Beauty Clouds

Beauty Clouds
Penyesalan Clovis



Dua bulan sudah berlalu. Clovis sudah mencari Ipek kesemua penjuru, bahkan anak buahnya sudah dikerahkan semua untuk mencari Ipek. Namun, tidak ada satu pun yang membawa kabar bagus, dengan mengatakan informasi keberadaan Ipek. Bak ditelan bumi tiba-tiba Ipek mengilang. Bahkan apabila memungkinkan kelubang semuat pun Clovis cari, tetapi kan nggak mungkin Ipek sembunyi di lubang semut.


Bahkan Clovis rela meminta maaf pada Arzen, dan meminta Arzen mengatakan keberadaan Ipek, tetapi nampaknya Arzen pun sama tidak tau keberadaan Ipek. Rio pun tak luput dari pertanyaan Clovis ia meminta Rio mencari tahu tentang Ipek dari Ody. Secara mereka berdua bestie forever, tapi lagi-lagi Rio dan Ody tidak tau keberadaan Ipek. Lah wong Ody ajah nggak tau alamat rumah Ipek, Clovis malah tanya Ody.


"Kemana sih kamu Pek? Kasih kesempatan aku bertemu kamu sekali sajah, agar aku bisa meminta maaf sama kamu. Aku akui aku terlalu keras memperlakukan kamu. Aku minta maaf Pek! Aku minta maaf!" Clovis merancau sembari menatap kotak pemberian Ipek. Dua bulan bukan waktu yang sebentar untuk mencari sebuah informasi yang tergolong tidak terlalu sulit, seharusnya sudah menemukan informasi tersebut. Terlebih anak buat Clovis banyak dan tersebar di mana-mana. Namun, nampaknya perkiraan Clovis salah, justru semuanya nihil. Rasanya semangatnya untuk berlama-lama tinggal di Jakarta semakin hari semakin menguai. Sehingga Clovis memutuskan kembali kekeluarganya, yang kini keluarga Clovis menetap di Singapura. Namun, Clovis tetap memerintahkan anak buahnya untuk mencari informasi mengenai Ipek.


Clovis tidak pernah terfikirkan bahwa hidupnya akan sekacau ini karena mencari Ipek. Entah rasa bersalah atau ada rasa lain, sehingga ia sangat menginginkan bertemu dengan Ipek barang sekali sajah. Ia ingin meminta maaf, karena dia hidup Ipek hancur. Clovis takut kalau Ipek melakukan hal nekat semacam bunuh diri. Karena pikiranya yang selalu dipenuhi dengan pikiran negatif, sehingga ia sering memimpikan Ipek melakukan bunuh diri, dan ketika ia bangun seolah selalu ketakutan dan keringat bercucuran. Bahkan sempat ia terbangun dengan kondisi menagis memeluk guling. Sebab dalam mimpinya ia melihat jasad Ipek.


Hari ini Clovis dengan berat hati bertolak dari Jakarta, ke negri tetangga. "Ipek, aku cuma berharap suatu hari nanti kita dipertemukan lagi. Andai itu terjadi aku berjanji akan menjadi lebih baik dari Clovis yang dulu dan aku akan meminta maaf atas pelakuanku terhadap kamu. Bahkan sampai kamu mau melepaskan keperawananmu dengan Arzen, hanya untuk menyambung hidupmu. Aku sungguh berdosa Ipek." sesal Clovis, bahkan matanya terlihat merah seolah akan menumpahkan cairan beningnya. Apabila teman-temanya tau pasti akan meledek Clovis habis-habisan. Sebab seumur hidupnya dia tidak pernah terlihat melou apa lagi menangis. Dalam kamus kebesaranya tidak ada kata menangis. Namun, nampaknya kepergian Ipek membuat hidupnya berubah bahkan ia kini menjadi Clovis yang baik dan tidak lagi menyukai dunianya yang berkubang dengan dosa.


Clovis berjanji pada dirinya sendiri akan berubah menjadi lebih baik lagi. Serta tidak akan lagi memandang rendah orang lain terutama soal fisik. Sebab yang menjadikan orang itu dihargai. Bukan fisik, kekayaan dan jabatanya, tetapi kebaikan, sikap dan tutur katanya. Clovis pun meninggalkan Indonesia dan untuk sementara waktu ia memilih berkumpul dengan keluarganya.


*****


Di lain tempat, Ipek yang sejak memutuskan menjauh dari Clovis dan memilih tinggal di kampung Abah, yang terletak diujung pulau jawa. Ia fokus mendalami ilmu agama. Semenjak dua bulan ini nafsu makan Ipek sangat kacau. Ia tidak ada sedikit pun selera makan sehingga beberapa kali ia jatuh sakit, dan kini badan Ipek turun dratis. Enggak ada lagi Ipek yang gendut Ipek yang bohay dan Ipek yang caby. Padahal ketika dulu ia diet rasanya setengah mati ingin kurus, tetapi tidak berhasil juga. Namun, sekarang hanya butuh waktu kurang lebih dua bulan, berat badanya sudah hilang puluhan kilo. Sembari mengisi waktu luangnya selain ia belajar ilmu agama ia juga mengajar anak-anak paud disekitar pesantren Abah.


Beberapa hari ini sebenarnya Ipek kembali merasakan kesehatanya terganggu terutama di bagian perutanya. Apabila ia makan akan dimuntahkan kembali. Namun Ipek paksa untuk tidak mengeluh dan terlihat lemah. Hari ini ia tetap mengajar seperti biasa apabila pagi hari ia mengajar anak-anak Paud.


Ditengah-tengah aktifitasnya tiba-tiba sajah semuanya terasa berputar dan gelap.


Buukkk.... Ipek jatuh pingsan.


Terdengan suara anak-anak saling bersahuan menjerit dan ada yang menangis karena takut ketika melihat Ipek pingsan.


Tidak lama Ipek pun dilarikan ke rumah sakit. Abi, Umi dan ke dua Abang Ipek langsung menuju rumah sakit di mana Ipek dirawat.


Abang Ipek yang kini berada di luar negri pun langsung memutuskan kembali ketanah air ketika mendengar adik perenpuan satu-satunya jatuh sakit.


"Sayang bangun dong! Ini Umi, Ipek harus kuat banyak yang sayang dengan Ipek jadi Ipek harus sehat yah," rancau Umi di samping tubuh Ipek yang masih belum sadar. Terlebih Abi, ia tidak bisa melihat anak kesayanganya seperti ini. Badanya kurus dan pucat. Abi tentu tau kenapa Ipek bisa seperti ini, itu semua karena anaknya tertekan dengan laki-laki yang dicintainya. Sehingga ia menyiksa badanya sampai kurus.


Tak henti-hentinya keluarga Ipek memanjatkan doa untuk Ipek, agar cepat sadar.


Ehm...Terdengar erangan dari Ipek. Meringis menahan sakit diperutnya.


"Sayang, kamu udah sadar. Ini Umi sayang, apa yang kamu rasa?" tanya Umi begitu Ipek mengrejapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya dan ia mencoba mengingat kejadian demi kejadian.


"Apa yang terjadi sama Ipek? Kenapa Umi, Abi dan Abang ada disini? Terus Ipek lagi di mana ini?" lirih Ipek, ia belum bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi dengan dirinya. Sebab ia tak sadarkan diri cukup lama.


"Kamu pingsan sayang, pas lagi ngajar, dan sekarang kamu sedang di rawat. Tubuhmu kurang cairan dan juga kamu jarang makan sehingga usus kamu luka, kamu butuh penanganan sayang." Umi menjelakan kronologi putrinya dan alasan ia dirawat.


Kini posisi Ipek duduk dan ia menunduk.


"Maafkan Ipek jadi merepotkan semuanya," lirih Ipek ini bukan keinginanya tapi entah mengapa hatinya lemah, ia kalah. Dia tidak bisa kuat. Merelakan seseorang yang dicintai pergi sangat menyiksa.


Semuanya memeluk Ipek dan larut dalam kesedihan terutama Abi dan Abangnya yang lebih melou dari pada Uminya.


"Ada yang ingin Ipek ceritakan sama Umi, biar hati Ipek tenang. Umi janji tidak akan cerita sama siapa pun ini rahasia antara kita berdua," bujuk Umi, sebab Umi tau putrinya sakit karena fikiranya yang terganggu.


Ipek lagi-lagi menunduk.


Umi pun memberikan kode pada team cowok untuk keluar kamar. Personil cowok pun tau kode dari Umi dan mereka keluar kamar. Memberikan waktu untuk dua wanita itu saling curhat.


"Cerita sayang, biar hati kamu tenang. Ini Umi Ipek, yang selalu sayang dan peduli sama Ipek. Kalo Ipek sakit. Umi juga sakit. Umi sedih. Umi gagal merawat anak Umi, keluarkan yang membuat Ipek seperti ini." Umi mengelus surai indah Ipek.


Ipek pun tidak bisa membendung air matanya, sedari tadi sudah terjun bebas bak air hujan yang amat deras. Ipek memeluk Uminya menumpakhan semua sesak selama ini ia tahan. Justru ia lebih banyak melamun dan menagis menyendiri disepertiga malam, tetapi semua upayanya, belum bisa menenangkan pikiranya. Mungkin setelah mencurahkan sakit dihatinya pada umi Ipek akan lebih tenang.


"Ini sakit Umi, sangat sakit," isak Ipek sembari memukul-mukul dadanya seolah tengah mengeluarkan bongkahan rasa sakit yang bersemanyam di dada, yang membuat ia sesak.


Umi yang mencoba menahan tagisnya pun tak berhasil. Umi juga akhirnya ikut menangis merasakan apa yang putri tercintanya rasakan.


"Ipek bagi yah sakit yang Ipek rasakan. Bagi sama Umi biar Ipek lebih lega, dan bisa sembuh." Umi sekuat tenaga menahan isakanya.


#Ipek kuat yah. Kamu anak hebat pasti bisa melewati cobaan berat ini....