
Ipek dan Clovis sudah tiba di depan rumah mewah keluarga Ipek. Benar saja kata Ipek pasti keluarganya tengah kumpul, terbukti baru saja keluar dari mobil riuh canda tawa terdengar dari ruang tamu keluarga itu. Ketika momen sepeti ini sangat jarang sekali, dan hari ini Ipek kembali menyaksikan momen hangat ini.
"Cie... Pengantin baru udah pulang," goda Abang-abang ipek.
"Apaan sih bang, ya kalo tidak pulang. Masa mau nginep terus di hotel, lagian kan pengin juga kumpul sama kalian. Kapan lagi coba ada momen kaya gini. Adeknya pulang buru-buru pengin ketemu abangnya malah kayaknya abangnya enggak pengin ketemu adeknya," dengus Ipek sembari memberikan salam dengan anggota keluarganya, di susul oleh Clovis bersalaman dengan anggota keluarga istrinya dan mencium punggung tanganya dengan taksim. Termasuk para abang Ipek meskipun umur Clovis jauh dari mereka, bahkan dengan Ammar abang nomor satu Ipek, umur Clovis masih diatasnya dua tahun. Lalu berapa beda dengan umur Ipek saat ini? Ipek dan Clovis beda dua belas tahun Ipek saat ini baru dua puluh satu tahun sedang Clovis sudah tiga puluh dua tahun.
Namun karena hobbynya berolahraga sehingga tidak nampak garis umurnya, Clovis bahkan masih seumuran dengan abang-abang Ipek yang kembar.
"Vis, masih kurang apa Ipek, kok baru datang udah baper. Gimana adik gue mantep enggak?" tanya Maher si jahil nomer satu sama Ipek.
Wajah Clovis memerah, malu ia memang sering menjadikan pergulatanya dengan para wanitanya sebagai candaanya, tetapi apabila bersama dengan teman-temanya. Kalo dengan keluarga Ipek rasanya bukan candaan yang baik deh. Clovis harus bisa memilah candaanya agar tidak terkesan terlalu buruk.
Clovis menanggapi candaan itu dengan senyum ramahnya. Biarkan urusan ranjangnya menjadi konsumsi ia dan Ipek saja. Walaupun sebenarnya ingin Clovis membalasnya dengan membagi pengalamanya yang tidak ada duanya itu.
"Mantap lah Bang, kalo enggak mantep mana mau nambah," jawab Ipek dengan jutek dan jujur pake banget. Clovis yang sedang menahan agar urusan ranjangnya tidak menjadi olok-olokan. Harus menundukan wajahnya menahan rasa malunya karena kelakuan Ipek yang tidak ada filternya. Ketahuan kan kalo dia maniak S*k.
"Aduh anak Abi ini kok jadi mesum gini yah padahal baru dua hari nikah. Ini gurunya pasti udah profesional?" tanya Abi sembari kepalanya digeleng-gelengkan dan menatap Clovis dengan penuh selidik. Sementara Clovia benar-benar dibuat makin memerah wajahnya.
"Abisan Abang yang mancing Bi. Ah... Abi kayak Abi nggak suka nambah ajah," ledek Ipek, suasana di ruangan keluarga semakin riuh candaan dan tawa renyah terdengar sampai seisi penjuru.
"Abi nambah, tapi paling dua kali nambahnya. Itu pun kalo Umi kamu lagi baik." Abi justru menanggapi candaan Ipek. Entah seperti apa berisinya ruangan keluarga di rumah mewah itu. Bahkan sampai pos security mungkin mendengar candaan yang bikin tegang itu.
"Bi, setop Bi! Enggak kuat nih, nanti malah pengin nggak ada lawanya. Ipek enak kepengin tinggal panggil Clovis. Kalo Maher sama Zain pengin gimana?" ucap Zayen dengan masih tekeh memegangi perutnya.
Clovis meletakan tangan kananya seolah tengah memijit kepalanya yang mulai pusing, pahanya dijadikan tumpuan ia menunduk. Kepalanya sudah mulai berdenyut dengan candaan orang di rumah Ipek. Padahal tadi sebelum pulang sudah sarapan dan bekal setamina disiang hari, tetapi sekarang di bawah sanah sudah kembali memberontak, seolah menjerit-jerit bahwa dia meminta jatahnya.
"Makanya nyari dong biar kalo pengin tinggal panggil juga Bang. Kaya Ammar, Ipek itu kalo pengin tinggal panggil kan enak," sela mamih tidak mau ketinggalan.
Obrolan mereka pun berlanjut sampai tidak terasa kini sudah mendekati masuk sholat Ashar, sehingga orang-orang pada berpamitan satu-satu guna melaksanakan kewajiban empat rokaatnya. Tidak ketinggalan Ipek dan Clovis juga masuk ke kamar Ipek dilantai dua.
Begitu Clovis masuk ia tercengang. Kamar dengan nuansa berwarna pink dengan banyaknya boneka hampir memenuhi ruangan itu. Dan kini Clovis akan berbagi ruangan bahkan ranjang yang didominasi dengan warna merah mudah has dengan kefeminiman wanita.
"Kenapa Bang? Enggak suka yah dengan kamar Ipek yang terlalu geemrli?" tanya Ipek dengan wajahnya yang berubah masam.
"Tidak kok, heran ajah suka banget yah sama warna pink?" tanya Clovis mencoba mencairkan suasana agar Ipek tidak bersedih. Lagian kamar dengan suasana kamar pink tidak terlalu buruk batin Clovis.
"Banget bahkan pakaian Ipek banyakan warna pink," jawab Ipek dengan bibir kembali mereka. Clovis jadi memiliki ide untuk mencoba bermain di ranjang Ipek yana warnanya pink itu, mungkin saja sensasinya berbeda. Sepertinya satu ron-de sebelum sholah Ashar bagus buat olahraga sore.
"Kamar ini kedap suara tidak?" tanya Clovis sebelum memulai aksinya.
"Hah... Kenapa emang?" tanya Ipek heran.
"Pengin olahraga kaya tadi siang," bisik Clovis dengan mata dan bibir di buat menggoda. Kalo kaya tadi siang berati harus Ipek yang memimpin meliukkan, menari di atas tubuhnya. Sebab setelah dirayu cukup lama Ipek baru mau menaiki tubuh suaminya dan mencontoh vidio edukasi yang mereka lihat.
Namun baru di coba sekali Clovis langsung ketagihan, Ipek pun sepertinya menikmati permainan yang ketiga. Nalurinya bermain dengan apik meskipun dia tidak menonton vidio itu hingga selesai. Dari insting dan respon dari tubuhnya sudah bisa menentukan apa yang selanjutnya harus ia lakukan, sehingga permainan yang Ipek pimpin berakhir dengan sempurna.
"Lama tidak, ini sudah jam empat lewat loh, kalo lama nanti malah tidak kebagian sholat Ashar," ucap Ipek untuk memastikan suaminya bahwa dia tidak akan melama-lamakan permainanya. Seperti siang tadi yang katanya sebentar itu ternyata isapan jempol belaka, ujungnya harus lebih dari satu jam mereka bermandikan kereingat.
"Bentar," jawab Clovis tanpa menunggu persetujuan dari istrinya Clovis sudah melucuti pakaianya seorang diri, tubuh telanjangnya mendekat ke arah istrinya yang masih memunggunginya. Tangan kekarnya melepas hijab istrinya setelahnya masuk ke dalam baju gamis Ipek. Matanya terpejam menikmati setiap rasa aneh yang menguasai tubuhnya.
Kalau sudah terasa seperti ini sudah tidak bisa menolak lagi. Tangan lentik Ipek yang akhirnya menanggalkan pakaianya mengikuti jejak suaminya.
"Di kamar mandi ajah kayaknya sayang. Kalo di sini takut jeritan kamu sampai ke kamar sebelah. Kamu kalo keenakan suka tidak sadar menjerit-jerit seperti apaan," ucap Clovis tanganya langsung membopong tubuh Ipek yang sudah tela'njang pula.
Lagi-lagi yang Clovis liat dari kamar mandi Ipek adalah warna pink, perabotan seperti sikat gigi sampai gayung pun berwarna pink.
Tubuh polosnya di turunkan guyuran air shower membasahi keduanya yang sedang asik memandu kasih. Sentuhan yang memabukan mampu membuat Ipek menge-rang mendakan ia sudah mencapai puncaknya lebih dulu. Clovis pun terus membuat Ipek kembali terbuai dengan permainan yang sempurna itu. Clovis semakin mempercepat ritme permainanya agar mereka bersamaan mencapai Kli-maxnya.
Ahhh... Erang'an panjang yang menandakan bahwa keduanya telah menyudahi permainanya. Nafas tersenggal-senggal menandakan bahwa memang Clovis sangat pandai membuat Ipek kewalahan dengan tenaga suaminya. Namun Clovis justru semakin dibuat ketagihan pasalnya Ipek udah semakin ahli untuk mengimbangi tenanganya yang seolah tiada habisnya untuk membuat permainan semakin memanas itu. Guyuran dari air dingin meluluhkan sisa peluh yang barusan menjadi pertanda bahwa permainan mereka memang sangat melelahkan.
Clovis setelah mandi dan sudah mengenakan pakain koko, peci san sarung. Sementara Ipek sudah lengkap dengan setelah mukenanya.
Mereka sholat berjamaah setelah sebelumnya menjalankan ibadah yang lainya.
Setelah sholat, seperti biasa Clovis bersalaman dan akan mencium kening istrinya dengan mesra. Setelahnya Clovis mencium perut rata Ipek sembari melantunkan doa agar apa yang sudah ia usahakan bersama Ipek segera jadi buah hati, supaya bisa menambah ikatan harmonis di rumah tangganya, serta meramaikan rumah ini dengan tangisan nyaring dari seorang bayi yang mungil nan lucu.
...****************...
Temen-teman othor bawa rekomendasi novel karya bestie othor yang super keche. Mampir yuk, jang lupa tekan fav sebelum baca dan juga tinggalkan dukunganya yah...