
Xie Jun Ze mulai menjalankan rencananya dengan mengumpulkan beberapa informasi dan bukti disaat Yan Chen mencelakai dirinya di masa lalu. Dia membayar seorang peretas handal untuk mendapatkan beberapa bukti yang terekam di beberapa rekaman CCTV.
Menang cukup sulit untuk mendapatkan semua bukti itu, terlebih kecelakaan itu sudah terjadi cukup lama. Namun akhirnya sang peretas itu menemukan apa yang dibutuhkan oleh Xie Jun Ze.
Malam ini, di dalam kamarnya yang begitu sederhana, dia menonton satu persatu rekaman video itu yang sudah hampir rusak. Namun rekaman itu masih begitu jelas dan sangat terlihat jika Yan Chen dan teman-temannya sedang berusaha untuk mencelakai Yan Yuru.
Rasa sakit dan sesak kembali dirasakan oleh Xie Jun Ze ketika menyaksikan semua itu. Rasa sakit karena dikhianati oleh saudara tiri sendiri dan rasa sakit di sekujur tubuhnya kembali teringat olehnya saat ini.
Namun tiba-tiba saja Xie Jun Ze mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga menyembulkan sebuah senyuman misterius. Seolah-olah ada yang sedang dia rencanakan saat ini.
Tiba-tiba saja pemuda ini mulai menghubungi Xu Kai.
"Halo, Jun Ze. Ada apa menghubungiku selarut ini? Hoammm ..." tanya Xu Kai setelah mengangkat panggilan dari sahabatnya ini sambil menguap panjang.
Xie Jun Ze menepuk keningnya sendiri karena merasa begitu ceroboh hingga melupakan waktu saking bersemangatnya. Dia lupa jika saat ini sudah hampir tengah malam! Tentu saja Xu Kai sudah tertidur.
"Ahh ... maafkan aku, Xu Kai. Sepertinya aku sedang mengigau. Kalau begitu aku akan menghubungimu besok saja. Kamu tidurlah lagi ... oyasuminasai, Xu Kai-kun!" dengan cepat Xie Jun Ze mengakhiri panggilan itu.
...🍁🍁🍁...
Keesokan harinya, paginya ponsel Xi Jun Ze mulai berdering disaat dia baru saja kembali dari kamar mandi. Dan saat ini dia masih hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya saja.
"Hallo, Xu Kai ..." sapa Xie Jun Ze sambil melihat dirinya melalui pantulan cermin sederhana di hadapannya.
"Semalam kamu menghubungiku? Ada apa, Jun Ze?"
"Aku hanya ingin minta tolong kepadamu, Xu Kai ..."
"Hhm. Katakan saja padaku! Jika aku bisa membantumu, maka aku akan membantumu." sahut Xu Kai dengan santainya.
"Selenggarakan spectakuler live concert di Osaka dalam waktu dekat ini! Undang presdir Yan dari Yan Group sebagai tamu kehormatan kita. Kebetulan dia juga sedang ingin bertemu denganku. Maka dari itu aku ingin mengundangnya dalam acara itu. Bisakah kamu melakukan dan mengatur semua itu, Xu Kai?"
Ucap Xie Jun Ze yang sebenarnya merasa sangat ragu karena khawatir akan merepotkan Xu Kai.
"Baiklah! Aku akan usahakan untuk mengatur semuanya dan berbicara dengan papa. Turunlah, Jun Ze! Aku sudah bawah. Ayo berangkat ke sekolah bersama!" sahut Xu Kai dengan santainya.
"Hah? Kamu sudah di bawah?" tanya Xie Jun Ze terkejut.
"Hhm. Aku sudah di bawah."
"Ahh ... baiklah! Tunggu sebentar, aku akan berganti pakaian dan segera turun!" sahut Xie Jun Ze mulai meraih seragam sekolahnya dan mematikan panggilan itu.
Dia segera berganti pakaian dan menuruni tangga kontrakannya dengan cepat lalu berangkat ke SMU Keio bersama Xu Kai.
Ucap Xu Kai menyarankan sambil menikmati roti sandwitch miliknya dan menyodorkan satu untuk Xie Jun Ze. Sementara yamg menyetir kali ini adalah supir pribadinya. Di sebelah sang supir juga ada Zac, pria yang menjadi manager dai XJZ.
"Hhm? Benar juga ya. Tapi ... aku belum sempat untuk mencarinya. Akhir-akhir ini aku sedikit sibuk, Xu Kai ... mungkin akhir pekan saja aku akan mencari tempat tinggal baru." sahut Xie Jun Ze mulai memainkan ponselnya dan hanya sekadar untuk melihat-lihat sosial medianya saja.
"Bagaimana jika untuk sementara waktu kamu tinggal di rumahku saja, Jun Ze?" usul Xu Kai tiba-tiba.
"Eh? Tidak perlu, Xu Kai! Itu akan merepotkan kamu nanti. Aku akan segera mencari tempat tinggal baru deh nanti ..." tolak Xie Jun Ze karena merasa segan.
"Tidak masalah untukku, Jun Ze. Lagipula aku tidak pernah merasa direpotkan kok. Aku malah senang jika kamu menginap di rumahku. Setidaknya aku memiliki teman dan aku tidak kesepian saat di rumah." ucap Xu Kai menghela nafas.
"Kesepian? Kamu memiliki banyak pelayan di rumah. Dan kudua orang tuamu juga selalu ada di rumah bukan?" ucap Xie Jun Ze menatap Xu Kai bingung.
"Kau benar, Jun Ze. Namun kedua orang tuaku sering bepergian ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Aku hanya seorang diri di rumah besar keluarga Xu bersama para pelayan rumah." ucap Xu Kai seadanya.
"Begitu ya? Sepi juga jika hanya ada kamu dan para pelayan."
"Hhm. Maka dari itu sebaiknya kamu tinggal di rumahku saja selama belum menemukan tempat tinggal baru. Aku juga akan membantumu mencarikan tempat baru saat akhir pekan deh ..."
"Hhhmm ..." Xi Jun Ze memutar bola matanya untuk berpikir sejenak, dan akhirnya mulai menjawabnya, "Baiklah. Terima kasih, Xu Xai ..."
"Sama-sama, Jun Ze. Setelah pulang sekolah bagaimana jika aku membantumu mengemasi barang-barangmu dan mulai malam ini kamu tinggal di rumahku?"
"Baiklah! Aku setuju denganmu, Xu Kai!"
"Hhm! Okay!!"
Setelah beberapa saat, akhirnya mobil mewah itu mulai menepi di depan SMU Keio. Kedua pemuda itu segera turun dari mobil keluarga Xu dan mulai memasuki halaman SMU Keio. Sementara sopir dan manager segera kembali meninggalkan sekolahan ini.
Sebenarnya mereka seharusnya juga dikawal oleh pengawal, namun Xu Kai dan Xie Jun Ze bersikeras menolaknya. Karena pengawalan akan membuat mereka berdua bergerak tidak leluasa. Lagipula Xie Jun Ze dan Xu Kai juga cukup menguasai ilmu bela diri dengan cukup baik.
"Lihatlah mereka! Si tuan muda dingin Xu Kai yang tampan dan begitu menakjubkan saat melakukan rapper. Seperti pangeran dari negeri dongeng saja ... ugh ..." bisik seorang siswi yang kebelulan juga melenggang di belakang mereka.
"Xie Jun Ze anak jurusan model dan fashion itu juga tampan bukan main! Apa kamu melihatnya kemarin? Matanya begitu sexy saat menatap tajam Aress. Dia juga keren saat menghajar Aress dan teman-temannya hanya untuk melindungi si culun itu!!" timpal siswi lainnya lagi yang berjalan di belakang mereka berdua.
"Ya!! Tampan dan sexy!! Beruntungnya kita setiap hari bisa melihat kedua pangeran ini! Orang yang saat ini dipuja para gadis di luar saja! Ugghhh ..." sahut gadis lainnya lagi merasa gemas.
GREP ...
Xu Kai yang merasa risih mendengarkan para gadis itu segera menarik tangan Xie Jun Ze untuk berjalan cepat menghindari mereka.