
Dirumah Emly ....
Sementara Mbok Zuha membeli rujak sesuai permintaan Emly, justru Emly sedang sibuk di kamar mencari tahu ciri-ciri kehamilan. Sebenarnya Emly pun merasa takut kalo sajah ia hamil, mengingat waktu kejadian ia melakukan penyatuan dengan Aarav. Emly baru sajah bersih dari haid, harusnya bulan ini dia sudah kembali datang bulan, tapi sampai saat ini Emly belum datang bulan juga.
Panik ,bingung gimana kalo dia benar-benar hamil, sedang Emly sangat jijik kalo harus minta pertanggung jawaban dari Aarav. Sebenarnya Emly sangat yakin kalo pun ia jujur dengan kondisinya bahwa dia tengah mengandung, Aarav pasti akan bertanggung jawab.
Namun Emly nggak suka dan jijik harus menikah dengan Aarav yang miskin hanya sebagi asisten Rio, pekerjaanya sangat jauh dari harapan Emly, belum papih dan mamih pasti tidak setuju kalo menantunya dari kalangan bawah.
Emly membaca satu persatu tanda-tanda orang hamil yang ada layar ponsel pintarnya.
1.Terlambat menstruasi (Iya aku bahkan sudah terlambat) batin Emly mencocokan dengan kondisi yang ia alami.
2.Perubahan payu darah dan ****** (Iya aku juga merasakan panyu dara ku mengeras, tapi biasanya tanda akan haid. Ah,..mudah-mudahan sajah itu tanda kalo aku mau haid bukan hamil. Emly mencoba menyangkal kegundahan yang ada di pikiranya.
3.Mual dan Muntah (yang ini aku tidak merasakanya, Emly sedikit lega karena buat ciri-ciri selanjutnya ia justru tidak merasakanya.
4.Indra penciuman lebih sensitif (lagi-lagi Emly tidak merasaknya baginya ia biasa ajah nggak ada terganggu dengan penciumanya.
5.Keluar bercak darah dari ****** (Sekarang Emly lebih lega lagi ,karena buat selanjutnya pun ia tidak mengalaminya. Emly pun akan menutup Hpnya, karena ia yakin bahwa dirinya tidak hamil, ciri-ciri yang kebanyakan nggak dia rasakan, tapi satu sisi Emly penasaran daftar selanjutna. Akhirnya Emly pun melanjutkan membaca ciri orang hamil selanjutnya)
6.Keram perut,(Tidak, menambah daftar ketidak cocokan dengan yang Emly alami)
7.Cepat lemas dan leleh (ketika Emly membaca daftar nomer 7, ia merasa bahwa akhir-akhir ini dirinya cepat lelah dan lemes bawaanya, lagi-lagi Emly menyangkal dalam hatinya)
8.Perubahan nafsu makan (Lagi-lagi Emly merasa ada kecocokan, akhir-akhir Ini Emly merasa kurang nafsu makan, tapi kadang ia sangat menginginkan makanan sesuatu)
Emly tentu semakin dibikin bingung, ia menutup Hpnya nggak sanggup rasanya kalo ia harus menemukan poin yang sama dirasakan sama tubuhnya. Emly selalu mencoba menepis bayangan bahwa dirinya hamil.
"Ga,.....ga ...boleh hamil bisik Emly pelan ,sambil meremas perutnya mencoba memberi tekanan yang sangat kuat."
"Non rujaknya udah ada, suara Mbok Zuha mengagetkan Emly dari lamunanya".
Emly sebenarnya malas untuk makan rujak, karena pasti akan terfikirkan terus bahwa ini keinginan bayinya apabila ia hamil. Emly mencoba menahan rasa pengin makan rujaknya, yang justru terjadi malah air liurnya seolah akan menetes dan difikiranya terbayang-bayang terus rujak yang Mbok Zuha beli.
Akhirnya Emly pun kalah dengan keinginanya, sungguh bayangan rujak yang menyegarkan membuatnya turun ke bawah dan memakan rujak dengan rakus.
Mbok zuha dan salah satu Art yang lain sampai heran dengan cara makan Emly yang sangat menikmati seolah tidak merasakan asam padahal tadi Mbok Zuha mencicipi rujak mangga sangat asam.
"Non kayaknya doyan banget, emang enggak asem?" tanya mbok Zuha dengan menujukan muka masam.
"Enggak Mbok, ini enak banget, seger, cobain deh." Emly menjulurkan sepotong mangga mudah yang dilumuri sambal.
Mbok Zuha pun memakan mangga mudah yang Emly berikan, tapi begitu kunyahan pertama Mbok Zuha sudah mengerenyitkan dahinya, menandakan amat asam mangganya.
"Apaan sih Non, ini tuh asam banget," ujar Mbok Zuha bergidik menahan asamnya mangga barusan.
"Enak gini dibilang asem!!!" sungut Emly ketus."
"Benaran dah Non Emly mah kaya orang ngidam," ujar Mbok Zuha.
Emly kepikiran emang ciri-ciri ngidam seperti apa sajah? sedang tadi dia cari dari internet nggak disebutkan makan rujak masuk ke ciri-ciri orang hamil, atau ia salah baca atau memang belum sampai poin itu, tetapi keburu Mbok Zuha sudah pulang membawa rujak pesananya.
"Emang ciri-ciri orang hamil makan rujak Mbok?" tanya Emly, penasaran juga dari tadi Mbok Zuha udah beberapa kali bilang bahwa dirinya seperti orang tengah berbadan dua.
"Enggam semua juga sih Non, cuma kebanyakan kalo orang hamil suka rujak, malah kadang mangga muda ajah dimakan begitu ajah." ujar Mbok Zuha.
Emly makin cemas gimana kalo nanti dia hamil. setelah memakan semua rujak tanpa sisa. Emly balik ke kamar. "Kayaknya gue mesti periksa ke dokter kandungan deh buat memastikan hamil atau tidaknya." batin Emly.
Emly pun menghubungi temannya Dokter kepercayaan, yang beberapa kali, Emly minta bantuan untuk membantu memasang kontrasepsi selama ia berhubungan dengan para mantanya. Maka dari itu Emly selama ini tidak hamil ketika berhubungan dengan laki-laki lain dibelakang Rio. Sejak Rio tau perselingkuhanya dan rencananya agar bisa tidur dengan Rio, Emly memutuskan tidak menggunakan pengaman dan kontrasepsi tujuanya agar ia hamil dan Rio akan bertanggung jawab, tetapi justru yang tidur denganya buka Rio melainkan Aarav. Yang makin bikin Emly kesal adalah gimana kalo ia sekarang hamil dan anak itu anak Aarav .
"Bisa gila gue, sial... sial.." gumam Emly cemas.
Berkali-kali Emly meremas perutnya, ia tidak menginginkan kehamilan ini. "Kalo benar- benar hamil gue harus gugurin anak ini. Gimana kalo papih ,mamih tau ...." lirih Emly.
Emly akhirnya menelefon Dokter kepercayaanya dan membuat janji rahasia untuk mengecek hamil atau tidaknya. Makin cepat makin baik itu pikiran Emly.
Setelah membuat jadwal dengan temannya. Emly mulai bersiap, ia memakai pakaian yang sedikit tertutup dan tentunya kacamata itam, dan penutup kepala Emly kenakan agar tidak ada yang mengenali, terlebih ia adalah model kalo sampai ketahuan melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan bisa jadi New gosip yang diburu wartawan.
Makanya Emly harus melakukan penyamaran, ia juga takut kalo pemeriksaanya di ketahui Rio ataupun Aarav, pasti Aarav akan menduga-duga kalau tau Emly hamil, dan anak yang ia kandung adalah anaknya.
Ah, masalah akan semakin runyam kalau ia benar hamil. Niat menjebak Rio agar Ia bisa memandukasih dan hamil dengan Rio, malah yang ada Ia terperosok dalam permainan yang Emly buat sendiri.
Begitu sampai klinik tempat temannya praktek, Emly langsung menyelinap masuk ke dalam, Emly berjalan menunduk menutupi wajahnya takut kalau sampai ada yang mengenalinya. Padahal Emly sudah memakai masker dan kaca mata hitam, tapi perasaan was-was selalu menghantuinya.
"Ada masalah apa lagi?" tanya Zawa teman Emly, yang sudah tau kebiasaan Emly apabila datang kekliniknya selalu menutup identitasnya dengan menyamarkan penampilanya .
"Coba loe periksa, gue udah telat datang bulan dan Mbok yang kerja di rumah bilang tingkah laku gue kaya orang hamil.
"Bagus dong, bukanya loe pengin hamil sama Dokter yang waktu itu lo jebak." jawab Zawa yang tidak tau bahwa Rio lolos dari jebakan Emly.
#Jadi gaez Emly dapat Obat perangsang juga dari temanya ini yang berprofesi sebagai Dokter kandungan, makanya teman Emly mengira kalo Emly hamil, ya anak Rio, secara sebelumnya Emly sudah bercerita rencananya dengan temanya#
"Apaan bukan Rio yang masuk perangkap gue melaikan Asistenya, sial banget gue." gerutu Emly.
"Jadi, kalo bener loe hamil, ini anak Asisten Dokter itu?" tanya Zawa kaget.
"Tau ah, gue pusing mikirin langkah selanjutnya, makanya buruan loe periksa. Malah kebanyakan nanya kaya Wartawan ajah!" Gerutu Emly dengan ketus.
Dokter Zawa pun menyiapkan tes pek untuk langkah awal ,selanjutnya akan dilakukan Usg untuk memastikan lebih kuat dengan hasilnya.
"Nah loh kan Emly, kamu hamil atau tidak?..."
***Belajarlah mengalah sampai tak seorang pun yang bisa mengalahkamu. Belajarlah merendah sampai tak seorang pun yang bisa merendahkanmu***
...****************...
Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah ❤