Beauty Clouds

Beauty Clouds
Rumah Atau Kapal Pecah



Pukul tujuh Aarav sudah berada dirumah Rio.


Aarav langsung masuk, pagi ini kediaman Rio tampak sepi tidak seprti hari biasanya, dimana biasanya sejak pukul empat di rumah Rio sudah ramai, dengan Ody dan Ipek yang sudah memulai pekerjaanya dari beberes seisi rumah, nyuci sampai memasak.


"Wih, kenapa nih rumah abis kerampokan," Aarav bergumam lirih, ketika melihat ruang keluarga yang berantakan, bahkan banyak pecahan beling yang berserakan.


Seingat Aarav Ody dan Ipek kan sedang menginap dirumah keluarganya masing-masing. Kalo rumah berantakan begini dan tidak tercium aroma masakan yang harum, berati kedua Art Rio belum balik kerumah ini,


mungkin sore hari mereka baru akan balik kerumah Dokter Rio.


Aarav melewati ruang keluarga di lantai bawah, dengan hati-hati, karena banyak pecahan beling berserakan, dan Aarav menuju kekamar Rio yang terletak di lantai dua.


Begitu membuka kamar Rio, ternyata pemilik kamar justru masih tertidur dengan nyenyak.


"Astaga, Woii,.... Bos bangun udah jam berapa ini, hari ini ada Praktek seperti biasa jam sepuluh." Aarav membangunkan Rio dengan menggonyangkan tubuhnya.


"Hemmmmzzz suara deheman Rio, menandakan dirinya sudah bangun. Jam berapa emang sekarang Rav?" tanya rio sambil memijat kepalanya yang masih terasa berat efek obat Afrodisiak yang dia minum semalam.


"Hampir jam delapan,buruan siap-siap kita harus cari sarapan dulu sebelum ke rumah sakit, soalnya kayaknya Ipek sama Ody belum pada balik kerumah ini?" ucap Aarav memberitahukan Rio.


"Emang Ipek sama Ody pada kemana?" tanya Rio bingung.


"Kemarin mereka izin ingin menginap dirumah keluarganya,kayanya mereka pagi ini langsung kerumah sakit,dan baru balik sore nanti.


oh iya, ini rumah abis kemalingan apa? Kenapa ruang keluarga berantakan amat?" tanya Aarav ingin tau apa yang terjadi dirumah ini.


"Loh, Ipek sama Ody sedang menginap di rumah keluarganya, terus semalam yang main sama gue siapa?" batin Rio, dia bingung sendiri karna seingat Rio semalam dia berhubungan badan dengan Ody. Lalu kenapa Aarav bilang kalo mereka tidak ada di rumah dari sore.


Rio malah melamun memikirkan perkataan Aarav barusan. "Masa iya hantu," pikir Rio.


Rio memang tidak ingat betul dengan kejadian semalam. Namun dari suara yang keluar dari lawan mainya semalam, Rio sangat yakin bahwa yang dia ambil kesucianya adalah Ody .


"Yeh .. nih orang ditanya bukanya jawab malah bengong," ucap Aarav sembari menepuk pundak Rio agar segera tersadar dari lamunanya.


"Tuh kan bener dia kesambet pagi-pagi gini .


Gue tanya, kenapa rumah loe ,terutama tuh ruang keluarga acak-acakan banget? Apa semalam ada maling masuk rumah ini?" tanya Aarav ulang, dengan penekanan disetiap katanya agar Rio mudeng.


"Ah, masalah itu nanti deh gue bakal cerita semua, sekalian gue juga ada pertanyaan buat loe dan yang lain. Ada kejadian apakah semalam sampai-sampai gue kecolongan minum obat sialan itu.


"Aarav pun mengangguk menyetujui omongan Rio." karna Aarav sendiri juga ikut terjebak kepermainan ini, gara-gara Rio yang minum obat sialan itu.


Setelah merasa pembahasan mereka cukup, Rio melangkahkan kakinya kekamar mandi dan membersihkan badanya.


Setelah Rio rapih keduanya pun berangkat ke rumah sakit. Namun sebelumnya Rio mampir ke sebuah lestoran untuk sarapan.


Begitu sampai di rumah sakit Rio langsung menuju Poli anak tempatnya Praktek, dan bersiap untuk memulai pekerjaanya ,tentunya dibantu Suster pendamping yang sudah sejak lama menemaninya apabila Rio Paraktek.


...----------------...


Sementara di pantri nampaknya Bu Dewi mulai panik, ketika dia menerima WA dari Ipek mengabarkan bahwa Ody, dan dirinya tidak bisa masuk kerja, karna Ody yang sedang sakit.


Sebagai teman yang baik, Ipek meminta izin untuk mengantarkan Ody ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan Ody agar cepat pulih.


sebenarnya Bu Dewi juga memaklumi, apa lagi Ody selama ini adalah pekerja keras, maka sangat masuk akal bila dirinya kelelahan dan jatuh sakit, dan juga Ipek membantu untuk menjaga dan mendamping Ody selama dia pergi berobat. Bu Dewi tau betul bahwa Ody adalah perantau yang mana sangat jauh dari keluarganya, makanya Ipek rela ikut izin untuk memastika Ody beristirahat dengan nyaman serta tidak terjadi hal buruk dengannya.


Bu Dewi, akhirnya mencari pengganti sementara dari karyawan OB dilantai lain, untuk membantu di lantai atas yang sedang kekurangan pekerja, karna Ody dan Ipek yang sedang izin. Disebabkan Ody yang sedang sakit.


*** Jadilah apa adanya. Tidak merendah walau tak punya, dan tidak malu walau kekuranga. Sebab Orang yang menghargai apa yang ia miliki lebih baik dari pada orang yang memaksakan diri untuk sebuah pujian***


...****************...


#Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah ❤