It'S Me

It'S Me
Episode 139



"Baikalah aku akan cerita." kata raja Bao Ling, segera memeluk Gu Ana dengan erat. "Tapi maafkan aku ya." kata pangeran Bao Ling, hanya di tanggapi anggukan oleh Gu Ana. "Kau tahu aku sangat takut kalau kau marah, dan meninggalkanku." lanjut pangeran Bao Ling, mengecup kepala Gu Ana.


...


"Sebenarnya malam kemarin pangeran Zang Limo datang, dan mengatakan bahwa kau tak akan mampu melupakannya, dan akan kembali kepadanya." kata pangeran Bao Ling, sambil memeluk Gu Ana dengan erat.


Mendengar pernyataan dari pangeran Bao Ling, Gu Ana mendongakkan kepalanya menghadap pangeran Bao Ling. Ada rasa tak percaya di hati Gu Ana, Gu Ana memandang mata pangeran Bao Ling, untuk meyakinkan hatinya.


"Hah? Ya aku memang tak akan melupakan nya." goda Gu Ana, sambil tersenyum polos, seolah itu adalah kebenaran yang ingin di dengar pangeran Bao Ling.


"Hah? Jadi kau akan kembali? Ingat kau itu istriku." kasal pangeran Bao Ling, mengendurkan pelukannya.


"Aku ingat, aku ini istri mu, istri dari pangeran Bao Ling, dari kerajaan Bao." jelas Gu Ana dengan polosnya.


"Jadi kenapa kau masih mengingatnya? Apa kau masih mencintainya?" tanya pangeran Bao Ling kesal, karna merasa perasaannya hanya sepihak.


"Ayolah, aku hanya mengatakan aku mengingatnya, bukan mencintainya." kata Gu Ana enteng. "Aku kan tidak amnesia, lupa ingatan." lanjut Gu Ana.


"Maksud mu?" tanya pangeran Bao Ling bingung maksud yang di katakan Gu Ana.


"Ya pasti lah aku mengingatnya." kata Gu Ana mengerjapkan matanya. "Dia adalah pangeran Zang Limo, dari kerajaan Zang. Dia adalah mantan tunangan ku, yang kutonggal menikah, dengan orang yang lebih baik. Kami putus karna, pangeran Zang Limo menduakan ku, dan aku adalah orang yang tak suka di duakan." kata Gu Ana, dengan menunjukkan wajah polosnya. pangeran Bao Ling mendengar kata kata Gu Ana, terkekeh di buatnya.


"An'er bukan itu maksudku." kata raja Bao Ling, mengusap lembut punggung Gu Ana. Karna menurutnya Gu Ana tidak mengerti, maksud dari pembicaraannya. "Maksudku apakah kau belum melupakan perasaanmu padanya." jelas pangeran Bao Ling, mengecup kepala Gu Ana, karna ekspresi polos wajah Gu Ana, sangat menggemaskan menurutnya.


"Oooo... kenapa tidak mengatakan dari tadi Ling Ling." ucap Gu Ana sambil cengengesan. "Perasaan ku pada pangeran Zang Limo, biasa saja, namun sedikit canggung saat bertemu pandang, karna dulu kami sangat dekat." jujur Gu Ana. "Tapi kalau perasaan ku kepada pangeran Bao Ling sangat dalam." kata Gu Ana, sambil menunjuk dada pangeran Bao Ling.


Pangeran Bao Ling, mengembang kan senyum ketika mendengar kata kata manis Gu Ana. Hatinya menghangat dan bahagia mendengarkan kata kata dari Gu Ana.


"Benar kah?" tanya pangeran Bao Ling dengan mata berbinar. Membuat Gu Ana tertawa, melihat ekspresi lucu pangeran Bao Ling.


"Jadi kau mau yang sebaiknya?" goda Gu Ana, sambil tersenyum senyum. "Baiklah, besok aku akan bertemu Limo." kata Gu Ana menyebut nama pangeran Zang Limo dengan panggilan akrab.


Cup.


Pangeran Bao Ling, mencium bibir Gu Ana, kemudian me*um*et bibir Gu Ana, dengan kasar. Pangeran Bao Ling tak suka, Gu Ana memanggil pangeran Zang Limo, dengan panggilan akrab. Setelah nafas mereka sama sama habis, akhirnya pangeran Bao Ling melepaskan p*ngu*annya. Lalu menyatukan keningnya dengan kening Gu Ana.


"Jangan menyebut namanya." kesal pangeran Bao Ling, memejamkan matanya, sembari mengatur nafas.


Cup.


Pangeran Bao Ling kembali mendaratkan bibirnya dengan mulus, di atas bibir Gu Ana. Pangeran Bao Ling me*um*at setiap inci bibir Gu Ana, setelah beberapa menit baru lah pangeran Bao Ling, melepaskan lu*at*nnya dengan Gu Ana.


Mereka saling memandang dengan nafas yang masih memburu, kemudian Gu Ana tersenyum ke arah pangeran Bao Ling.


"Kan enak kalau begini, kita saling terbuka, dan tidak menyembunyikan apa apa." Kata Gu Ana masih dengan senyum manisnya. "Jika kita saling terbuka, maka kita akan saling mengerti satu sama lain." ucap Gu Ana kembali. Setelah mengatakan hal tersebut, barulah pangeran Bao Ling mengerti arti maksud pembicaraan yang mereka lakukan.


"Kau tahu kelemahan ku, mengerti maksud ku, terimakasih aku mencintaimu." kata Gu Ana memeluk erat tubuh pangeran Bao Ling.


"Ayo tidur." kata pangeran Bao Ling, mengeratkan pelukannya. "Tapi sebelum tidur, ayo kita berikan keturunan kepada ayah" kata pangeran Bao Ling, membuat Gu Ana bergidik, karna mengerti maksud pangeran Bao Ling.


Pangeran Bao Ling segera melepaskan pelukannya, dan menindih Gu Ana, kemudian mulai me*um*at bibir Gu Ana dengan lembut. Dan terjadi lagi, sasuatu yang membuat mereka lelah.


Di lain tempat seorang laki laki, terlihat sedang menyusun straregi, seperti akan melakukan sesuatu yang besar.


"Lakukan semuanya dengan baik, aku ingin malam ini juga." kata laki laki tersebut. "Kau urus yang lain, sementara wanita ku, biar aku yang mengurisnya." lanjut laki laki tersebut.


"Baik tuan." kata pengawal setia laki laki tersebut.


"Setelah itu siapkan tandu keluar dari kerajaan ini, karna aku akan segera pergi dari sini, dengan kekasihku." kata laki laki tersebut, tersenyum penuh arti.


Nikmati waktu dengannya, karna sebentar lagi, sisa waktunya hanya untukku. Kata laki laki tersebut sambil tersenyum penuh arti.


Kemudian memacu kudanya ke suatu tempat, untuk mempersiapkan semua keperluan yang Is butuhkan.


"Tunggu lah aku akan menjemputmu." Guman laki laki tersebut, sambil mencium sebuah gulungan. "Sekalipun takdir, aku akan menentangnya." lanjutnya simrik.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like co mment, and favorite novel ini ya.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.