It'S Me

It'S Me
Episode 107



"Baiklah, tapi kalian di sana jangan jauh jauh, nanti kalian tersesat." kata tuan Gu sambil mencubit pelan pipi Gu Ana dan Gu Jun. Gu Ana dan Gu Jun segera menghamburkan pelukannya ke arah tuan Gu. Sedangkan tuan Gu, hanya tersenyum senang mendapatkan pelukan dari Gu Ana dan Gu Jun.


...


Ke esokan paginya, Gu Ana masih setia menggulung dengan selimut di atas kasur. Dengan mata yang masih terpejam, dengan lelap. Tak ada yang berani membangunkannya, karna semalam Gu Ana sudah mengatakan, bahwa hari ini Gu Ana akan bangun siang.


"Apa dia belum bangun?" Tanya Gu Min kepada para pelayan Gu Ana. Para pelayan tersebut hanya menunduk, tak berani menjawab, pertanyaan dari Gu Min.


Gu Min hanya menghela nafas kasar, kemudian melangkahkan kakinya, masuk ke dalam kamar Gu Ana.


"An'er bangun, ini sudah siang, semua sudah menunggu di meja makan." Kata Gu Min, membangunkan Gu Ana sambil mencubit genas pipi Gu Ana.


"Lima menit." tawar Gu Ana sambil kembali melilitkan selimut hijau di badannya, membuat Gu Min terkekeh geli, melihat bentuk Gu Ana persis seperti dadar gulung.


"An'er ayo bangun kau sudah seperti dadar gulung sekarang." Kata Gu Min sambil kembali mencubit pipi Gu Ana dengan lebih keras. Cubitan keras dari Gu Min mampu membangunkan Gu Ana, dengan pipi yang memerah.


"Iya gege aku bangun, jangan mencubit pipi ku lagi." kesal Gu Ana, sambil membuka mata dan menyingkirkan selimut, yang masih menggulung di badan Gu Ana.


Gu Ana bergegas menuju ruangan untuk membersihkan dirinya, dibantu para pelayan dengan sedikit pijatan, di iringi lagu yang di maikan Gu Min, di dalam kamar Gu Ana, yang mampu membuat Gu Ana tenang. Setelah selesai membersihkan dirinya, Gu Ana segera mengenakan hanfu, dibantu oleh para pelayan. Kemudian keluar dan mengeringkan rambutnya yang panjang, dengan kain kering. Lalu menata dengan cantik.


Gu Min hanya menatap aktifitas Gu Ana, sambil memetik gitar Gu Ana, menyanyikan beberapa lagu. Karna Gu Ana mandi cukup lama, hingga 30 menit, sehingga Gu Min memutuskan untuk menyanyikan beberapa lagu. Setelah Gu Ana selesai merias diri, Gu Min segera meletakkan gitat Gu Ana di tempatnya semula.


Sesampainya mereka di ruang makan, mereka segera makan dengan lahap, dan hening. Setelah mereka makan, tiba tiba di luar kediaman terdengan suara ribut. Mereka segera keluar, dan mendapati beberapa perajurit yang berbaris dengan rapi, serta memberi hormat kepada Bao Ling.


"Salam hamba Yang Mulia Raja." Kata seorang perajurit yang lebih tampak seperti seorang Jendral.


Mendengar sapaan dari perajurit tersebut, membuat Gu Ana segera menelan ludahnya dengan kasar, sambil memegangi lehernya.


"****** aku, semalam aku berkali kali memukul kepalanya, karna kalah dalam permainan. kemarin Sore aku menarik tangannya, dan meminta uangnya, karna kukira Gege Min, setelah itu, aku membentaknya, memarahinya, dan mengolok oloknya." bisik Gu Ana kepada Gu Jun yang masih bisa terdengar oleh Bao Ling, sehingga membuat Bao Ling menahan tawanya. "Tiga kesalah besar itu, memungkinkan malaikat maut akan datang kepada ku tidak ya? Apa setelah ini kepala ku masih milik ku?" Tanya Gu Ana penuh kekhawatiran terhadap dirinya sendiri.


"****** kau, aku akan menganggap tidak kenal kepada mu." Kata Gu Jun sedikit menjauihi Gu Ana. Melihat hal tersebut membuat Gu Ana mendengus sebal, terhadap Gu Jun.


"Dasar medusa licik di bakwan basi tak ada akhlak." kesal Gu Ana mengatai Gu Jun.


"Yang penting aku selamat, Pempek selam." balas Gu Jun tak mau kalah.


"Aku segendut itu ya?" tanya Gu Ana tiba tiba, sambil menusuk nusuk perutnya yang rata.


"Apa kau baru sadar?" ejek Gu Jun sambil mengangkat alisnya.


"Ah kalau begitu aku akan diet." Kata Gu Ana menemukan solusi. "Tapi kalau aku diet makan aku tak akan makan enak lagi." Kata Gu Ana lesu terhadap idenya sendiri, cukup lama Gu Ana berfikir, tiba tiba ekspresi Gu Ana berubah ceria. "Kalau begitu aku olahraga saja." Kata Gu Ana dengan ekspresi sombong.


Raja Bao Ling yang sejak tadi, mendengarkan perdebatan mereka hanya tersenym samar, sehingga hanya dirinya yang tahu. Sebab harus tahu tempat, dan menjaga wibawa di depan umum.


"Permisi, saya bisa mendengar semuanya." karmta Raja Bao Ling sambil tersenyum ke arah Gu Ana dan Gu Jun.


"Ah, aku benar benar minta maaf, apa kau akan melakukan nya?" Tanya Gu Ana sambil tersenyum canggung.


"Baiklah aku akan memaafkan mu asalkan kau menjadi pelayanku dalam beberapa waktu." kata Raja Bao Ling, tersenyum kemenangan, sambil berjalan, membalas perlakuan Gu Ana terhadapnya kemarin.


"Baik, berapa lama?" kata Gu Ana, sambil mengikuti Raja Bao Ling.


Raja Bao Ling tersenyum samar, sebenarnya cuman untuk menggoda Gu Ana, namun Gu Ana benar benar menganggap nya serius. Mungkin karna Gu Ana benar benar takut akan kehilangan kepalanya. Saat raja Bao Ling hendak menaiki keretanya, Gu Ana menahan ujung hanfunya.


"Tunggu aku izin dengan Ayah dan Gege ku dulu." Kata Gu Ana dengan lesu.


"Hm..." kata raja Bao Ling. Kemudian Gu Ana segera mendekati tuan Gu dan Gu Min.


"Ayah, Gege aku salah, aku di suruh menjadi pelayan untuk beberapa hari, dari pada kepalaku hilang." kata Gu Ana, sambil memeluk tuan Gu, yang kini menahan tawa, karna tingkah Gu Ana, yang bukannya memberikan kesan menyedihkan namun lebih kepada menggemaskan.


Dari dalam kereta raja Bao Ling, tersenyum melihat tingkah Gu Ana, yang menurutnya begitu menggemaskan. Meskipun terkadang Gu Ana menyebalkan, dan bertingkah aneh menurutnya, namun tak buruk, mengerjai gadis itu.


"Iya pergilah, sebelum kepalamu hilang." Kata Gu Min menggoda Gu Ana, yang sontak saja membuat Gu Ana mendengus sebal, dan mengkerucutkan bibirnya, sambil menghentakkan kakinya.


"Jiejie, itu bukan tingkah seorang pelayan." teriak Gu Jun sambil tertawa.


"Diamlah." kesal Gu Ana. "Kenapa sih selalu aku yang mendapatkan kesialan." guman Gu Ana.


Sesampainya di samping kereta raja Bao Ling, Gu Ana berbaris di antara pelayan, sambil menyapa para pelayan. Kehadiran Gu Ana di antar para pelayan, membuatnya mencolok, sehingga beberapa mata terus saja mencuri pandang ke arah Gu Ana, yang sibuk bercerita, sambil sesekali tertawa bersama para pelayan.


"Nona kenapa kau menjadi pelayan? Aku yakin yang tadi itu keluarga mu." Kata seorang pelayan yang lebih pendek.


"Itu karna aku memiliki kesalahan terhadap raja kejam itu." kata Gu Ana sambil berbisik, hingga beberapa pelayan saja yang mendengarnya.


...


Maaf teman teman kalau banyak Typonya soalnya ini ngetiknya pakai Hp. Doakan laptop ku cepat sembuh ya.


Hi teman teman mampir ke novel baru ku dong Can U Make Me falling love again?