Beauty Clouds

Beauty Clouds
Keputusan Final Rio



"Neng Ody lagi ngapain?" tanya Mbok Karti yang melihat Ody tengah sibuk di dapur.


"Eh Mbok Karti, ini Mbok mau nyiapin makan malam buat dokter Rio. Mbok mulai sekarang buat masak biar Ody ajah yah, nggak tau kenapa sekarang pengin masak terus bawaanya." ucap Ody sedikit berbohong, mengatas namankan bayinya, biar Mbok Karti meng izinkan Ody untuk masak.


"Wah,.. Neng Ody ngidamnya bagus pengin masak terus, ada loh Neng yang bahkan ngidamnya nggak bisa nyium masakan. Kalo Neng malah kebalikanya pengin masak." balas Mbok Karti.


"Iya Mbok, malah kalo Ody suka nyium bumbu yang sedang ditumis baunya harum." Beo Ody, memang pada kenyataanya ia suka bau bumbu yang tengah ditumis, rasanya bikin candu buat dihirup.


"Jangan-jangan ini utunya cewek, jadi bawaanya pengin masak." ucap Mbok Karti sembari mengelus perut rata Ody.


"Amin, cewek sama cowok sama ajah Mbok yang penting sehat sama berbakti sama orang tuanya." doa Ody.


"Amin, Mbok mah cuma bisa doain semoga utun sama bundanya sehat terus." imbuh Mbok Karti.


"Amin," balas Ody dengan mengusapkan kedua tanganya kewajah.


Kini Ody tengah melanjutkan memasak makan malam buat Rio, Ody ingin mengucapkan rasa terimakasih buat semua yang udah Rio lakuin hari ini. Ody tidak bisa mengganti semua yang Rio berikan dengan materi, Ody hanya bisa menggantinya dengan menu masakan spesial.


Menjelang magrib Ody sudah selesai dengan pekerjaanya, kini ia akan membersihkan badanya dan menjalankan sholat magrib.


Setelah selesai menjalankan sholat magrib Ody kembali turun, sekarang ia tengah menyiapkan makan dimeja makan.


Tiba-tiba bel berbunyi.


"Siapa Mbok?" tanya Ody ketika Mbok Karti baru sajah membukakan pintu untuk tamunya.


"Mas Bisma, pengacara tuan Rio, katanya sudah ada janji dengan tuan, Neng." jawab Mbok Karti.


"Ya udah, saya panggilkan Rio yah Mbok." ucap Ody, sembari bersiap akan naik ke kamar Rio.


Tok.... Tok... Tok...


"Tuan, dibawah ada pengacara Anda, katanya sudah ada janji dengan Anda sebelumnya." ucap Ody di depan pintu.


"Iya nanti saya turun." balas Rio dari dalam kamar.


Rio di dalam kamar tengah duduk bersantai. Kini ia sudah yakin akan menghapus perjanjian dan akan mencoba menerima Ody sebagai istrinya, dan apabila kedua orang tuanya sudah kembali ia akan mencoba membicarakan setatus Ody.


Rio turun dari kamarnya dan menghampiri pengacaranya, Bisma.


"Udah lama?" tanya Rio sekedar basa basi.


"Baru ko," balas Bisma singkat, "Kenapa?" tanya Bisma.


"Perjanjian nikah gue, loe bawa kan?" tanya Rio.


"Bawa, kan loe tadi uda bilang mau bahas itu."


"Ya kali ajah loe pikun," cicit Rio.


"Kenapa, ada yang mau ditambah?" tanya Bisma.


Ditengah Obrolan ringan Bisma dan Rio, Ody datang menyuguhkan minuman dan beberapa cemilan.


"Monggo diminum tuan," ucap Ody sembari meletakan minuman keatas meja.


"Terima kasih Mba," ucap Bisma, yang belum tahu bahwa yang sedang menyuguhkan minuman adalah Ody, istri dari Rio.


Memang pada saat pembuatan perjanjian nikah yang pertama, Ody tidak dilibatkan sehingga Bisma tidak mengetahui wajah Ody. Bisma hanya tau istri Rio bernama Maody tanpa tau wajahnya.


Ody pamit akan kembali kedapur, tetapi dicegah oleh Rio.


Ody menatap Rio, seolah bertanya kenapa?


"Nanti juga tau, duduk." titah Rio sembari menggeser duduknya agar Ody bisa duduk di sampingnya.


Ody mengikuti perintah Rio duduk di samping dirinya.


"Jadi gini gue undang loe, kerumah gue pengin hapus perjanjian nikah," ucap Rio dengan yakin.


Yang berhasil membuat Ody langsung menoleh ke Rio, Ody seolah tidak percaya apa yang Rio katakan.


"Apa ada alasanya?" tanya Bisma.


"Tidak, hanya saya rasa sudah tidak memerluka perjanjian itu." ujar Rio masih dengan mimik wajah santainya.


"Kalo begitu loe udah cinta sama istri loe?" tanya Bisma.


"Entah lah, yang pasti gue akan berusaha menerima pernikahan ini. Gue juga akan berusaha menjelaskan setatus Ody sama mamih dan papih apabila mereka sudah kembali ke negri ini." ujar Rio lagi-lagi masih dengan tampang yang santai.


Sedang hatinya Ody bergemuruh seolah tidak percaya dengan yang Rio katakan. Bahkan sebelumnya Rio tidak pernah mengatakan akan membatalkan perjanjian pernikahan. Rio hanya berkata akan merubah. Bahagia? Pasti. Ody merasa bahagia, akhirnya pernikahanya tidak lagi dirahasiakan. Seandainya Rio bisa jujur dengan keluarganya, begitu pun Ody berencana akan memperkenalkan Rio dengan ibunya.


"Kalo itu memang keputusan final loe, gue bisa apa. Gue akan ikuti permintaan loe. Ngomong-ngomong ini istri loe?" tanya Bisma penasaran, siapa sih sosok istri yang bisa dengan cepat merubah pendirian Rio. Dari yang sebelumnya menentang dengan keras pernihkahanya. Belum genap empat bulan pernikahanya udah dicabut perjanjian nikahnya.


"Iya dia orangnya." jawab Rio sembari melirik Ody.


Sedangkan Ody yang merasa jadi pusat perhatian dua pria sudah pasti malu dan mukanya memerah, dan bikin Rio tersenyum melihatnya. Entah lah muka merah Ody seolah memiliki daya ikat sendiri buat Rio, sehingga ia akan tersenyu geli apa bila Ody menunjukan muka merah merona.


"Wajah sih kalo dia ceweknya, jujur gue baru liat dia barusan sajah sudah tertarik. Wajahnya ayu sehingga tidak bosan untuk di pandang." ujar Bisma memuji Ody. "Banyak wanita cantik, tapi tidak banyak wanita cantik nan ayu, di mana semakin dipandang semakin candu." tak henti Bisma memuji Ody, sehingga muka Ody tambah memerah.


Rio pun akui yang dikatakan Bisma ada benarnya di mana ketika menatap wajah Ody seolah candu akan ketagihan untuk menatapnya. Hal itu sering Rio lakukan ketika Ody memijitnya, ia sering mencuri pandang kewajah Ody, mungkin sajah dari sana timbulnya perasaan Rio.


Setelah urusan selesai Bisma pamit, karena masih ada kerjaan yang lain. Sebelumnya Rio sudah menawarkan agar Bisma ikut makan malam bersama, tetapi Bisma menolak, dikarenakan hari makin beranjak malam dan dia masih ada urusan lain.


Rio mengantar Bisma sampai kedepan rumah.


"Bis, untuk setatus pernikahan gue, loe jangan kasih tau siapa-siapa dulu yah, terutama keluarga gue. Biar nanti gue sendiri yang akan memberi tahu mereka." pesan Rio sebelum Bisma masuk kedalam mobilnya.


"Beres kalo urusan itu, lagian mana berani sih gue ngikut campur urusan rumah tangga orang, kecuali orang itu yang meminta aku untuk masuk kedalam permasalahn keluarganya." jawab Bisma, dia meyakinkan Rio bahwa dirinya bukan orang yang ember.


Selepas Bisma pulang, Rio masuk dan melihat Ody tengah menyuci gelas. "Kamu udah makan?" tanya Rio.


"Belum, saya menunggu Anda. Tuan kenapa Anda tiba-tiba memutuskan untuk menghapus semua perjanjian itu?" tanya Ody, ia masih penasaran alasan Rio.


"Kan tadi udah dibilang alasanya." jawab Rio santai.


"Berati kalo Anda akan memperkenalkan saya kepada keluarga Anda, apa berati saya juga boleh memperkenalkan Anda kepada keluarga saya?" tanya Ody dengan ragu, ia takut sikap Rio masih sama sepeti dulu gampang tersinggung dan cepat marah.


"Boleh sajah, kapan?" tanya Rio, berhasil bikin Ody kaget.


Diluar pikiran Ody, Rio justu sudah siap apabila akan diperkenalkan kekeluarga nya dalam waktu dekat ini.


#Buat yang minta Rio dibikin bucin, nih othor kasih yang manis-manis dikit, sebelum badai besar menguji cinta mereka....❤


...****************...


#Terimakasih buat yang udah mampir, dan jangan lupa tinggalkan jejak yah.❤


# Mampir juga kekarya Othor yang satunya yah "Jangan Hina kekuranganku" ceritanya nggak kalah seru loh...❤