Beauty Clouds

Beauty Clouds
Kemenangan untuk Clovis



Di apartemen Clovis, ia yang baru selesai mandi dan bersiap akan mengecek pekerjaanya. Setelah rapih dan hendak berangkat ke tempat usahanya, tiba-tiba terdengar pesan masuk. Karena ia masih memiliki banyak waktu luang ia pun menyempatkan diri untuk mengecek pesan yang masuk. Tentu Clovis tersenyum. Senyum kemenangan tergambar jelas di wajahnya setelah membaca pesan yang barusan masuk kedalam ponselnya.


"Sekarang kamu sama sajah dengan pela'cur yang sering menghiburku. Dasar cewek murah'an," gumam Clovis, lalu ia pun membalas pesan Arzen.


"Semua pembayaran akan lunas malam ini juga, asal loe bawa bukti yang gue mau." Clovis membalas pesan Arzen.


Sementara Arzen pun langsung membalas lagi pesan dari Clovis.


"Semua yang loe minta sudah aman di tangan gue. Loe tinggal tepatin janji loe dan gue akan kasih bukti vidio itu sama loe." Arzen memberika balas dengan cepat. Hal itu membuat Clovis yang langsung membaca pesan dari Arzen langsung bersorak gembira. Bak mendapatkan undin lotre yang berhadiah fantastis.


Yes...


Yes...


Yes...


"Sebentar lagi gue pastikan loe nangis dan bersujud di bawah kakiku. Dasar cewek murah'an." Sepertinya memang Clovis itu benar-benar akan membuat Ipek menyesali setiap ucapan yang pernah Ipek lontarkan padanya. Terlebih Clovis adalah cowok yang ambisius. Tentu Ipek lari kelubang semut pun Clovis akan kejar dan akan membuat perhitungan dengan Ipek.


Clovis selama ini dibesarkan dan bergaul lebih banyak di dunia hitam. Jelas belas kasih, dan simpati seolah hilang menguai sesuai dengan kerasnya hati yang ia miliki. Ia tidak jadi pergi bekerja, kerjaanya ia serahkan kepada orang kepercayaanya. Clovis justru kembali merebahkan badanya. Dia menikmati kemenanganya dengan berpesta kecil di kamrnya, dengan meminum segelas wine yang selalu tersedia di apartemenya cukup untuk menghangatkan tubuhnya.


Sembari menunggu Arzen datang, Clovis mengambil sebatang rokok dan mehisapnya di balkon, menikmati suasana malam yang sunyi. Dengan sebatang rokok dan segelas minuman berwarna merah itu Clovis merayakan kemenanganya seorang diri.


Sementara Arzen pun tengah menuju ke apartemen milik Clovis. Ia memilih tempat itu agar semua rahasinya bisa aman tanpa ada orang lain yang mendengarnya.


Begitu sampai di depan pintu, Arzen langsung memasukan kode keamanan pintu yang ia juga sudah hafal. Karena Arzen sendiri sudah sering ke apartemen temanya itu. Begitu masuk ruangan Arzen mengedarkan pandanganya ke semua sudut ruangan.


Aparteman yang cukup nyaman buat seorang cowok single, terdiri dari satu ruang tamu, ruang makan dan dapur serta mini laundry dan kamar mandi di lantai bawah. Serta dua kamar di lantai atas di mana di setiap kamar sudah dilengkapi dengan kamar mandi dan satu ruangan keluarga tertata dengan rapi. Yap meskipun Clovis laki-laki tetapi ia juga tidak suka tempat yang berantakan, sehingga tempat tinggalnya selalu rapih karena beberapa hari sekali akan ada jasa kebersihan yang membersihkan apartemenya.


Arzen melihat Clovis di balkon tengah menikmati sebatang rokok yang baru dihisap setengahnya. Ia lalu membuka pintu yang menghubungkan balkon dan mengambil posisi duduk di samping Clovis tanpa sepatah kata pun Arzen mengambil sebatang rokok dan menyulutnya dengan pemantik elektrik yang terletak di meja.


"Ngomong-ngomong kenapa tuh cewek dengan gampang bisa loe taklukin di ranjang. Sementara yang gue tau dia cukup kolot dalam hal semacam itu. Gue sedikit curiga jangan-jangan loe bermain curang," tuduh Clovis dengan membuang puntung rokok yang telah habis ia hisap.


"Wey main curang gimana maksud loe? Pake pelet atau pake obat haram maksud loe?" Arzen pura-pura murka dengan tuduhan Clovis. Padahal memang pada kenyataanya ia dan Ipek bermain curang untuk mengelabuhi Clovis.


"Kalo pelet gue nggak pernah percaya hal gaib semacam itu, tapi obat haram, bisa sajah loe gunakan benda itu secara yang gue tau Ipek bukan tipe murah'an yang gampang dirayu dan mau begitu sajah berakhir di ranjang, dan saling memuaskan," ucap Clovis dengan santai.


"Memang yang loe bilang benar. Ipek bukan tipe cewek murah'an, tapi kalo udah kepepet apalagi urusan money. Semuanya bisa jadi mungkin bro." Arzen pun langsung memainka karangan cerita yang ia dan Ipek sudah siapkan sebelumnya. Mengatasi setiap pertanyaan yang Clovis tujukan untuknya.


"Maksud loe?" tanya Clovis ingin Arzen menjelaskan lebih detail dan terperinci.


"Karena Ipek loe pecat, sehingga ia krisis keuangan, dan dia ngehubungi gue minta pekerjaan dan meminjam uang untuk biyaya keluarganya. Otomatis saat itu juga gue manfaatkan buat memberikan pernawaran yang menguntungkan buat dia dan gue. Gue menawarkan kerjasama yang loe tawarkan dan memberika uang cuma-cuma sebagai bayaran karena kerja sama satu malam itu. So, pasti awalnya ia menolak, tetapi esokan harinya dia datang lagi dan menerima tawar gue." Arzen dengan lancar menceritakan kronologi gimana Ipek bisa ia taklukan. Dengan santai dan seolah dia adalah pemenangnya Arzen menyodorkan tanganya dan menagih janji Clovis. "Loe masih punya hutan sama gue 500 juta," ujar Arzen dengan senyum devilnya.


"Seratus juta," jawab Arzen dengan santai, tanpa menatap ke Clovis.


"Apah.... loe bayar seratus juta dan loe minta imbalan ke gue satu miliar, bener-bener loe yah. Manfaatin keadaan banget," runtuk Clovis mengumpat ke Arzen.


"Yang sembilan ratus juta buat akomodasi lainya Vis, lagian gue rasa sangat setimpal bayaran satu milliar yang loe berikan ke gue. Toh dentam loe terbalaskan, loe juga bisa memanfaatkan vidio itu buat menindas dia. Terus ruginya dimana?" tanya Arzen justru semakin memanasi Clovis.


"Ya udah, iya gue bakal bayar sisa uang yang lima ratus juta sekarang mana buktinya gue udah nggak sabar ingin melihatnya," tanya Clovis dengan menyodorkan tangan kananya guna meminta vidio yang Arzen janjikan.


"Tunggu dulu! Gue juga harus pastiin bahwa loe nggak akan menyebar vidio ini," ucap Arzen memastikan Clovis tidak menghianati omonganya.


"Iya gue janji nggak akan menyebar vidio itu dan gue hanya gunain buat ngancam cewek murah'an itu," janji Clovis.


Akhirnya Arzen meyodorkan ponselnya yang mana disana ada rekaman yang sudah ia persiapkan dengan sesempurna mungkin.


Clovis dengan tidak sabar menyambar ponsel Arzen dan memutar vidio yang dimaksud..


Hahaha...


"Dasar cewek murah'an. Pela'cur."


...****************...


Disini ada yang suka baca novel fantasi nggak? Kalo ada Author mau rekomendasiin nih novel karya bestie othor, ka Lidiawati di jamin keren dan memanjakan pembacanya...


Yuk langsung meluncur jangan lupa like, komen dan tekan fav yah biar bestie othor senang...


Luxia di lahirkan dengan tanda lahir Burung Phoniex di sebelah lengan kirinya, dan dia di takdirkan menjadi seorang penyelamat.


Meskipun ayahnya seorang kaisar, Luxia harus tetap berhati-hati demi keselamatannya dari musuh yang siap menyerang dan mengendalikan kekuatan yang dia miliki, agar tidak berubah menjadi iblis sang penghancur dunia apa yang harus Luxia lakukan?


Akan tetapi dengan kemampuan yang dia miliki, meski banyak ancaman yang datang kapan saja apakah Luxia akan berhasil menyelamatkan dirinya dari seorang yang berniat jahat?


Berhasilkah Luxia menyelamatkan dunia dan tidak harus menjadi seorang iblis penghancur?


Apakah yang akan Luxia hadapi nanti? dan bagaimana cara Luxia menyelamatkan dunia dan menjaga dirinya agar tak menjadi iblis sang penghancur? saksikan perjalanan Luxia