Beauty Clouds

Beauty Clouds
Kado Yang Bermanfaat



Setelah sesi salam-salaman dan foto dengan keluarga dan sanak sodara sekarang gantian teman-teman Arzen yang di panggil untuk satu persatu saling memberikan petuah pernikahan terutama dari Rio dan Chandra akan memberikan nasihat pernikahan tapi kalo soal malam pertama sebaiknya berguru sama Clovis, sang mantan casanova pasti ilmunya sangat banyak, dan berbagai farian. Mereka semua pada naik ke atas pelaminan yang dibuat dari papan kayu, sebagai ketua sudah jelas yang paling berpengalaman, Chandra, di susul Rio, dan sang mantan casanova, dan Aarav. Biarpun Clovis dan Aarav belum menikah tapi kalo soal bercocok tanam sudah jangan diragukan lagi. Apalagi Aarav sekali tabur langsung bisa panen. Anaknya cantik dan menggemaskan lagi.


Dari team perempuan tentu Ody, Intan dan terakhir Ipek. Yah Ipek masih saja tidak bersemangat untuk naik keatas pelaminan, semuanya karena mata Abi masih saja mengawasi dengan jeli.


Terutama Abi dari sudut pelaminan masih, sejak tadi terus mengawasi dirinya dan Clovis, lebih tepatnya mengawasi Clovis sih, tetapi Clovis nampaknya biasa saja tidak tergangu sedikit pun untuk ia tetap bercerita dan tertawa lepas dengan teman-temanya. Itu yang ditangkap dari orang lain, sedangkan dalam hati Clovis tetap sajah dia merasa tidak nyaman dan berasa lagi ujian yang diawasi terus sama pengawas.


"Selamat yah Wa, semoga pernikahan kalian bahagia selalu," ucap Chandra sembari bersalaman.


"Iya, terima kasih buat bantuan kalian, tampa bantuan dari kalian ini semua pasti tidak akan seberhasil sekarang," balas Zawa yang sangat puas dengan bantuan dari teman-temanya.


Setelah bersalama dengan Zawa tentu bergantian dengan sahabatnya sesama pria.


"Bro... aduh akhirnya sah juga." Chandra dan Arzen berpelukan. "Udah punya persediaan belum?" tanya Chandra sengaja berbisik ditelinga Arzen. Tanpa dijelaskan persediaan apa, tentu Arzen tahu apa maksud mereka, di mana Arzen berteman dengan mereka buka baru, tetapi sejak Kuliah, jelas lah tahu sepak terjang mereka. Apalagi Chandra sebelum menikah dia juga sebelas dua belas dengan Clovis. Hanya saja orang tua Chandra lebih peka dengan pergaulan anaknya. Berbeda dengan orang tua Clovis yang lebih membebaskan Clovis berpetualang. Kalo orang tua Chandra lebih ketatat dan mungkin mereka bilang kuno. Sehingga ketika mereka tahu bahwa Chandra memiliki kelakuan buruk dia di jodohkan dengan anak pembantu mereka. Di mana Chandra menolak keras sebab dia tidak mencintai wanita itu, dan dia pun punya wanita tambatan hati sendiri. Bukan wanita kumel dan norak yang baru satu tahun kerja dengan keluarganya mana pembantu ibu dan dirinya sendiri.


Namun orang tua Chandra tetap menjodohkan mereka dengan alasan kalo ingin pelampiasan ada wanita yang sah dan tidak terjadi dosa. Tiga tahun Chandra menghukum istrinya dengan sikap yang dingin, dan tentu secara sembunyi-sembunyi Chandra tetap melakukan kebiasaan buruknya. Maka dari itu Chandra selalu menasihati Rio dan yang lainya karena ia lebih dulu menikmati asam garamnya pernikahan terlebih nikah karena bukan dasar saling suka, sampai dia disisa hidupnya di hantui rasa bersalah dan penyesalan yang teraat dalam. Di mana istrinya menyerah berjuang untuk mendaminginya setelah memberikan kado yang sangat luar biasa. Seorang bayi yang cantik jelita. Yah, Chandra juga memiliki masa lalu yang kelam, dan ketika ia sudah bisa menerima istrinya dan hidup saling bahagia justru Tuhan mengambil istrinya. Walaupun dengan ganti seorang bayi yang cantik dan mungil. Namun anak Chandra di asuh oleh mommynya sehingga Chandra masih berasa bujang karena anaknya lebih dekat dengan neneknya dari pada dengan ayahnya sendiri. Hal itu karena Chandra memang yang sibuk dengan kerjaanya.


"Gue nggak butuh yang gituan, tiga ronde tanpa obat pun bisa gue lewati," jawab Arzen dengan percaya diri.


Chandra pun terkekeh tetapi dia sudah membeli satu pak obat dengan hasil yang pasti sangat memuaskan. Chandra langsung menyelipkan satu bungkus pil yang bentuk tidak besar, tetapi manfaatnya jangan ditanya membuat r*njang terus berg*yang.


Setelah Chandra kini gantian Rio di samping doa dan ucapan selamat juga mereka membawa kado yang pasti sangat bermanfaat buat Arzen, yang mana pengantin baru pasti membutuhkan setamina yang banyak karena biasanya jam lembur itu selalu panjang bahkan kadang nggak ingat waktu sehingga tubuh butuh tenaga yang ekstra. Nah gunanya teman pasti akan saling memberikan solusi baik Chandra, Rio, Clovis dan Aarav memiliki obat unggulan masing-masing. Di jamin aman untuk kesehatan tetapi manfaatnya jangan ditanya pasti Zawa kewalahan.


Namun baik Zawa maupun Intan percayalah mereka hanya pandai soal teori karena waktu praktik mereka akan bingung dan kaku. Harus ada pawang yang menuntunya.


Setelah semuanya sudah kebagian bersalaman dan memberikan doa kini tinggal Ipek sebagai peserta terakhir.


"Selamat Wa, Zen. Akhirnya kalian SAH juga jadi suami istri," ucap Ipek dengan senyum tipis tetapi senyumnya tidak bisa membantu menutupi wajah sedih dan lelahnya. Gimana tidak lelah dan lemas yang Ipek rasakan. Dari semalam sampai saat ini dia belum makan sama sekali. Ipek merasa tidak ada selera makan. Kalo pun dipaksa akan menjadi tidak enak untuk dirasakan di dalam perutnya.


"Iya terima kasih yah Pek, tapi ngomong-ngomong kamu sakit atau gimana ko kayaknya badan kamu pucet dan kaya ada yang di rasa gitu, atau lagi datang bulan?" tanya Zawa dengan lembut dan tentunya hanya Ipek yang mendengar.


"Tidak Wa, keliatan lusuh banget yah? Dari semalam nggak bisa tidur Wa. Entah lah mikirin apa tapi perasaanya nggak tenang teruk akhir-akhir ini jadi ke badan kaya orang sakit yah," elak Ipek. Ia tidak ingin teman-temanya sampai tahu kalo dia sedang ada masalah dengan keluarganya, terlebih Abi dan Umi juga ada diantara mereka pasti mereka akan sedih. Itu lah yang menjadi pertimbang Ipek memcari alasan yang masuk akal sehingga teman-temanya tidak kefikiran dengan yang ia alami.


Andai Ipek bercerita pasti teman-temanya akan ikut kefikiran dengan permasalahanya, sehingga nanti makin runyam. Biarlah ia merasakanya sendiri toh memang ia juga sudah biasa memikul semua kesedihanya seorang diri.


"Ya udah kalo gitu, nanti kamu istirahat saja yah. Jangan paksain ikut acara yang lainya." Zawa menasihati Ipek agar lebih menjaga kesehatanya dari pada mengikuti acara yang Arzen dan Zawa akan lanjutkan. Zawa tentu berfikir dan maklum mungkin memang Ipek masih mengingat almarhum suaminya. Padahal dala hati Ipek ia sama sekali tidak bersedih lagi. Ia sudah ikhlas melepaskan Wahid pergi. Dan hanya dengan doa ia bisa merasakan rindunya seolah terbalaskan.


Jadi tadi sebagai hadiah dari teman-teman Arzen dan Zawa Chandra dan Rio sudah memberitahukan pada pengantin baru agar mempersiapkan diri diacara selanjutnya yaitu resepsi di tempat lain.


Arzen dan Zawa tentu kaget dengan info mendadak ini. Namun karena semu sudah siap sehingga mau tidak mau mereka pun akan datang menjadi raja dan ratu sehari.