Beauty Clouds

Beauty Clouds
Bertemu Kembali



Di tengah usaha Mayra membuka kadonya dengan sangat keras. Dua tante kesayanganya datang. Yang membuat Mayra kembali berjingkrak adalah tante-tantenya juga membawa kado masing-masing. Yah walaupun tidak sebesar kado Aarav tapi tetap saja bagi May tetap happy mendapatkan kado-kado itu.


"Tante... Tante... May kembali berjingkrak bahkan ia melupakan kado yang besar itu.


"Hay sayangnya Tante." Baik Zawa dan Intan sama-sama memeluk si kecil berbeda apabila dulu Intan dan Ipek senang menggoda dan meledek. Apabila dengan Zawa justru kebalikanya. Hal itu karena Zawa yang sabar dan berbeda denga Ipek yang usil ketemu Intan yang jahil juga sehingga mereka akan saling mengejak, dan sulit akur.


"Tante... ini buat May?" tanya May ketika dua Tantenya menyodorkan kotak kado.


"Iya sayang, ini buat May, buat kaka tapi ada syaratnya biar May nanti sayang dengan adik bayi," ucap Zawa dengan lembut.


"Iya siap Tante, telima kasih yah Tante." Mayra dengan suara manjayanya mengucapkan terima kasih.


Zawa dan Intan mengangguk bersama. Sementara itu Meyra kembali kesibukanya membuka mainannya, lalu Zawa dan Intan bergabung dengan yang lainya.


Setelah salam-salaman dan cipi-ka cipi-ki. Intan dan Zawa bergabung dengan obrolan yang nggak jelas dengan yang lain. Sementara Ody nampak cemas ia takut Ipek tidak datang.


Ditengah kecasan Ody hampir bersamaan Om Clovis dan Om Chandra datang. Dua laki-laki itu pun sama membawa mainan untuk Mayra.


Ody makin gelisah hal itu karen Ipek belum datang. Dan bodohnya Ody kemarin lupa meminta nomor ponsel Ipek, saking happynya sampe lupa menta nomer HPnya. Ody takut hal buruk terjadi dengan Ipek maupun suaminya.


Rio yang tahu Ody gelisah pun mencoba menenangkanya. Ia mencoba meyakinkan Ody bahwa Ipek akan datang.


*****


Di rumah sakit....


Ipek setelah selesai sholat magrib langsung bersolek wajahnya, tidak terlalu menor hanya saja agar tidak terlihat kusam dan pucat. Sementara Wahid pun kali ini dalam keadaan bangun. Di samping kiri Wahid ada bibi yang tengah menjaga suami Ipek itu.


Yah tadi memang Ipek meminta bibi datang untuk menggantikan Ipek menjaga Wahid dan membawakan pakaian serta perlengkapan lain untuk ia gunakan mengunjungi undangan Ody.


Setelah Ipek rapih ia pun menghampiri suaminya. "Abang menurut Abang bagaimana penampilan Ipek. Terlalu berlebihan tidak?" Ipek beputar putar meminta penilaian dari suaminya. Wahid pun mulai memperhatikan Ipek yang memang sangat cantik.


"Kamu cocok sekali sayang dengan pakaian dan kerudung itu. Udah pas, tapi hati-hati nanti pasti banyak yang kepincut sama kamu." Wahid hanya bercanda karena memang hal itu Ipek terlau cantik dan wajahnya berseri-seri.


"Apaan sih Bang. Enggak mungkin lah ada yang naksir kan ada pawangnya. Nih..." Ipek menunjuk ke diri Wahid dan menunjukan jari manisnya yang tersemat cincin pernikahan. Wahid pun terkekeh ringan. Ia sangat bangga karena Ipek tidak melupakanya walaupun tubuhnya seperti orang mati. Hidup tapi seolah mati bahkan dicubit sekali pun ia tidak merasakan sakit.


"Udah kih, sana nanti keburu malam kasian kalo temanamu nunggun kamu loh yang ditungguin malah lagi bermanja-manjaan gini." Wahid meminta agar Ipek cepat ke rumah Ody.


Ipek pun nurut saja karena memang ternyata dirinya sudah telat. Setelah berpamitan dengan Wahid, Ipek diantar oleh sopir pribadinya mengunjungi rumah Ody. Bahkan Ipek masih sangat hafal dengan jalanya menuju rumah Ody. Iya dulu ia sering melewati jalan ini apabila menjemput Ody naik motor metic kesayanganya yang bahkan motor itu sekarang sudah makin butut karena di pake oleh pekerja di rumah Abi untuk keperluan kepasar atau pun sekedar berlalu lalang di komplek.


Ipek tidak lupa sebelum berangkat memerintah super keluarga membelikan parsel buah berukuran jumbo dan juga kado buat Mayra, Ipek tidak tahu apa kesukaan Mayra. Namun Ipek menduga bahwa Mayra pasti suka dengan permainan boneka berbie maupun frozen. Ipek tertari dengan satu set boneka berwarna biru itu yang harganya bahkan puluhan juta.


Namun Ipek tidak suka dengan barang-barang seperti itu kecuali memang kalo penting ia akan membelinya. Kali ini demi ponakan tersayangnya. Ponakan satu-satunya dari perkumpulan teman-temnya sehingga ia tidak memikirkan harga.


Kado-kado dan parsel Ipek minta supir yang membawanya. Karena memang ukuranya yang lumayan besar, sehingga akan sangat sulit Ipek membawanya. Perjalanan pun sudah dilewati dan kini Ipek sudah berada di halaman rumah Ody. Yang mana banyak mobil-mobil mewah termasuk mobil yang ia pakai pun mobil mewah dengan harga selangit tidak kalah dengan mobil yang terparkir di depan rumah Rio.


Ipek kembali lega, pasalnya tidak ada mobil yang selama ini ia sangat kenal. Yah mobil Clovis tidak ada sehingga Ipek yakin bahwa Clovis pun tidak hadir di acara ini.


Ipek dengan perlahan masuk kedalam rumah Ody.


"Assalamualaikum..." ucap Ipek dengan suara anggunnya


"Waalaikumsallam..." Semua yang ada di ruangan itu pun serentak menjawab salam Ipek.



Semua yang ada diruangan itu heran siapa gerangan sosok wanita cantik dan anggun yang ada di depan sana.


Termasuk Clovis pun terpesona dengan wanita itu ia bahkan sampai tidak berkedik. Aarav dan Chandra pun sama penasaran dengan wanita itu.


Tidak hanya kaum pria yang kagum dengan Ipek, Intan dan Zawa pun kaget dan kagum. Mereka akui wanita yang baru datang memang sangat cantik banyak laki-laki mengidam-idamkan wanita berprnampilan seperti Ipek ini.


Hanya Ody yang langsung berdiri dan menyambangi Ipek. Rio yang kemarin sudah sempat ketemu Ipek pun tetap tidak menyangka bahwa kali ini Ipek tampil jauh dari penampilan kemarin lebih cantik dan Rio pun akui kecantikan Ipek tidak bosan untuk dipandang. Rio menatap Clovis yang tidak berkedip menatap Ipek.


Rio pun tersenyum melihat reaksi Clovis.


"Ya Allah Pek, Mba pikir kamu nggak datang. Kangen banget," ucap Ody berhasil mengagetkan seisi ruangan ini yang tidak menyangka bahwa manita cantik, langsing dan berpakaian anggun adalah Ipek. Gadis buluk, gendut dan nyablak. Yang tidak pernah memperhatikan penampilan tapi tiba-tiba menjelma menjadi wanita cantik idaman para laki.


Ody memeluk Ipek yang tentu lebih tinggi Ipek sehingga harus membukuk.


Intan yang tidak menyangka bahwa itu Ipek pun berdiri dan ikut menghampiri Ipek.


"Serius ini Ipek?" Intan mengunyeng-unyeng wajah Ipek dan memainkan wajah mulus Ipek.


Yang membuat Ipek tersenyum.


"Dok, ah sakit." Ipek melepas tangan jahil Intan dan langsung di balas pelukan kangen oleh Intan.


Bahkan saking semangatnya Intan memeluk, Ipek hampir terjatuh.