Beauty Clouds

Beauty Clouds
SAH



Setelah mobil rombongan Arzen mulai memasuki halaman rumah Zawa. Zawa dan keluarga pun sudah tidak begitu cemas lagi. Yah lagi pula mereka baru terlambat sekitar tiga puluh menit dan tentu itu semua masih bisa di maklumin karena memang kondisi jalanan ibukota yang kadang tidak bersahabat.


Satu persatu pun turun termasuk Arzen turun dan Arzen diapit oleh Abi dan Umi Ipek sebagai ganti orang tuanya. Hal itu Arzen yang menginginkanya. Karena ia ingin Abi dan Umi tidak merasa di bedakan. Ketika kemarin lamaran Papih dan Mamih Rio sebagai walinya. Maka sekarang ia ingin bergantian dengan Umi dan Abi sebagai wali yang menemaninya menggantikan almarhum orang tuanya.


Arzen pagi ini benar-benar gagah dan tunggu ada kejutan di pernikahan ini?


Zawa pun menangis ketika melihat kejutan yang Arzen berikan di hari bahagianya. Kebahagiaan yang melebihi semuanya. Padahal acara ijab kabul belum dilaksanakan tetapi semuanya sudah terharu dengan kabar gembira yang Arzen bawa.


Yah, hari ini Arzen sudah bisa berjalan dengan normal alias tidak lagi mengunakan tongkat. Itu adalah kado pernikahan terindah dari Arzen buat Zawa. Berkat usaha dan kerja kerasnya dan juga niatnya rutin terapi sehingga membuahkan hasil yang sangat bagus. Arzen sudah bisa berjalan dengan normal tanpa ada rasa sakit lagi.


Tidak hanya Zawa yang menangis bahagia, bahkan kedua orang tua angkat Zawa dan masih banyak lagi sodara Zawa yang ikut merasakan kebahagiaan itu.


Abi pun sebagai wali pengganti dari Arzen menyampaikan permintaan maafnya karena ada keterlambatan dari pihak Arzen hal itu karena kesalahanya. Namun tentu Abi tidak berkata jujur. Abi mengunakan alasan lain Agar ia dan Ipek tidak malu tentunya. Ketika hati Arzen berbunga-bunga dan berbahagia berbeda dengan Ipek sejak tadi dia murung dan menunduk hanya sesekali Ipek tersenyum dan itu pun sangat jelas bahwa senyumnya adalah senyum terpaksa. Tidak ada lagi bahagia dihatinya. Bukan karena ia iri atau cemburu atas pernikahan Arzen. Entah sejak pertengkaranya dengan Abi, ditambah belakangan ini lebih tepatnya setelah suaminya meninggal dan ada wasiat dari suaminya yang meminta Ipek menikah dengan Clovis. Abi semakin posesif bukan hanya posesif tetapi justru belakangan Ipek merasa bahwa Abi sudah mengambil hak-haknya sebagai anak dan kebebasan yang lain. Dengan membatasi pertemanan, chat telepon dan masih banyak yang lain.


Ipek justru semakin hari semakin sedih. Akankah Ipek kembali mengalami depresi untuk kedua kalinya? Karena tekanan dari Abi dan Abang-abangnya?


Dulu ketika Ipek masih muda ketika ia tidak suka ia akan melawan bahkan sering Ipek kabur kerumah Intan dan Ody, tetapi sekarang dia tidak berani seperti itu. Ia lebih baik memendamnya dalam hati dan berdiam diri sehingga dadanya sangat sesak.


Seperti saat ini ketika yang lain bahagia dan tertawa lepas dari sambutan masing-masing wali yang saling menghibur, Ipek tidak sedikit pun tersenyum dia mendengar apa yang mereka bicarakan dan bahkan mereka menertawakan apa Ipek tahu, tetapi bagi Ipek itu tidak lucu sama sekali. Mungkin yang lain memakluminya kalo Ipek sedih mengingat almarhum suaminya, padahal bukan itu. Ipek sudah Ikhlas dengan kepergian suaminya. Ipek hanya sedih dan murung karena bahagianya sudah sulit di gapai hidupnya sudah seperti boneka yang diatur oleh Abi dan Abang-abangnya.


Setelah melewati satu persatu acara kini sampai di tahap yang paling di tunggu yaitu IJAB KABUL , kembali diacara ini terjadi banjir air mata pasalnya Zawa sampai detik ini tidak tahu siapa keluarga kandungnya. Bukan ia tidak sayang dengan keluarga angkatnya, tetapi ia sangat sedih dengan nasibnya sendiri yang bahkan ketika dia lahir kedunia dia tidak diinginkan oleh orang tua kandungnya dan malah di buang. Untung ada orang yang menemukan dan di bawa ke panti. Masih untung ia tidak di makan binatang, karena waktu itu menurut penuturan ibu panti Zawa di temukan dengan kondisi baru lahir bahkan tali pusarnya belum di putus dan hanya di bungkus dengan selimut yang masih berlumuran darah juga. Berati memang kelahiran Zawa sangat tidak diinginkan dan bahkan andai ada Anj*ng yang memakanya pun mungkin tidak masalah bagi orang tuanya. Zawa ingin tahu bagai mana wajah orang tuanya yang tega membuang dirinya, apakah mereka bisa hidup dengan tenang dan bisa makan enak tidur nyenyak setelah membuang darah dagingnya sendiri ketempat sampah?


"Sah!!! ucap saksi dengan lantang dan kencang. Menandakan bahwa mulai detik itu Arzen dan Zawa sudah sah menjadi suami istri.


"Alhamdulilah," balas penghulu dan semua yang hadir setelahnya pun dilanjutkan dengan doa dan nasihat pernikahan. Baik Zawa maupun Arzen mereka semua di nasehati dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. bagai mana tugas suami yang baik menurut islam, dan begitu pun Zawa di nasihati bagai mana menjadi istri yang baik menurut islam. Walaupun sudah pasti Arzen pun sudah banyak tahu dengan tugas-tugasnya hal itu karena memang di pondok pun ia banyak di nasihati oleh Abah.


Setelah acara satu persatu selesai dan kini acara saling mengucapkan selamat dan befoto di pelaminan. Terutama foto dengan keluarga, sanak sodara dan teman-teman dari Arzen mapun Zawa.


Ody dan Intan yang sejak tadi memperhatikan Ipek tidak seceria biasanya, bahkan cenderung memaksa kebahagiaanya pun mencoba menghampiri Ipek.


"Ah tidak Mba, Ipek bahkan sudah ikhlas dengan kepergian Abang ko, Ipek mungkin terlalu bahagia sampai bingung mengekspresikanya," jawab Ipek asal, pasalnya tidak mungkin ia menceritakan yang sebenarnya. Takutnya malah sampai ketelinga Clovis, kasihan juga dia pasti sedih banget apabil tahu bahwa Abang dan Abinya sangat tidak suka denganya.


Sementara sesuai yang Ipek bilang bahwa ia dan Clovis bahkan tidak saling menyapa atau pun berbasa basi. Yah, Clovis dengan team cowoknya tengah bercerita dengan heboh, entah pada membahasi apa sehingga mereka terlihat seru sekali di meja pojok.


"Kalo kamu ada masalah apa-apa kamu ngomong ajah Pek siapa tahu kita bisa saling membantu kan. Apa lagi kita sekarang sudah kembali semua pertemananya sehingga tentu makin kompak dan makin bisa diandalkan untuk mencari solusi disetiap masalah yang melilit nyonyah Ipek," ucap Intan dengan gaya tengilnya. Yah dia memang selalu ada ide yang aneh-aneh untuk menghibur.


Ipek pun tersenyum melihat gaya Intan yang sudah berpenampilan anggun dan sangat cantik, tetapi tidak dengan gaya dan ucapanya selalu ada saja ide untuk menghibur yang sedang galau.


Berbeda dengan Ipek yang hanya tersenyum samar, sementara Ody tentu langsung memukul pundak Intan, agar ia sadar bahwa kini ia tengah berpakaian anggun gayang kera saktinya jangan di keluarkan. Begitu kira-kira arti dari timpukan Ody.


"Iya Ipek pasti kalo ada masalah akan cerita sama kalian, lagian kalian kan sudah Ipek anggap sebagai sahabat sendiri, jadi siap-siap ajah di repotkan terus sama Ipek," jawab Ipek dengan santai agar mereka percaya bahwa Ipek memang tidak ada masalah apa-apa.


"Maaf, Mba, dok, Ipek nggak ingin kalian tahu bahwa Ipek tengah lelah dengan hidup Ipek. Maaf biarkan Ipek menyendiri dulu sampai batas waktu yang Ipek sendiri belum tahu," batin Ipek, tetapi ia tetap mencoba tersenyum dengan manis agar mereka percaya bahwa wanita dihadapanya tengah baik-baik saja.


Di pojok meja...


"Vis loe ngerasa nggak sih kalo Ipek itu kaya sedih gitu?" tanya Chandra sembari berbisik, agar yang lain tidak ikut nimbrung dengan obrolan mereka.


"Iya sama aku juga ngerasa begitu. Bahkan dari acara tunangan Arzen dia itu makin beda. Mungkin karena keinget sama suaminya kali yah," jawab Clovis tidak ingin berfikir yang buruk-buruk lagian kan nggak mungkin juga kalo Abi atau keluarganya memperlakukam buruk terhadap Ipek. Terlebih Ipek anak perempuan satu-satunya pasti sangat dijaga sekali. Itu fikiran Clovis.


"Kamu nggak mau deketin buat hibur gitu?" tanya Chandra dengan menaik turunkan alisnya, meledek Clovis.


"Aku bisa apa Ndra. Aku ajah ngak ada hubungan apa-apa, justru jadi aku itu nggak enak, karena tidak direstuin mau jadi menyapa jadi sahabat pun orang tuanya tetap ngawasin ketat. Dari jauhan ajah coba loh perhatiin Abinya liatin gue nggak berkedip. Mungkin teh yang gue minum di kira Anggur merah," kelakar Clovis, tetapi pasti suaranya yang dengar hanya Chandra. Sehingga mereka tertawa renyah. Kita kembali pengantin baru yang sejak tadi sibuk dengan tamu undangan dan fans yang ingin berfoto bersama. Arzen dan Zawa tidak tahu bahwa nanti malam juga akan ada resepsi lagi dan tentu undanganya makin banyak karena warga dari kampung Abah nanti malam sudah sampai di Jakarta.


#Siap-Siap setamina di jaga yah Arzen, jangan sampai malam pertama malah encok duluan...