It'S Me

It'S Me
Episode 145



"Idih kekerasan dalam pertemanan lo, kampreto." kata Ariana kesal, balas memukul kepala Maxim.


"Eh dasar ya, harus lo tahu, ga ada hukuman Undang Undang tentang kekerasan terhadap teman." kata Maxim mengejek Ariana. Perdebatan mereka kembali panas, sedangkan Jasson dan Harron memilih untuk memainkan stik PS Ariana, dari pada harus memperhatikan Arian dan Maxim yang tak pernah akur, baik dari dunia masa lampau maupun dunia modern ini.


...


Setelah sekian lama bereka berkumpul, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke tempat masing masing.


"Loh Ana, temen temen mu mana?" tanya Rayen yang bingung karna saat kembali rumah sepi, padahal Ariana mengatakan bahwa temannya akan datang.


"Udah pada pulang semua, tadi sebelum kakak datang." kata Ariana sambil memainkan ponselnya.


"Ouh... ntar malam di ajak keluar ama Daddy." kata Rayen segera menaiki tangga.


"Kemana?" tanya Ariana berteriak kepada Rayen yang sudah berlari menaiki tangga. "Ana ga mau di jodohin lagi." teriak Ariana menyusul Rayen, yang telah menaiki tangga.


"Apaan sih lo dek, ga ada yang mau njodohin lo." balas Rayen membuka pintu kamar nya. "Daddy mau makan malam, soalnya besok Daddy ke Paris." jawab Rayen berteriak menutup pintu kamar nya.


"Ok, inces siap siap dulu." kata Arian bersemangat. Karna kesenangan. Bagaiman tidak senang, akhirnya Erick tidak pernah lagi menjodohkannya dengan lelaki eneh lainnya.


Entah kenapa selera Erick dan Rayen dalam menjodohkannya sungguh aneh, mulai dari si buta kerja, fikirannya terus kerja hingga lupa kehadiran Ariana, hingga anak Mami yang apa apa nanya sama Mami nya, dan yang terakhir adalah anak songong, yang selalu merasa dirinya yang paling keren, tiba ada yang sedikit normal, eh ternyata Playboy.


Berbagai alasan yang di berikan Erick dan Rayen, mulai dari bisa membahagiakan dari segi financial, penyayang, mudah bergaul, dan lain lain. Hingga akhirnya Ariana selalu menolak perjodohan ayahnya, dan selalu mengatakan memiliki kekasih.


Malam ini Ariana berdandan cantik, saat akan datang ke restoran yang telah di pesan Erick. wajahnya yang cantik, kini bertambah cantik dengan polesan bedak dan sedikit lipstick pichnya. Rayen yang melihat penampilan Ariana segera tersenyum dan melihat adiknya sedikit lebih cantik malam ini.


"Widih dandan, tumbenan lu?" tanya Rayen menyelidik ke arah Ariana, yang tidak biasanya berdandan, jika ingin makan malam bersama Erick dan Rayen.


"Iya kebetulan restoran dan dessert itu punya mantan Ana, ah sama mau nyari pacar, biar ga jomblo lagi." kata Ariana sambil cengengesan tidak jelas. "malas ngejomblo Ana, bosan." lanjut Ariana sambil memasuki mobil Rayen yang tengah bersiap berangkat menuju restoran yang mereka tuju.


"Hadeh ngaco." jawab Rayen kesal, karna adiknya terkadang sok cantik, padah memang Ariana wanita yang cantik.


"Lah lo nya aja kak yang kelamaan jomblo, noh tangan dan hari lo, kalo ga sering di cuci, mungkin akan menjadi sarang laba laba." kekeh Arian mengejek Rayen, yang hanya mendengus kesal tak ingin mengajak Ariana berdebat.


Tak lama kemudian Ariana telah sampai di restoran, yang telah Erick pesan. Ariana segera menuju ke arah kursi yang dimana telah ramai dengan beberapa teman Erick.


Ariana dapat menebak, Erick benar benar tak pernah kapok menjodohkannya. Namun kembalipun percuma, Ariana telah menampakkan diri di hadapan Erick, yang saat ini tersenyum memerintahkannya untuk duduk.


Sebelum Ariana duduk, Ariana di kejutkan dengan orang orang yang duduk di harapannya.


"Kakek..." kata Ariana girang kerika melihat Farid Candana sedang duduk tersenyum ke arahnya. "Kakek masih ingatkan dengan Ana yang cantik jelita ini?" kata Ariana memuji dirinya sendiri, sehingga membuat Farid tertawa, melihat tingkah Ariana.


"Kalian saling kenal?" tanya Erick melihat kedekatan Ariana dengan Farid.


"Iya dia kemarin yang menjadi pengawal di rumah kami." kata Farid menjelaskan.


"Jadi yang kalian maksud itu Ana?" tanya Erick tak percaya. "Ya ampun, jika aku tahu itu anakku, pasti aku akan mengirim bantuan lebih banyak." keluh Erick melihat anaknya dengan kesal, karna dahulu menolak permintaan Erick. Ariana merasa mampu menaklukkan misinya, dengan kemampuannya sendiri saat itu, sehingga merasa tak membutuhkan bantuan Erick, Daddy nya.


"Ah... sepertinya kita memang berjodoh." kata Farid tersenyum ke arah Erick. Membuat Ariana sedikit bergidik melihat senyum mereka berdua.


"Ana... anak Daddy yang cantik, kamu mau ya di jodohin sekali lagi." kata Erick merayu Ariana, membuat Ariana kesal akan keinginan Erick. "Ini yang terakhir jika gagal Daddy tak akan memaksakanmu lagi." sambung Erick sambil mengelus puncak kepala Ariana.


"Iya Arkan kamu mau kan di jodohkan dengan Ana?" tanya Farid ke arah Arkan, yang sejak tadi memasang tampang tidak suka.


"Papah, Saya sudah dewasa Pah." Protes Arkan ke arah Farid.


Arkan tak tahu mengapa Papanya, Farid mau menjodohkan mereka, yang jelas jelas masih kecil dan baru akan menginjakkan bangku kuliah.


"Nah benar itu, Ana mungkin akan terima terima saja, tapi yang jelas Om Arkan itu sudah dewasa, mengetahui baik dan buruknya. Biarkan Om Arkan memilih orang bisa membahagiakan dan sesuai dengan kriterianya." Kata Ariana sambil tersenyum manis ke arah Erick dan Farid.


"Saya yakin kamu yang terbaik untuk Arkan." kata Farid, ngotot ingin menjodohkan Ariana dan Arkan.


"Kakek, tapi Om..." belum sempat Ariana melanjutkan kata katanya, namun telah di potong Rayen secara mendadak.


"Jangan mengatas namakan Arkan terus, intinya kamu mau atau tidak?" Tanya Rayen tiba tiba, Rayen sengat mengerti bagaiman jalan pikiran Ariana yang sangat licik dan berbelit.


"Ya... tentu tidak lah." jawab Ariana spontan.


"Kenapa nak?" tanya Farid bingung.


"Pertama Ana ga mau berhubungan dengan balok es, kedua menurut dari perspective Ana, om Arkan itu tidak cukup tampan." kata Ariana jujur.


Semua yang mendengarkan merasa tercengang karna mendengar kata kata Ariana. Bagaimana bisa Ariana mengatakan kalau Arkan tidaklah tampan, sementara hampir semua perempuan memuji ketampanan Arkan. Lalu bagaiman mungkin Gadis ini mengatakan kalau Arkan tidak tampan, apa mungkin matanya katarak? fikir mereka semua, ketika mendengarkan Ariana mengatakan bahwa Arkan tidaklah tampan.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.