya.
"Mereka adalah XJZ, Tuan. Idol baru yang berasal dari Yokohama. Nama mereka adalah Xu Kai dan Xie Jun Ze." jelas sang asisten itu lagi.
"Pergilah dan cari tau tentang mereka!" titah pria paruh baya itu lagi.
"Baik, Tuan." sahut sang asisten dengan nada rendah lalu segera meninggalkan ruangan tuannya.
Sementara pria paruh baya itu masih mengamati sebuah video konser itu dengan seksama. Namun pandangannya hanya tertuju pada salah satu dari pemuda itu, yaitu Xie Jun Ze.
"Mengapa begitu mirip dengn putraku Yuru? Sebenarnya siapakah pemuda ini?" gumam pria paruh baya itu mengkerutkan keningnya, ebuat guratan-guratan halus pada wajahnya terlihat semakin nyata.
...🍁🍁🍁...
Malam harinya hacker bayaran Xu Kai mulai menghubunginya kembali untuk melaporkan apa saja yang sudah dia temukan. Dan kebatulan malam ini Xie Jun Ze juga sedang menginap di rumah Xu Kai.
"Bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan sesuatu tang berguna?" tanya Xu Kai menodongnya saat panggilan itu baru saja diangkatnya.
"Ya. Aku sudah mendapatkannya! Alamat IP, bahkan data diri dari sang penuntut, aku sudah mendapatkannya! Aku akan mengirimkan semuanya padamu melalui pesan! Dan jangan lupa untuk segera mentransfer sejumlah uang untukku. Hehe ..." sahut pria itu dari seberang line.
"Okey! Aku akan memberikan bonus juga untukmu! Jangan khawatir!" sahut Xu Kai lalu mengakhiri panggilan itu.
TRING ...
TRING ...
TRING ...
Beberapa pesan mulai masuk ke dalam ponsel Xu Kai. Pemuda berambut keemasan itu segera membaca beberapa pesan yang telah dikirimkan oleh hacker itu. Lalu segera memperlihatkannya kepada Xie Jun Ze.
"Apa kamu mengenalinya, Jun Ze? Orang ini adalah orang yang selama ini sudah berusaha untuk menuntut Xu Entertaiment dan menuduh kita telah memplagiat karya saudaranya yang telah tiada 5 bulan yang lalu." ucap Xu Kai yang masih menyodorkan ponselnya untuk Xie Jun Ze.
Xie Jun Ze mulai melihatnya untuk memastikan sesuatu dan sudut-sudut bibirnya mulai ditariknya hingga menyembulkan sebuah senyuman misterius.
Sudah aku duga!! Ternyata memang benar dia pelakunya!!
Batin Xie Jun Ze masih menyeringai menatap layar ponsel Xu Kai.