
Diruang tamu Ody, dan Hendra sedang menunggu tuan rumah, yang pamit kedapur, diselingi obrolan ringan antara keduanya.
"Maaf yah nak Ody, saya nggak tau kalo ada tamu," sapa Pak Joko dengan ramah.
"Oh iya Pak nggak apa-apa," Ody dan Hendra langsung berdiri guna untuk berjabat tangan dengan Pak Joko.
Sedikit gugup Ody pun mulai melanjutkan perbincangan yang tadi sempat tertunda.
"Jadi gini Pa, mungkin Pak Joko dan Bu Heni sudah tau bawah rumah yang kemarin Mas Doni bangun, rencananya bakal kita tempati setelah kami menikah, dan untuk biyaya beli tanah sampai pembangunan, adalah uang kami berdua. Saya juga masih menyimpan semua bukti transfer dan bukti chat dengan Mas Doni. Takutnya nanti Pak Joko atau Bu Heni kurang yakin dengan penuturan saya." ucap Ody menuturkan niatnya datang menemui mereka.
Ody pun menyerahkan beberapa bukti transfer, yang memang sudah dia siapkan untuk memuluskan rencananya.
Pak Joko mengambil kertas, yang Ody serahkan dan mulai mengecek total nominal yang sudah Ody tranferkan ke Doni. Lebih dari 100 juta uang Ody yang harus mereka balikan, karna memang rencana yang menggagalkan adalah anak mereka sendiri.
Mau ga mau mereka harus tanggung jawab donk.
"Gini nak Ody, sebenernya bapa sudah tau semua masalah kalian. Kami juga sudah mengira bahwa kedatangan nak Ody ke rumah ini memang untuk membahas ini." ucap Pak Joko.
"Kami usahakan untuk mengupayakan pengembalikam uang nak Ody, tapi bapa mohon nak Ody untuk saat ini sabar dulu, karena sebernya dari pertama bapa dengar cerita ini dari Dony. Kami sudah merencanakan sesuatu, supaya uang nak Ody bisa kami kembalika.
"Kami juga nggak mau nak Ody cape-cape kerja ke Jepang dimana disana pasti keras buat mencari rupiah. Setelah pulang tidak membawa hasil apapun, dan kami juga nggak mau jadi omongan tetangga lagi, cukup kejadian Doni kemarin membuat kami jadi bahan gunjingan tetangga." ujar Pak Joko memberika pendapatnya.
*Jadi manusia kalau sudah tidak bisa memberi pada orang lain,setidaknya jangan sampai mengambil hak orang lain.Ingat murkanya Alloh.*
''Ody yang bingung dengan ucapan Pak Joko mengenai gunjingan tetangga pun menanyakan maksud dari omongan beliau.
"Maksud gunjingan tetangga gimana Pak?" tanya Ody bingung.
"Jadi gini nak Ody, jujur kami malu sebenarnya untuk menceritakan ini." ucap Pak Joko dengan muka yang lesu.
"Sebenarnya pernikahan Cindi dengan anak kami, karna ada satu sebab, yang mana Cindi sudah hamil duluan dengan Doni. Makanya begitu kami tau, kami sangat malu dan tetangga selalu bergosip masalah ini, terlebih tetangga juga tau Cindi adalah teman nak Ody, mereka juga tau bahwa setelah nak Ody pulang kalian akan melangsungkan pernikahan.
"Kami sangat malu, untuk keluar rumah." tambah Bu Heni, sambil terisak dan sedikit menunduk seolah malu untuk menatap Ody.
"Ody juga kaget nggak nyangka, kalo Doni tega berbuat sejauh itu dengan Cindi. Pantasan saja mereka memutuskan untuk buru-buru menikah dan pergi seolah menghidar dari kampung ini" batin Ody"
"Jadi gini nak Ody, rencana kami adalah menjual aset kalian bersama, yaitu tanah dan rumah yang belum jadi akan kami jual, dan hasilnya nanti sebagian untuk nak Ody dan sebaian tentunya buat Doni (yah rumah memang belum jadi bahkan untuk lantai dan masih banyak yg belum terpasang) rumah mungkin baru 70% pengerjaanya, tetapi semuanya sudah harus dihentikan.
"Kalo saya mah terserah Pak Joko saja selaku tertua disini. Saya juga percaya Pak Joko tau hukumnya bila memakan yang bukan haknya, dan untuk sejauh yang saya dengar sih rencana itu udah rencana yang bagus.Tinggal persetuan dari mas Doni, gimana?" Tanya Ody.
"Kalo Doni sih kemarin sudah sepenuhnya menyerahkan masalah ini kekami, dan nanti tinggal kita tanyakan surat tanah, Doni simpan dimana. Begitu kami sudah pegang semua dokumennya kami hubungi nak Ody." ucap pak Joko.
"Ya, kami maunya nak Ody juga nanti ikut adil jika ada yang berminat membeli rumah itu,biar semuanya terbuka gitu." tambah Bu heni.
"Iya Pa, Ody mah siap ajah kalo pun Ody berhalangan, kan nanti ada Hendra yang bisa menggantikan saya." Jawab Ody sambil melirik ke arah adiknya.
"Ya udah Pa, kami rasa pembahasan ini sudah menemukan titik temu. Kedepanya nanti kalo ada info segera hubungi Ody ajah." ucap Ody mengakhir obrolanya.
Ody dan Hendra pun pamitan untuk segera pulang....
...****************...
#Terimakasih buat yang sudah mampir ❤