Beauty Clouds

Beauty Clouds
Satu Miliar



"Enggak- nggak kalo kerja samanya gituan. Enak ajah biar pun bohongan tapi aku sudah punya cewek, nanti kalo dia tau yang ada hubungan gue yang gantian hancur." tolak Arzen dengan yakin, dia tentu takut kalo hubunganya dengan Zawa yang justru nanti hancur karena membantu misi Ipek.


"Ayolah Zen, cuma kamu yang bisa bikin aku bebas dari sayembara ini. Kalo kamu nggak nolong aku entah cepat atau lambat aku bakal jadi budak *** buat mereka yang ingin dapat uang dari Clovis. Apa kamu nggak kasian sama aku. Kamu bayangin ajah aku dijadiin maninan mereka demi mendapatkan uang. Sekarang bahkan aku nggak berani keluar rumah." Mohon Ipek dengan nada dibikin memelas agar Arzen simpati.


"Tapi, nanti kalo ayang gue tau dan marah mengira gue benaran ML sama loe gimana? Apa loe mau tanggung jawab pada hubungan gue?" tanya Arzen dengan nada meninggi.


"Iya gue bakal jelasin bahwa ini semua hanya bohongan, nanti ada temen gue yang akan aku bantu edit vidio agar terlihat real, dan dia juga nanti gue minta buat jelasin ke cewek loe. Dokter Intan juga nanti menjelaskan ko," ujar Ipek sembari membawa nama Intan.


"Loh,.. loh ko gue dibawa-bawa." runtuk Intan kaget namanya tiba-tiba diseret oleh Ipek.


"Iya dok biar lebih percaya, kalo gue doang nanti dikirainya kan pembelaan." bela Ipek. "Benar nggak Zen?" Kembali Ipek melontarkan pertanyaan dengan Arzen.


"Terserah loe ajah deh pek, yang penting gue kebagian bayaranya," balas Intan pasrah.


"Nah gitu, nanti biar aku transfer goceng," ledek Ipek.


Intan hanya melotot, dengan jengah menanggapi ocehan Ipek. "Goceng beli cimol juga nggak kenyang pek-pek," gerutu Intan yang masih bisa didengar oleh Ipek dan Arzen.


"Tuh Zen, dokter Intan juga mau bantu menjelaskan, masa masih nggak mau bantu juga. Kamu ada kasihan lah Zen sama aku, Bisa-bisa gue nggak bisa keluar rumah kalo kamu nggak bantu aku." Ipek tak henti-hentinya memohon agar Arzen merubah keputusanya.


Arzen diam sejenak dan mempertimbangkan semua yang diucapkan Ipek, "Ada benarnya juga yang dikatakan Ipek, kalo aku tak membantunya pasti orang-orang akan terus mengincar Ipek sampai bisa menidurinya. Pasti juga Ipek sangat ketakutan dengan teror dari Clovis. "Gini ajah deh, kalo loe bisa bayar gue satu milliar, gue akan teriama tawara kamu," ujar Arzen, sengaja menguji Ipek. Dalam pikiran Arzen, pasti Ipek nggak akan mampu membayarnya. Sehingga iya tidak usah susah payah mencari alasan apapun untuk menolak tawaran Ipek.


Tanpa pikir panjang Ipek menyanggupi tawaran Arzen. "Ok gue terima tawaran loe, satu miliar gue bakal bayar dua kali. Sebagai DP lima ratus juta. Sisanya gue bayar setelah semua kerjaan beres, gimana?" Ipek dengan semangat menerima tantangan Arzen, dan tanpa ragu mengatur pembayaran.


Tentu Intan dan Arzen langsung syok, jantungnya seolah berhenti ketika Ipek dengan santai menyanggupi tawaran Arzen.


"Loe dapat duit dari mana sebanyak itu Pek? Loe tau kan duit satu milliar itu enolnya ada berapa?" tanya Intan yang masih kaget ketika Ipek menyanggupi pembayaran kerja sama sebanyak satu milliar.


"Tau kalo loe banyak uang mah, dari kemarin gue plorotin," balas Intan.


"Hahaha makanya itu gue nggak nunjukin kalo gue banyak duit, soalnya tau bakal dimanfaatin sama dokter," ucap Ipek kali ini sudah kembali keceriaanya, dari tadi mah boro-boro bisa ketawa. Muka ajah kucel kaya dompet akhir bulan.


Sekarang giliran Arzen yang kucel, ia justru malah takut kalo nanti Zawa bakal tau dan marah lalu minta putus. Arzen mengacak-acak rambutnya. "Udah kaya makan buah simalakama aku ini," gerutu Arzen. Mundur nggak bisa maju pun terlalu beresiko.


Setelah Arzen menyanggupi tawaran Ipek mereka pun memutuskan sambungan teleponya masing-masing.


Di dalam kamar Ipek berjingktak-jingkrak dengan gembira diatas kasurnya. Hatinya benar-benar gembira. Rencananya tidak lama lagi akan terlaksana, Ipek ingin tau gimana reaksi Clovis ketika yang berhasil meniduringa adalah temanya sendiri.


Kini Ipek tinggal meminta bantuan Tama (Orang yang dulu sempat membantu Ipek untuk mencari bukti-bukti di CCTV rumah Rio, ketika kasus pemerkosaan Ody)


Tama adalah ahli IT dan tentu dia jago buat edit-mengedit sehingga nanti vidio yang ia bikin sangat terlihat asli.


Di rumah, Intan tentu masih heran dan penasaran dari mana Ipek mendapatkan uang sebanyak satu miliar. Andai dibikin masuk akal pun sekelas OG uang paling banyak mungkin bisa mengumpulkan seratus juta, dan itu pun pasti bukan hanya dari gajih sebagai OG. "Lalu dari mana uang yang Ipek dapat apakah dia itu sebenarnya sultanwati, tapi kalo sultah pun usahanya apa yang ia kerjakan, sedangkan Ipek jarang terlihat sibuk seperti pengusaha pada umumnya," batin Intan. "Aku sajah kalo di diminta untuk membayar kerja sama seperti yang Arzen lakukan dan meminta imbalan sebanyak itu pasti menolak. Lebih baik nyari orang lain untuk bekerja sama. Dari pada membayar uang satu miliar. Gila bisa buat beli mobil baru yang mewah." Intan tak henti-hentinya menggerutu dengan keputusan Ipek.


Di kediaman Arzen justru kebalikan dari Ipek Arzsen tengah murung ia membayangkan kalo nanti Zawa mengetahui semuanya dan mengira perbuatanya dengan Ipek adalah asli. Arzen bergidig ngeri ketika membayangkan pertengkaranya dengan Zawa.


"Ya Tuhan aku sudah terlanjur menerima tawaran Ipek, tolong aku Tuhan lindungilah aku jangan sampai aku dan Zawa putus gara-gara aku membantu Ipek," batin Arzen.


Bersambung


#Jangan lupa mampir juga ke novel kedua othor yah " Jangan Hina Kekuranganku "


Ceritanya juga ga kalah bagus ko...