Beauty Clouds

Beauty Clouds
Emly Membuat Gaduh



Ditempat lain, Emly sedang dalam perjalanan menuju ruangan Rio, dengan percaya diri Emly langsung masuk keruangan Rio seperti biasa. Namun, kali ini dicegah oleh Azra, sekertaris Rio. Azra sejak tadi memperhatikan kedatangan Emly, dan langsung berjaga didepan pintu, guna menahan Emly agar tidak masuk keruangan Bosnya.


Azra memang segaja ditugaskan untuk melarang Emly masuk, tanpa izin dari Rio .


"Maaf nona Emly, Dokter Rio sedang sibuk nggak bisa diganggu." Azra menghadang Emly yang sudah didepan pintu masuk.


"Sejak kapan Rio melarang saya masuk, kamu jangan kurang ajar yah, berani larang saya masuk. Kalo Rio tau pasti kamu bakal dipindahkan atau bahkan bisa dipecat dari kerjaanmu sekarang." ancam Emly dengan percaya diri.


"Maaf Nona, Dokter Rio yang menugaskan saya buat tidak mengizinkan Nona Emly masuk." tutur Azra masih dengan nada sopan.


"Gila kamu yah!" Emly sudah tanpak emosi dengan sekertaris Rio itu, Emly pun tidak terima dengan perlakuan Azra yang melarangnya masuk. Biarpun menurut Azra, Rio yang memerintahkan, tetapi Emly justru mengira itu akal-akalan Azra sajah, sehingga Emly dengan sengaja membuat kegaduhan, dia berteriak-teriak memanggil nama Rio. Emly yakin kalo dirinya membuat kegaduhan pasti Rio mau menemui dirinya.


Emly ga habis pikir, kenapa Rio melarang dirinya masuk, padahal Emly sudah menahan kangen sejak lama, pengin segera bermanja-manja dengan kekasihnya.


"Rio.....Rio..... sayang.......sayang aku datang sayang!!!" Emly sengaja memanggil dengan suara keras yang, dia yakin suaranya pasti bakal sampe keruangan mana sajah, sehingga Rio pasti akan keluar .


Benar sajah dugaan Emly, Rio keluar, tapi justru dengan muka dingin.


"Gila kamu yah Emly, ini itu rumah sakit!!! kalo teriak -teriak kaya gini, suara kamu bisa sampe bawah dimana dilantai bawah adalah ruang rawat. Bisa mengganggu pasien!" Rio marah, sangat marah, dengan kelakuan Emly yang menurutnya sudah gila.


Emly kaget dengan sikap kasar Rio. "Abisan kamu apa-apaan sih nyuruh nih sekertaris kamu buat ngelarang aku masuk," jawab Emly dengan menunjuk Azra.


"Emang, saya yang suruh Azra larang kamu masuk keruangan aku, kamu pengin tau alasanya kenapa?" tanya Rio dengan nada emosi.


"Jelas dong, aku perlu tau alasanya apa? nggak bisa seenaknya kamu perlakuin aku kaya gini, apa lagi aku tunangan kamu. Bahkan kita sebentar lagi akan menikah." ucap Emly dengan penasaran.


"Tunangan? Nggak salah denger kalo kamu anggap aku tunangan kamu. Kalo kamu merasa tunangan aku,jelas kamu nggak bakal tega bermain api dibelakang aku. Bahkan sampai berbohong dengan semua kegiatanmu di Negara lain selama ini. Jangan kira aku selama ini diam saja ga tau kelakuanmu dibelakang aku yah Emly." brondong Rio membeberkan kebusuk Emly.


Emly pun kaget dengan omongan Rio.


"Apa jangan-jangan, selama ini Rio sudah tau kalo aku mendua dibelakang dia, tapi kalo tau kenapa selama ini dia masih perhatian, romantis bahakan nggak ada hal yang menunjukan dia tau semuanya, atau jangan-jangan Rio selama ini hanya pura-pura perhatian, padahal dia sudah tau semuanya, dan sekarang dia bakal mengahiri hubungan kita, enggak boleh, ini nggak boleh terjadi, bagaimanapun aku juga cinta sama Rio, aku harus meyakinakan Rio kalo aku benar-benar sayang sama dia." batin Emly berkecamuk.


"Ma...maksud kamu apa sih sayang, aku nggak tau, kan udah aku bilang kalo aku ke Singapur itu urusan kerjaan, kamu juga tau kan aku sering kirim bukti-bukti aku ada kerjaan disana," Emly berusaha meyakinkan Rio, meskipun ia kaget dengan omongan Rio, tapi Emly berusaha mengelak.


"Ok, kalo kamu masih ngelak," Rio pun meninggalkan Emly yang masih diluar, dan dia masuk keruanganya guna mengambil bukti-bukti yang sudah Rio kumpulkan, bahkan ada juga bukti perselingkuhan Emly jauh sebelum mereka tunangan, Emly sudah beberapa kali melakukan perselingkuhan dengan bergonta ganti pasangan. Rio mengambil semua buktinya akan dia tunjukan ke Emly, agar dia nggak bisa mengelak lagi, rasanya Rio terlalu lelah menanggapi Emly yang selalu sajah berbohong.


Sedang dari tadi mereka berdebat didepan ruangan Rio, memang situasi sore itu sudah sepi mengingat sudah waktunya jam pulang, disana hanya ada Ody dan Azra yang menjadi penontoh disetiap adegan yang dimainkan oleh Bos dan Kekasihnya. Sedang Aarav diruanganya menguping, dengan anteng, tanpa ingin ikut terlibat dengan drama kedua pasangan fenomenal tersebut.


Begitu Emly sampai dimeja Rio.


Rio langsung melempar semua bukti yang sudah dia kumpulkan kemeja yang berada tepat didepan Emly, baik bukti dari orang suruhan Aarav maupun dari suruhan Clovis, ada banyak foto dengan adegan yang bias sampai yang intim, bahkan vidio pun ada banyak yang menunjukan keintiman Emly dan pasangan selingkuhannya.Sehingga Emly nggak bisa lagi mengelak lagi .


Emly syok, kenapa Rio bisa dapat semua bukti ini .


"Sekarang kamu mau ngeles apa lagi?apa ini semua masih kurang?" tanya Rio dengan senyum mengejek.


"Kalo kurang, saya juga bisa sered semua cowok yang ada difoto itu buat ngakuin, apa ajah yang sudah kamu lakukan dengan mereka," imbuh Rio dengan nada marah.


Emly hanya bisa terdiam, tanpa bisa lagi mengelak, berabe kan kalo dia ngeles dan akhirnya semuanya bakal dibongkar sama para cowok yang pernah menjalin kasih denganya.


"Jadi sekarang kamu harus tahu dan camkan Emly, bahwa mulai sekarang kamu dan aku sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi, tunangan kita sudah berakhir! Sehingga kamu jangan lagi tampakan wajahmu dihadapanku. Muak rasanya aku melihat mu. Satu lagi, jangan sampai kamu bikin berita yang engga-engga tentang berakhirnya hubungan kita. Kalo kamu nekad membuat berita heboh ke publik, siap-siap ajah semua bukti perselingkuhanmu bakal aku sebar. Kamu bisa bayangkan kan gimana syoknya keluargamu dan bisa jadi keluargamu akan kacau balau kalu tau semua ini, gara-gara kelakuan putri tercintanya keluargamu bisa malu selamanya." Ancam Rio membuat Emly tak berkutik.


Rio seolah tau, bahwa Emly sedang merencanakan sesuatu buat membalas dendam, dan bukan tidak mungkin bahwa Emly akan melakukam berita bohong untuk memutar balikan fakta, seolah dia korban dari Rio, sehingga hubungan mereka berakhir.


Pastinya Emly tidak terima dengan perlakuan Rio dan ancamanya sehingga dia langsung pergi dengan muka masih marah .


"Awas ajah kamu Rio, akan aku buat kamu bertekuk lutut lagi dihadapanku, enak sajah memutusakan hubungan begitu sajah," batin Emly.


Biarpun Rio memutuskan hubungan mereka karna kesalahan Emly yang bermain api. Namun Emly tidak terima begitu sajah,dia masih tidak terima dengan keputusan Rio .


***Tak perlu jadi hebat untuk ditakuti, tak perlu berdasi untuk dihormati, cukup bersifat baik maka kamu akan disegani***


...****************...


#Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa like, comen, vote, kasih gift dan tekan love


❤❤❤