It'S Me

It'S Me
Episode 134



Aduh anak muda, tenaganya sangat besar, aku akan mendapatkan cucu. Kata tuan Gu dalam hati. Berjalan menuju pafilium Gu Min, sambil tersenyum senyum.


...


"Aduh bagaiman ini, Ayah pasti akan salah faham, tentang kita." keluh Gu Ana dengan panik, tiba tiba lupa bahwa yang di harapannya ini adalah suaminya.


"Kenapa kau begitu panik? Bukankah tidak apa apa? Aku kan suami mu." kata pangeran Bao Ling, terkekeh mendengar kata kata Gu Ana dan tingkah Gu Ana, yang seolah panik ketahuan melakukan sesuatu yang tidak tidak. Ketika mendengar kata kata dari pangeran Bao Ling, seketika Gu Ana terdiam, dan terkekeh geli dengan isi kepalanya.


"Ya ampun... lalu kenapa aku panik." kata Gu Ana tertawa tak percaya dengan kelakuannya sendiri.


"Jika kau lupa, katakan saja biar aku ingatkan. Aku akan mengingatkanmu dengan Cara yang enak, dan mudah di mengerti." kata pangeran Bao Ling, sambil tersenyum penuh maksud kepada Gu Ana.


"Yak... jangan tersenyum begitu, sungguh mengerika." kata Gu Ana menutup kepala pangeran Bao Ling dengan selimut. Sontak membuat pangeran Bao Ling, tersenyum karna berhasil menggoda Gu Ana.


Gu Ana tahu, bahwa pangeran Bao Ling tidak boleh di goda, jika dia di goda maka dia yang akan untung, karna itu Gu Ana selalu menghindari jika di goda pangeran Bao Ling.


"An'er ayo." kata pangeran Bao Ling, tiba tiba membuka selimut, dan kembali menyarungkan ke badannya dan Gu Ana, yang tengah duduk.


"Yak... ini masih siang." kesal Gu Ana dengan wajah yang memerah.


"Bagus dong, ini waktu yang tepat." kata pangeran Bao Ling sambil menarik tangan Gu Ana, ke arahnya.


"Aiss... Gege Min akan melakukan persiapan, sebaiknya kita membantu." kata Gu Ana, mencoba melepaskan diri.


"Kalau begitu ayo, bebih cepat lebih baik." kata pangeran Bao Ling mulai nenciumi bibir, leher dan telinga Gu Ana.


"Ling Ling sudah lah, Ayo kita ke sana." kata Gu Ana, dengan wajah memerah.


"Ayo... bukannya sejak tadi aku bilang ayo? Kau saja yang sejak tadi di atas ku, dan tak ingin bangun." kata pangeran Bao Ling, terkekeh geli melihat wajah Gu Ana yang memerah.


"Yak kau menahanku." kasal Gu Ana, sambil berdiri salah tingkah, dengan pemikirannya. Sementara pangeran Bao Ling, terkekeh geli melihat tingkah Gu Ana, yang saat ini salah tingkah atas apa yang di lakukannya.


Saat Gu Ana akan melangkah, kaki Gu Ana tersangkut selimut, dan membuatnya terjatuh, sehingga keningnya terbentur lantai, membuat pangeran Bao Ling segera berdiri mencoba menolong Gu Ana.


Namun Gu Ana segera berdiri, dan menghentak hentakkan kaki, kesal dengan lantai, seolah itu adalah salah lantai. Pangeran Bao Ling hanya terkekeh geli, melihat tingkah Gu Ana yang menggemaskan.


Naas bagai jatuh, tertimpa tangga. Saat Gu Ana hendak keluar, Gu Ana malah menabrak dinding, membuat Gu Ana meringis. sementara pangeran Bao Ling, hanya bergidik ngeri melihat tingkah Gu Ana, ketika salah tingkah benar benar sadis, dan menggemaskan.


Segera pangeran Bao Ling mendekati Gu Ana dan melihat kening Gu Ana, yang kini telah menjadi merah, akibat benturan berkali kali.


"An'er kau tak apa apa Kan? keningmu merah, apa sakit?" tanya pangeran Bao Ling khawatir. mendengar kata kata dari pangeran Bao Ling, Gu Ana mendengus kesal.


Pakai nanya lagi so Bambang, untung laki gue, kalau bukan ga udah gue korbanin lo buat Idul Adha. Kata Gu Ana dalam hati. Sambil berjalan meninggalkan pangeran Bao Ling.


"An'er kenapa cepat sekali?" tanya tuan Gu, dengan keheranan. Sementara yang lain tersenyum senyum geli mendengar kata kata dari tuan Gu.


"Memangnya kenapa Ayah?" tanya Gu Jun pura pura tak mengerti.


"Hust, anak kecil tak boleh tahu." kata Gu Min meledek Gu Ana.


"Ah... ada apa?" tanya pangeran Bao Ling tiba tiba muncul, dengan wajah tak bersalah.


"Apa paman Gu mengganggu kalian? Sungguh paman tak sengaja." kata pangeran Nan Cheng, tertawa cekikikan. Mendengar kata kata dari pangeran Nan Cheng, Gu Ana segera melototkan matanya ke arah pangeran Nan Cheng.


"Aduh An'er, jangan begitu. Kau sangat terlihat imut jika marah, lihat jidatmu sudah memerah." kata pangeran Nan Cheng, tertawa keras. Karna sudah tak tahan lagi, tidak tertawa.


"Apa sebegitu dahsyatnya?" goda Gu Min, melihat ekspresi Gu Ana yang sangat kesal.


"Ah... An'er terlalu bersemangat hingga terpentur dinding." kata pangeran Bao Ling ikut penggoda Gu Ana, sementara yang lain sudah tertawa terbahak bahak.


"Gege aku datang ke sini untuk membantu mu, jangan mengejekku terus." kesal Gu Ana, memonyongkan bibirnya. "Kalau Gege menegejekku terus, aku tidak akan kembali ke kamarku." kata Gu Ana dengan nada merajuk.


"Jiejie mau melakukan apa? Apa ada yang belum tuntas yang Jiejie lakukan di kamar?" tanya Gu Jun, dengan mata yang seolah olah polos, dan tak tahu apa apa.


"Cih... kau bukan detektif conan, yang pura pura polos tapi tahu segalanya." ejek Gu Ana, melihat tingkah Gu Jun yang pura pura polos.


"Ah Sizuka, jangan begitu itu Doraemon mu sedang, duduk." kata Gu Jun menujuk pangeran Nan Cheng.


"Ah... perutnya gendut dong." kata Gu Ana terkekeh, melupakan kesalnya secara tiba tiba.


"Siapa yang bilang aku gendut?" tanya pangeran Nan Cheng tak terima. Secara serentak Gu Min, Gu Ana dan Gu Jun mengangkat tangan. "Dasar trio Gu." kesal pangeran Nan Cheng, sambil melempar kacang yang berada di tangannya. Dengan segera Gu Jun menangkap kacang tersebut, dengan mulutnya.


"Neng nang ning nung, hi ha... sarimin pergi ke pasar." kata Gu Ana bertepuk tangan, seolah sedang melihat pertunjukan topeng monyet. Dengan segera Gu Jun melempar Gu Ana dengan sendal yang Ia pakai. Membuat Gu Ana berlari, ke belakang pangeran Bao Ling, untuk berlindung. Pangeran Bao Ling mengusap kepala Gu Ana, sambil terkekeh melihat tingkah Gu Ana dan Gu Jun.


"Yak kau mencari perlindungan lagi? Dasar manja." ejek Gu Jun, penuh amarah. Karna Gu Ana mengejeknya seperti se ekor monyet. Yang hanya di tanggapi tawa, dari Gu Ana, sambil memeluk tubuh pangeran Bao Ling, dang menjulurkan lidahnya.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.