It'S Me

It'S Me
Episode 121



"Jika An'er meminta mu untuk turun tahta, bagaiman?" kata tuan Gu mencoba mengetes raja Bao Ling.


"Saya akan, melakukannya." kata raja Bao Ling. "Dan benar saya akan menyerahkan tahta saya kepada adik saya." kata raja Bao Ling meyakinkan tuan Gu.


...


Setelah puas bertengkar Gu Ana dan Gu Jun, segera menuju kamar Gu Ana, lalu meminta pelayan untuk di ambilkan cemilan, dan teh hijau.


"Jadi Jun'er ku tersayang, bagaimana? Apa ada gosip baru selama aku liburan?" tanya Gu Ana, penuh antusias.


"Liburan, berdua bareng raja Bao Ling. Kalian bulan madu di tengah hutan? Biar apa? Biar di kejar bulan madu?" tanya Gu Jun dengan jengah.


"Bukan, biar anak kami semanis madu, ea ea ea." kata Gu Ana, sambil cengengesan.


"Ea, ea, ea, kembali ke lektop, tadi kita sedang membawakan masalah..." kata Gu Jun sambil menujuk Gu Ana, dengan nada ala Tukul Arwana membawakan acara empat mata.


"Gosip terbaru." Kata Gu Ana dengan penuh semangat.


"Tapi sebelum kita ke gosip, hal menarik apa yang anda dapatkan ketika berada di hutan? Dan bagai mana bisa tersesat, apakah awalnya anda, dengan Yang Mulia raja Bao Ling bermain petak umpet." tanya Gu Jun, layaknya seorang pembawa acara reality show.


"Jadi saat saya tersesat di hutan itu, karna para penggemar kami, tiba tiba mengepung kami, tahu kan bagaimana penggemar fanatik itu?" kata Gu Ana sambil tersenyum ke arah Gu Jun, sambil sekali kali memandang ke arah jendela kamarnya, seolah itu adalah tv yang banyak di tonton pemirsa. "Hingga akhirnya kami terus lari, dan berakhir dengan tersesat." kata Gu Ana dengan wajah yang di melas melaskan.


"Waw... penggemar anda sangat mengerutkanya. Lalu ada hal menarik apa sih, sampai bisa berduaan pergi ke festival lampion." tanya Gu Jun ke arah jendela kamarnya Gu Ana.


"Sebenarnya hehehe... ih... kok nanya itu sih... jadi malu deh hehehe..." kata Gu Ana cengengesan, menirukan gaya keykei.


"Ih kenapa lo? Kok merinding gue di samping lo." kata Gu Jun yang tiba tiba jijik di samping Gu Ana.


"Ih lo juga kan, kirain gue doang, aku jijik sama mas jijik jijik jijik." kata Gu Ana, tiba tiba beralih ke topik lain. "Perempuan murahan yang bisanya bgerebut, suami orang... aku jijik, aku jijik, aku jijik... aku jijik sama mas jijik, jijik jijik." lanjut Gu Ana, sambil bergoyang ala tiktok. Yang sontak membuat mereka tertawa.


"Baaaa..." kata Gu Ana dan Gu Jun mengejutkan orang yang baru masuk. Tapi ternyata mereka juga terkejut, ternyata yang datang adalah tuan Gu, Raja Bao Ling, Gu Min dan pangeran Nan Cheng. Yang membuat Gu Ana dan Gu Jun segera menelan ludahnya dengan kasar.


"Baaaa... it's the the sound of baba sheep, bababa..." kata Gu Ana yang tiba tiba menjadi pengarang lagu dadakan. Sedangkan Gu Jun, ikut menepuk tangannya sesuai irama. "Are you ready?" kata Gu Ana, ke arah Gu Jun.


"Yes... I'm ready." teriak Gu Jun dengan semangat.


"Selamat datang kakak, selamat datang kakak, selamat datang kami ucapkan... terimalah salam dari kami, yang ingin maju bersama sama." kata Gu Ana, sambil bertepuk tangan.


"Selamat datang kakak, selamat datang kakak, selamat datang kami ucap kan... terimalah salam dari kami, yang ingin maju bersama sama." kata Gu Ana dan Gu Jun, kompak.


Sementara yang lain hanya menggeleng melihat sikap Gu Ana dan Gu Jun, yang terkadang tidak masuk akal. Sekarang bahkan mereka menjadi anak pramuka dadakan.


"Silahkan masuk Yang Mulia, Ayah dan Gege kami yang tercinta." kata Gu Ana tersenyum manis, di ikuti oleh Gu Jun. Setelah mereka masuk, mereka mulai bernafas lega, karna terbebas dari amukan para singa jantan. "Selamat kita tole." kata Gu Ana berbisik kepada Gu Jun.


"Hemm..." kata Gu Jun mengiyakan Gu Ana.


"Salam tuan muda dan nona muda, ini cemilannya di letakkan di mana?" tanya pelayan yang mengantarkan cemilan mereka, sontak membuat mereka terkejut, sementara Gu Ana, dengan refleks memukul lengan pelayan tersebut, sehingga menyebabkan, makanan tertumpah ke arah Gu Ana dan Gu Jun, sehingga mengenai kaki hanfu mereka.


"Hahahaha..." tawa seisi kamar Gu Ana, membuat wajah Gu Ana dan Gu Jun memerah.


"Aku rasa ini waktunya ganti baju." kata Gu Ana, ke arah Gu Jun, yang mengangguk dan berlalu pergi, ke pafilium nya. Sementara Gu Ana segera berlari ke arah lemari, sambil mengambil hanfu barunya. "Malu malu malu... harga diri ku hancur." Guman Gu Ana sambil tertunduk malu, dan masuk ke ruang ganti. Masih terdengar jelas suara tawa, orang orang yang menertawai Gu Ana dan Gu Jun.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku ke tempat temanku baru bisa upload