
"Parah makin kesal kayaknya anak orang ya bun." kata Rayen semakin tertawa keras.
"Bunda bunda, kalau sini bunda ayahnya si..." belum sempat Arian menyelesaikan kata katanya, Arkan sudah menarik telfon Arian, untuk melihat siapa yang menelfon Ariana.
"Siapa ya." kata Rayen terkekeh.
Arkan yang merasa tidak asing dengan suara tersebut, segera memeriksa siapa si penelfon. Alangkah terkejutnya Arkan ketika melihat nama Rayen tertera di layar ponsel. Membuat Ariana segera tertawa keras, melihat wajah terkejut Arkan.
...
"Halo Rayen?" sapa Arkan memastikan penelfon tersebut.
"Hah ni Arkan?" tanya Rayen seolah tak mengetahui apa apa. "Kok hpnya sama lo Ar?" tanya Rayen masih dalam berpura pura lugu.
Akting adalah sebuah hal biasa untuk keluarga Hanvei, mereka sering melakukannya untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri.
"Eh eng... engga." kata Arkan sedikit gugup dengan hal tersebut.
"Engga apanya kenapa ni?" tanya Rayen semakin mempermainkan Arkan. "Balikin ke Ana gih, kami mau ngomongin nasib gebetan Ana yang di Paris, eh ups." lanjut Rayen pura pura keceplosan.
Arkan mengembalikan telfon tersebut kepada Ariana, sambil menekan tombol loudspeaker. Arian menerima telfon tersebut sembari tersenyum geli.
"Eh kak lo ngomong apa sih sama ni Om, masa hp Ana di besarin volume nya." kata Ariana sedikit protes.
"Ya kita kan cuman mau ngelanjutin pembicaraan tadi." kata Rayen pura pura polos.
"Ya elah jujur napa?" kata Ariana yang memang tak percaya omongan Rayen.
"Iya, Eh mantan mu yang dari Australia itu udah balik belum?" tanya Rayen menggoda Ariana.
"Belum, katanya masih ngurus bisnis di sini, paling satu bulan lagi." kata Ariana. Ariana terkejut merasa ada kepala yang tiba tiba berbaring di pangkuannya, kemudian menarik tangan kiri Ariana, untuk minta di elus. "ni dia lagi balik ke Surabaya, Mommy lagi di sana, ngunjungin anak keduanya." lanjut Ariana santai, sambil mengusap kepala Arkan.
"Kau tahu, dia lagi cemburu sekarang dia malah tiduran di pangkuanku, karna kau membicarakan mantanku." kata Ariana dalam bahasa Prancis, membuat Arkan mengerutkan keningnya tak suka, karna Arkan tak mengerti.
"Aduh Ana jangan gitu, masa mau ngomongin gebetan pakai bahasa Prancis biar Arkan ga ngerti parah lo." kata Rayen, tertawa puas berhasil menggoda Ariana.
"Hahahaha jangan suka buka rahasia kakakku sayang." kata Ariana tertawa.
"Kenapa takut ketahuan ya?" goda Rayen sambil tertawa.
"Aduh kakak asal kakak tahu ya, semua cowok di ponsel Ana sudah Ana bilangin semua, kalau Ana ini ga usah di chat, atau ajak jalan." kata Ariana sok dramatis. Meski begitu tetap mampu membuat Mr. Bucin tersenyum, mendengarkan perkataan Arian.
"Lah kenapa?" tanya Rayen tak ingin mematahkan candaan Ariana.
"Hahaha parah lo Ana, emang dasar." tawa Rayen pecah mendengarkan kata kata Ariana. "Kalo misalnya ni... ni misalnya, ada yang minta no kamu gimana?" tanya Rayen semakin memanas manasi Arkan.
"Ya kalau cowo ga ku kasih lah, nah kalau cewek aku kasih." kata Ariana santai. "tapi khusus yang punya kakak cogan." tawa Ariana semakin pecah, ketika melihat wajah kesal Arkan.
"Ana..." geram Arkan, dan terdengar oleh Rayen yang berada di ujung telfon.
"Udah ah gue mau mandi dulu, da buluk." kata Rayen segera mematikan sambungan telfonnya.
"Cek... ini ni kalau keseringan main jelangkung, telfon tak permisi, di matikan tak salam." kesal Ariana kepada Rayen.
"Sudah lah, sekarang Mas boleh tanya?" tanya Arkan penuh selidik.
"Hm..." kata Ariana sambil memainkan ponselnya.
Melihat Ariana masih fokus memainkan ponselnya, membuat Arkan segera membangunkan badannya, dari pangkuan Ariana.
"Itu semua bener?" tanya Arkan memandang Ariana dengan serius, sambil mencoba menutupi layar ponsel yang di tatap Ariana.
"Apaan Om." tanya Ariana bingung dengan pertanyaan Arkan, sambil kembali memainkan ponselnya.
"Bener apa engga, yang kamu bilang sama Rayen." tanya Arkan kesal karna Ariana mengabaikannya, namun Ariana masih fokus dengan ponselnya. "Sayang denger ga? Kalau ga mas cium kamu." kata Arkan kesal karna terus di abaikan.
"Yang mana? Dari sekian banyaknya kalimat yang kami lontarkan pilih salah satunya." kata Ariana mulai meletakkan ponselnya di sofa.
"Kamu pasti tahu yang mana yang mas maksud." kesal Arkan karna merasa di permainkan.
"Engga Om... semua cuman candaan, kak Rayen cuman mau buat Om kesal aja." jelas Ariana santai.
"Terus ngapain kamu dari tadi mainin hp mulu?" selidik Arkan melihat Ariana.
"Maxim minta Share location, mereka bingung jalan ke rumah ini." jelas Ariana membuka kembali ponselnya, dan memperlihatkan isi chatan nya dengan Maxim. "Udah jelas kan Om... kalau kak Rayen di sisni habis Om di ejekin." kata Ariana sambil cekikikan geli melihat wajah Arkan.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.