It'S Me

It'S Me
Episode 128



"Terimakasih telah menjaganya, dan memberikannya untukku, aku mencintaimu, selamanya." bisik pangeran Bao Ling, di telinga Gu Ana, yang telah terlelap karna kelelahan, kemudian mengecup puncak kepala Gu Ana dengan penuh cinta. Pangeran Bao Ling membaringkan tubuhnya di samping Gu Ana, dan mesegera tidur dengan memeluk Gu Ana.


...


Sudah genap satu bulan, pasca mereka menikah. Pangeran Bao Ling semakin menampakkan sikap aslinya, pangeran Bao Ling semakin suka memanjakan, dan sedikit overprotective dengan Gu Ana. Bukan hanya memanjakan Gu Ana, pangeran Bao Ling juga bahkan suka sekali bermanja dan memeluk Gu Ana. Tak jarang pangeran Bao Ling, bermalas malasan, di dalam kamarnya, hanya untuk berduaan dengan Gu Ana.


Seperti pagi ini, pangeran Bao Ling dan Gu Ana masih terlelap dalam tidur mereka. Gu Ana sedikit terganggu dengan tangan kokoh yang memeluk, tubuh Gu Ana. Gu Ana, segera meduduk, dengan memegang selimut, hingga ke lehernya, dan menjulurkan tangannya ke samping tempat tidur, hendak nemungut hanfu, yang tergeletak di lantai.


"An'er kau mau kemana?" tanya pangeran Bao Ling yang saat ini terbangun karna Gu Ana menyingkirkan tangannya, dari tubuh Gu Ana. Dengan segera pangeran Bao Ling memeluk, perut rata Gu Ana.


"Aku hendak ke kamar mandi, ayolah... aku kira kau ada kegiatan pagi ini." kata Gu Ana, yang hanya di tanggapi gelengan. "Ayolah... apa kau tak malu, kita tak memakai sehelai benang pun." keluh Gu Ana.


"Benar kah? Sini aku periksa." kata pangeran Bao Ling, tesenyum manis sambil menarik Gu Ana kembali, untuk merebahkan badannya di tempat tidur, dan mencium seluruh wajah, dan tak luap me*um*at bibir Gu Ana.


Bagi pangeran Bao Ling, tidak ada rasa puas, bahkan kegiatannya ini, bagaikan candu untuknya. Gu Ana bagi pangeran Bao Ling, merupakan hal utama untuknya, selama ini pangeran Bao Ling berusaha menahan, seluruh rasa cemburunya, saat Gu Ana dekat dengan laki laki lain. Namun saat ini Gu Ana telah menjadi miliknya sepenuhnya, maka dari itu akan Ia jaga terus. pangeran Bao Ling bahkan suka sekali membawa Gu Ana, untuk menemaninya bekerja, bertemu kolega dan lain lain.


"Aku mencintaimu, bagaiman dengan mu?" tanya pangeran Bao Ling, kembali memeluk dan menciumi Gu Ana.


"Iya aku juga, sangat mencintai mu suamiku." kata Gu Ana bersiap ingin kembali bangun, namun pelukan pangeran Bao Ling semakin erat di tubuhnya. "Yak... Ling Ling apa kau tidak malu?" tanya Gu Ana, karna saat ini meraka masih tidak mengenakan apapun, hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.


"Tidak, aku bahkan sudah melihat, dan merasakan semuanya. Aku bahkan hafal semuanya." kata pangeran Bao Ling mengedarkan tangannya.


"Hey kendalikan tanganmu." teriak Gu Ana, membuat pangeran Bao Ling tersenyum jahil.


"Ayolah... kita harus bersiap siap, kita besok akan kembali ke kerajaan Zang, karna akan melamar kekasih Gege." kata Gu Ana, mencubit lengan pangeran Bao Ling, karna tak mau berhenti bergerak.


"Baikalah tapi cium dulu, sebagai ucapan selamat pagi." kata pangeran Bao Ling, tersenyum ke arah Gu Ana.


Cup.


"Kau fikir aku anak kecil, ayo lah, kau tahu kau salah tempat." rajuk pangeran Bao Ling, sambil memeluk Gu Ana.


"Hai kau ini." kata Gu Ana.


Cup.


Gu Ana segera mencium bibir pangeran Bao Ling, dan dengan sigap pangeran Bao Ling memegang tengkuk Gu Ana, agar dapat me*um*at bibir Gu Ana, yang menurutnya sangat nikamat.


"Manis." kata pangeran Bao Ling meninggalkan Gu Ana, setelah melepas tautan nereka, kemudian berjalan dengan santai ke arah kamar mandi. Gu Ana hanya tersenyum, melihat tingkah pangeran Bao Ling, yang sekarang menjadi suaminya.


Sementara beritabtentang pernikahan pangeran Bao Ling, dan penyerahan tahta kepada raja Bao Yuang, telah tersebar. Banyak yang tak tahu siapa wanita yang dinikahi pangeran Bao Ling, hingga membuatnya rela kehilangan tahta, yang selama ini Ia duduki. Sementara di kerajaan Zang, seorang pemuda terus memandangi sebuah lukisan, dimana lukisan tersebut selalu Ia peluk, dan cium, ketika hendak keluar dari kamarnya.


"An'er apa kau merindukanku? Aku sedang menunggu mu." kata pangeran Zang Limo, mencium dan mengusap wajah Gu Ana, di lukisan tersebut. Pangeran Zang Limo masih belum mengetahui, bahwa Gu Ana telah menikah, dan Ia telah kehilangan Gu Ana selama lamanya. Benar kata orang tua, bahwa berpacaran lama, akan kalah dengan orang yang memberanikan diri, untuk mendatangi kedua orang tua, dan mengajak gadis tersebut menikah.


"An'er apa penghianatan yang ku lakukan begitu tak termaafkan? Hingga kau tak kembali kepada ku." kata pangeran Zang Limo, masih terus memandang lukisan Gu Ana, sambil tersenyum getir. Jika mengingat bagaiman pangeran Zang Limo menghianati Gu Ana, ada rasa penyesalan yang luar biasa di hati pangeran Zang Limo, namun semua telah terjadi, mungkin sudah jalannya. Namun pangeran Zang Limo akan terus berusaha, meski harus menunggu lebih lama lagi.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.