It'S Me

It'S Me
Episode 243



"Hah? Emang Lastri robot apa? Harus ganti mesin." tanya Lastri dengan wajah polosnya, benar-benar membuat Didi tercengang bingung. Entah bagaiman Lastri bisa terpilih menjadi salah satu asisten pribadi Arkan, untuk mendampingi dirinya.


"Bukannya mendampingi tapi malah merecoki." guman Didi yang tak dapat di dengar oleh Lastri.


...


Didi memijat pelipisnya mengingat kejadian hari ini, di tambah lagi dengan sikap Lastri yang benar benar, di luar nalar. Ingin rasanya Didi melempar semua berkas tebal tersebut, ke kepala Lastri agar otaknya sedikit bergeser, dan menduduki posisi yang benar.


Sementara itu Ariana baru saja terbangun, dan masih berada di dalam pangkuan suaminya, yang saat ini masih asyik membaca beberapa lembar laporan.


"Sayang kamu sudah bangun?" tanya Aska ketika menyadari pergerakan dari Ariana.


"Iya mas, Ana turun ke kamar mandi dulu ya." cinta Ariana membuat akan segera melonggarkan pelukannya.


Tiba tiba pintu terkotor dengan tergesa-gesa, membuat akan segera menghentikan aktivitasnya dan memandang.


"Pak saya Lastri, saya izin masuk." kata Lastri dengan suara sedikit bergetar. Membuat Ariana segera keluar dari kamar mandinya, dan melihat ke arah pintu.


"Iya masuk." kata Arkan, sembari memandang kearah pintu.


Sementara itu di tiba-tiba menyusul Lastri, masuk ke dalam ruangan Arkan.


"Maaf pak." kata Didi tidak enak dengan Arkan.


"Iya ada tidak apa apa." kata Arkan kepada Didi, kemudian mengalihkan pandangannya kepada Lastri. "Nah ada apa dengan kamu Tri?" tanya Arkan dengan wajah bingung memandang Lastri.


"Kok Tri sih pak? Saya kan pakai Telkompel, bukan Tri." protes Lastri tak terima, membuat akan segera memijit pelipisnya. Sementara Ariana segera menutup mulutnya dengan tangan kirinya, guna menahan tawa yang sebentar lagi akan meledak. Lain halnya dengan Didi, yang sudah tahu cara kerja otak dari Lastri, yang terkadang diluar jangkauan.


"Bukan itu maksud saya, Ah..." kata Arkan sedikit tergantung sembari memijit mijit keningnya, karena bingung cara menjelaskannya kepada Lastri.


"Bapak kenapa? Pusing ya." tanya Lastri panik, melihat posnya terus memijit pelipisnya sejak tadi. "Buk tu pak Arkan pusing, dia kan suami ibuk kenapa ga ibu urusin." kata Lastri sontak membuat Ariana benar benar sakit perut, menahan tawanya.


"Iya sebenarnya tadi baru mau saya kasi obat." kata Ariana, membuat Lastir mengangguk paham dengan polosnya.


Jika bukan karena keuletan dan kejujuran Lastri, mungkin saja Arkan sudah memecatnya sejak dulu.


"Ya sudah ada apa Lastri." tanya Arkan dengan sabar, membuat Ariana benar-benar menahan tawanya.


"Ah iya pak, hampir lupa saya." kata Lastri. "Em... anu saya mau minta izin pak." kata Lastri tiba tiba, merubah raut wajahnya menjadi sedih dan panik.


"Iya kenapa." tanya Arkan berubah serius ketika melihat ekspresi Lastri.


"Kambing saya di gigit sama sapi saya pak." kata Lastri yang benar benar membuat tawa Ariana pecah, sementara kedua laki laki yang ada di ruangan tersebut melongo tak percaya. "Ih kok ibuk ketawa? Saya kan lagi sedih." protes Lastri kepada Ariana.


"Oh maaf... Kok bisa?" tanya Ariana mengatur pernafasannya, yang habis karna tertawa.


"Iya pas si Kambing lagi nyelam di air, eh si sapinya, malah nangkap si kambing, jadinya kan kambing saya ngap ngapan buk." jelas Lastri dengan nada sedih.


"Lah bagus dong, kan di tolongin si kambing." kata Ariana bingung dengan maksud Lastri.


"Apanya yang bagus Bu, Si kambing kan nafasnya di Air." protes Lastri, membuat Ariana melongo tak percaya.


"Emang Kambing sama sapi itu apa?" tanya Ariana penasaran.


Sementara Ariana sudah tertawa terpingkal pingkal sejak tadi, Membuat Lastri, mengerucutkan bibirnya.


"Siapa yang ngasih tau kamu, tentang itu?" tanya Ariana di sela sela tawanya.


"Tetangga saya buk." Jujur Lastri, sontak membuat Ariana benar benar tak percaya.


"Ayo cepat kamu pulang, mungkin si kambing membutuhkan kamu." kata Ariana tiba tiba merubah raut wajahnya. "Jangan lupa di bawa ke rumah sakit hewan." kata Ariana, memperbolehkan Lastir untuk pulang.


"Iya buk... terimakasih banyak atas pengertiannya." kata Lastri sembari memasang raut wajah sedihnya.


Setelah Lastri sudah terlihat menyadang tasnya, dan kemudian pergi, barulah Ariana menutup pintu tersebut dengan rapat.


Barulah kemudian mereka bertiga tertawa terbahak bahak, sementara Ariana segera mendudukkan dirinya di sofa, sembari memegang perutnya. Mereka semua kembali tertawa, ketika mengingat nama hewan hewan dari Lastri.


"Kak Didi, kira kira kucingnya kalau di panggil sapi Meong atau nge mooo ya?" kata Ariana kembali menimbulkan tawa,


"Ya meong lah..." kata Didi menjawab pertanyaan dari Ariana di sela sela tawanya.


"Tapi kan sapi." kata Ariana, kembali menggelitik perut mereka berdua.


"Eh tapi ga ambigu tuh kucingnya? Hewan nya aja bingungin, apalagi orangnya." kata Didi, benar benar membuat, Ariana dan Didi kembali tertawa.


"Ah... kalau gitu si kambingnya gi mana dong suaranya." kata Ariana, kembali. Membuat mereka kembali tertawa.


Sementara Arkan tiba tiba berhenti tertawa, dan memandang ke arah Didi dengan tajam. Sehingga membuat Didi memandang ke arah Arkan, yang sejak tadi memandangnya dengan pandangan membunuh, penuh permusuhan.


"Ah maaf saya masih ada pekerjaan, sebaiknya saya mengerjakan tugas saya dulu, saya permisi ya." akta Didi sopan, sembari meninggalkan ruangan Arkan.


Arkan segera mendekati Ariana, dan menggenggam tangannya.


"Jangan pernah tertawa seperti tadi di hadapan pria lain." kata Arkan membuat Ariana bingung, dengan sikap Arkan yang tiba tiba berubah.


"I... iya deh." kata Ariana, sedikit gugup dengan mood Arkan yang tiba tiba turun.


...


Hi author mau nanya nih, ada yang mau di buatin untuk cerita kisah Rahen sekeluarga ga? kalau ya komentar di bawah, terimakasih.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Dan juga Tersandung Cinta Kolak, dengan gendre romantis, komedi dan Ten. Dengan novel chat story.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.