It'S Me

It'S Me
Episode 83



“Ya ampun… lihat lah rambutku berantakan, dasar Obert jelek.” Kata Gu Ana sambil merapikan rambutnya.


Dalgobert berhenti mendengarkan kata kata Gu Ana lalu kembali mengacak rambut Gu Ana hingga benar benar berantakan.


“Ya Tuhan… untung saja kau mirip Zyan Malik, kalau tidak sudah ku gundulkan kepalamu.” Kata Gu Ana dengan frustasi.


Kini giliran Charibert yang berhenti secara tiba tiba.


“Apa? Kau juga ingin mengecak rambutku?” tanya Gu Ana dengan melindungi rambutnya sendiri.


Charibert tidak langsung bertanya, namun mensejajarkan wajahnya dengan Gu Ana, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Gu Ana.


“Tidak, aku hanya ingin bertanya apakau tahu lagu A Whole New World?” tanaya Charibert sambil tersenyum.



Untuk sejenak Gu Ana seolah berhenti bernafas dan memandang Charibert, saat ini masih diam mencerna pertanyaan dari, matanya berkali kali berkedip dengan keterkejutannya. Kemudian Gu Ana menepuk nepuk dan mencubit pipi Charibert.


“Kenapa kau mencubit ku?” tanya Charibert memegang tangan Gu Ana sambil tersenyum kesal.


“Aku hanya ingin memastikan bahwa aku sedang tidak bermimpi.” Kata Gu Ana menarik tanyannya, sambil cengengesan.


“Kenapa?” tanya Charibert sambil mencubit pipi Gu Ana.


Gu Ana hanya cengengesan tidak jelas sambil berusaha melepaskan cubitan pipi dari Charibert.


“Sakit? lain kali jangan pernah mencubit pipi ku, kecuali kalau kau mau mengecupnya.” Goda Charibert sambil melepaskan cubitannya, seraya tersenyum dan mengedipkan mata kanannya.


“Dasar gila.” Kata Gu Ana dengan memperagakan diri seolah ingin muntah. Lalu meninggalkan Charibert yang tersenyum senang kara berhasil menggoda Gu Ana.


Charibert mempercepat langkahnya untuk mensejajarkan dengan langkahnya dengan Gu Ana.


“Kau yakin tak mau dengan ku? Aku youtuber loh. Nama ku Chanelnya Jhon sweem.” Bisik Charibert dengan


bangga.


Gu Ana yang mendengarkan nama Jhon Sweem terdiam dibuatnya, pada saat Gu Ana masih menjadi Ariana, Ia sering mendengarkan coveran dari Jhon Sweem.


“Benarkah? Kalau begitu buktikan.” Kata Gu Ana tersenyum berbinar.


“Baiklah, tapi nanti.” Kata Charibert sambil tersenyum mengacak rambut Gu Ana.


“Sungguh sulit di percaya, bagaimana mungkin kau bisa sampai ke sini? Sebenarnya berapa banyak orang yang mengalami hal ini di dunia.” Guman Gu Ana


“sudah lah, kita bicarakan nanti. Kita harus bertemu raja di negri ini kan.” Kata Charibert sambil tersenyum misterius ke arah Gu Ana.


Sementara pangeran Zang Limo sungguh kesal melihat aktifitas Gu Ana dengan Charibert, belum selesai kecemburuannya terhadap Dalgobert kini telah muncul saingan barunya Charibert.


“Tunggu setelah ini aku akan mengurung dan mengikatmu, agar kau tak dekat dekat lagi dengan laki laki lain.” Kata pangeran Zang Limo dalam hati.



Sudah tiga hari anggota Royoume Francais berada di kerajaan Zang, akhirnya mereka akan berangkat juga. Raja Zang Zuan, Ratu Xu Yian, Putra Mahkota, Putri Mahkota, para Pangeran dan Gu Ana mengantar kepergian mereka.


“Ana, ini untuk mu terimakasih telah menemani kami selama beberapa hari ini.” Kata Clovister sambil bersalaman tanda perpisahan dan memberikan sebuah bingkisan di ikuti oleh Childeberet.


“Jaga dirimu baik baik, aku pasti akan merindukanmu.” Kata Chlotaire sambil memberikan sebuah bingkisan.


“Tetap imut.” Kata Chilpric sambil menarik pipi Gu Ana dengan sangat gemas, sambil memberikan sebuah bingkisan. Sedangkan Gu Ana yang mendapat serangan tersebut hanya tersenyum terpaksa, menahan sakit.


Charibert menjongkokkan badannya dan mensejajarkannya denga Gu Ana. “Sampai jumpa lagi Ariana Hanvei, aku yakin setelah ini tunanganmu yang disini akan cemburu berat.” Katanya sambil tersenyum lalu mengalungkan sebuah kalung yang amat cantik ke leher Gu Ana  dan mengacak rambut Gu Ana, sedangkan Gu Ana yang masih bingung atas ucapannya hanya terdiam mematung.


“Ana, aku pasti akan merindukanmu.” Kata Dalgobert mengejutkan Gu Ana, sambil mengacak rambut Gu Ana hingga berantakan, lalu mencubit pipi Gu Ana dengan sangat ganas, lalu menyodorkan sebuah leontin kepada Gu Ana. Gu Ana yang mendapat perlakuan itu hanya tersenyum paksa melepaskan kepergian mereka.


Saat mereka semua sudah menaiki kereta mereka Gu Ana hanya tersenyum melihat mereka dengan rambut yang acak acakan seperti orang gila yang baru saja tersengat sarang tawon.


“Paman kaisar jika ada yang seperti mereka kelakuannya jangan berikan kepadaku lagi, lihat aku sudah seperti orang gila. Tapi jika waras maka berikan, setidaknya aku mendapatkan banya hadiah” Kata Gu Ana sambil mengeluh seperti anak kecil.


“Tapi mereka sangat baik, memberikanmu bingkisan, kalung, dan sebuah liontin.” Kata raja Zang Zuan, sambil menggoda Gu Ana.


“Ah… paman kaisar dan bibi ratu, saya permisi dulu saya sangat lelah beberapa hari ini, berbicara lebih banyak dari orang orang, dan menemani mereka setiap saat.” Kata Gu Ana sambil memegang tengkuknya.


“Ah… iya istirahatlah, pasti beberapa hari ini kau lelah menemani tamu tamu tersebut, dan terimakasih atas bantuanmu, kalau tidak bagaiman mungkin kerja sama dapat berjalan dengan baik.” Kata Raja Zang Zuan memuji Gu Ana.


Setelah Gu Ana pamit, dan menaiki keretanya. Gu Ana bahkan tidak membuka tirai tandunya, namun Ia hanya diam, dan merasakan ada yang kosong di hatinya. Karna terlalu asyik berkutat dengan fikirannya Gu Ana yang telah di panggil berkali kali dengan pelayannya terkejut dengan tepukan pelayan tersebut.


“Nona maaf kita sudah sampai.” Kata pelayan Gu Ana.


Mendengar hal tersebut Gu Ana segera turun, dan bersiap siap untuk kembali ke pafiliumnya.


“An’er apa yang terjadi kepada mu?” tanya tuan Gu heran dengan penampilan anaknya, yang tidak seperti biasanya, penampilan anaknya kini sangat mengenaskan, pipi Gu Ana yang merah, serta rambut yang kini berantakan kemana mana. “Siapa yang melakukan hal ini kepada anak tuan Gu?” kata tuan Gu dengan emosional.


Melihat ayahnya yang sudah sangat marah, Gu Ana segera meraih tangan ayahnya.


“Ayah orangnya sudah pergi, dan tak akan kembali.” Kata Gu Ana menenangkan tuang Gu.


“Apa yang kau lakukan padanya, astaga An’er, dia hanya mengacak dan mencubit pipimu, kenapa kau harus membunuhnya.” Kata tuan Gu dengan mata melotot kepada Gu Ana.


“Ayah tenangkan fikiranmu, bagaiman mungkin aku membunuh dengan hanya masalah sekecil ini. Mereka sudah pergi kembali kenegaranya, ini semua hadiah dari mereka sebagai kenang kenangan.” Kata Gu Ana sambil menunjuk beberapa bingkisa yang dibawa oleh dayangnya.


“Ah… baiklah kau pasti lelah istirahatlah.” Kata tuan Gu kepada Gu Ana.


“Baik ayah sampai jumpa.” Kata Gu Ana menginggalkan tuan Gu menuju pafiliumnya.


Setelah sampai ke pafilium, Gu Ana langsung saja istirahat, dan melarang siapapun untuk mengganggunya.


Saat malam tiba terjadi keributan di depan kamar Gu Ana hingga mengganggu tidurnya. Gu Ana segera bangun dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Saat membuka kamarnya Gu Ana dikejutkan dengan kehadiran pangeran Zang Jade, pangeran Zang Handrong, pangeran Nan Cheng, Xu Jiali, Xu Jiang, Gu Min, Gu Jun dan pangeran Zang Limo yang membawa sebuah kue untuk merayakan ulangtahun Gu Ana yang ke sebelas tahun.


“Kalian? Kenapa malam malam ke sini? Masuk lah” tanya Gu Ana bingung dengan kehadiran mereka.



Jangan lupa like and comment, tolong tinggalkan jejak ya biar author tambah semangat, dan punya masukan agar bisa memperbaiki kesalahan yang author buat, sip… ok.