
Di apartemen megah nan mewah...
Zawa yang baru sajah sampai di depan pintu apartemen Emly langsung masuk memencet kode keamanan dan masuk. Terlebih Zawa memang sudah terbiasa bolak balik menemui Emly, baik untuk memeriksa kehamilan sahabatnya itu maupun mengantarkan semua pesanan yang Emly inginkan. Usia kandungan Emly sudah memasuk bulan ke enam sama seperti Ody kini juga kehamilanya beranjak ke bulan keenam.
Emly yang sering mengidam selalu meminta bantuan Zawa untuk membelikan apa pun yang ia inginkan, dan Zawa pun dengan senang hati selalu menuruti kemauan Emly. Emly sudah mau mengikuti saranya untuk mempertahan kan babynya sajah Zawa sudah sangat berterima kasih, sehingga apa pun yang Emly inginkan Zawa akan mencoba mencarinya.
"Gue lagi bete banget Mly," ujar Zawa begitu masuk apartemen dan melihat Emly yang tengah asik menonton film kesukaanya, drakor adalah hiburan Emly selama ia mengurungkan diri di apartemenya bersama Mbok Suha.
"Bete kenapa, tumbenan banget hidup loe bete, biasanya loe paling lancar kehidupanya," cicit Emly tanpa menoleh ke Zawa, ia terlalu fokus melihat oppa-oppa korea.
"Bete sama Arzen, tau lah gue rasa dia ada main dengan teman wanitanya. Biarpun dia bilang hanya urusan kerja dan nggak beneran yang dia lakuin, tapi gue masih sangsi bahwa si Arzen itu bohong." Zawa mulai menceritakan kejadian yang dia alami dihubungan percintaanya dengan Arzen.
Emly yang awalnya tidak tertarik dengan obrolan Zawa, ketika melihat ada celah, bisa ia gunakan untuk menghasud Zawa. Emly langsung berbalik dan menatap Zawa tajam.
"Maksud loe, coba cerita yang detail," cecar Emly semakin penasaran dibuatnya.
Zawa pun menarik nafas dalam dan mulai menceritakan semua kejadian yang menimpa hubunganya percintaanya dengan Arzen. Dari mulai Clovis yang menemuinya untuk menunjukan vidio 'nunu-nana' antara Arzen dan Ipek. Lalu Arzen dan teman-teman Ipek yang berkata bahwa vidio itu hanyalan editan dengan tujuan untuk menipu Clovis, dan menolong Ipek. Zawa bercerita dengan sangat detail. Emly tentu memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasut Zawa, agar ia kembali ke niat awalnya mendekati Arzen adalah untuk mencari tahu info tentang Rio. Namun belakangan Zawa melupakan niatan awalnya, justru ia asik berkencan dengan Arzen.
"Sebenarnya ini kesempatan kamu Wa, disaat Arzen lengah begini loe bisa memanfaatkan untuk mencari info tentang Rio. Kan niat awal loe deketin Arzen buat bantu gue cari info tentang Rio kenapa jadi loe lupa sama janji loe, dan malah asik kencan mulu sama tuh laki." Emly mulai melancarkan aksinya.
Zawa membuang nafas kasar. "Iya juga, sepertinya ini teguran, karena gue udah terlalu bucin sama Arzen. Mereka memang menyebalkan semua. Mulai besok gue bakal cari tau deh mengenai Rio dan mulai mencoba tidak terlalu termakan rayuna laki-laki itu lagi. Kalo dia bisa mempermaikan aku, kenapa aku tidak," lirih Zawa.
"Hemz... mempengaruhi Zawa ternyata tidak sulit. Kini yang terpenting merencanakan gimana caranya menyingkirkan perempuan itu (Ody) tanpa ketahuan akulah otak dari semua kejadian yang menimpa mereka," batin Emly dengan tersenyum sinis.
# Jadi sebenarnya Emly itu sudah mengetahui bahwa Rio telah menikah, bahkan Emly juga tau istri Rio bernama Ody dan kisah awal Rio dan Ody menikah. Emly mengetahui semua informasi itu dari orang suruanya. Dan kini Emly tengah mencari waktu yang tepat untuk menghancurkan rumah tangga Rio, dan persahabatanya dengan ke lima cogan itu. Alasanya pasti tau lah. Yah, Emly dendam dengan kekompakan persahabatan itu sebab karena mereka kini ia hamil anak Aarav, laki-laki miskin yang sangat ia benci. Dan karena rencana kelima sahabat itu. Justru membuat Rio menikahi Ody. Semuanya karena teman-teman Rio. Maka dari itu Emly tidak hanya ingin menghancurkan rumah tangga Rio, tetapi juga persahabatan mereka ingin Emly hancurkan pula. Kembali ke rencana Emly ia akan menghancurka keluarga kecil Rio dan Ody serta persahabatanya akan dipecah belah. Sedikit rencana Emly sudah berhasil. Diawali dengan Clovis dan Arzen yang bermusuhan terlebih dahulu, disusul dengan yang lainya.
Zawa, yah Zawa kali ini akan menjadikan alat untuk rencana Emly selanjutnya diluncurkan. Sebelumnya Emly menggunakan Ipek, dan menghasut Clovis dengan orang-orang suruhan Emly yang terus membisiki Clovis untuk membenci Ipek, tanpa disadari Clovis terpancing begitupun Arzen. Yah keduanya kini telah berhasil bersitegang. Bahkan nyawa Clovis hampir melayang gara-gara kemarahan Arzen yang terkenal lebih pendiam, tetapi ketika terusik dan marah lebih mengerikan.
Jadi Emly meminta Zawa untuk masuk dan memanfaatkan Arzen untuk mengawasi Rio hanyalah tipu muslihat. Agar dirinya tetap aman dan tentu Zawa yang dia jadikan tameng untuk melindungi dirinya.
****
Emly pun dengan manis mengikuti semua yang Zawa katakan. Ia tidak berprotes sekalipun ia sebenarnya malas melakukan semua pemeriksaan itu.
"Loe nggak mau USG, biar ketahuan anak loe laki atau cewek?" tanya Zawa dengan antusias. Yah, yang lebih heboh menyambut kelahiran anak Emly adalaha Zawa. Dia selalu lebih heboh dan antuias untuk segera menimang anak Emly. Sedangkan Emly sendiri malah cuek dan tidak mau tau dengan nasib, perkembanga buah hatinya. Tugasnya hanya mengandung dan melahirkan setelah itu ia akan meninggalkan kehidupanya yang gelap ini dan memulai kehidupan yang baru. Kehidupan yang tanpa sepengetahuan Zawa dan yang lainya telah Emly siapkan bersama keluarganya.
"Buat apa gue tau dia cewek atau cowok. Toh nantinya juga gue akan serahin anak ini sama loe, atau panti asuhan," jawab Emly dengan enteng.
Zawa kecewa dengan jawaban Emly, Zawa kira Emly sudah menerima kehadiran buah hatinya. Ternyata dugaan Zawa salah. Emly masih tidak mau menerima anak itu dan tetap pada pendirian awalnya.
"Ya sudah tidak apa-apa yang terpenting anak itu tidak kamu gugurkan. Lagian cewek atau cowok sama ajah." Hibur Zawa." Yah, dia sebenarnya mencoba menghibur dirinya sendiri, dengan perkataan Emly.
"Dari pada memaksa Emly menerima anak itu dan justru nasib anak itu semakin menderita bersama Emly, lebih baik aku yang merawatnya. Toh dia akan aku sayangi sebagaimana aku adalah ibu kandungnya," batin Zawa dengan tersenyum kecut.
Malam ini Zawa dan Emly menghabiskan waktu bersama. Yah, Zawa malam ini menginap di apartemen Emly. Mereka bercerita panjang lebar dengan kisah mereka dulu waktu masih kuliah...
****
Sementara di rumah sakit, Ipek yang di dalam kamar mandi tengah meratapi nasibnya. Cukup lama Ipek mengurung diri di kamar mandi.
Di atas nakas ponsel Ipek bergetak, menandakan panggilan masuk. Clovis melihat dan mengambil ponsel Ipek.
"Ngapain Arzen telpon Ipek?" gumam Clovis sembari tersenyum miring.
Clovis akan mengangkat panggilan telpon Ipek dan memulai mencari tahu keterlibatan Ipek dengan pengeroyokan yang dia terima. Apakah Ipek terlibat atau tidak? Dan apabila Ipek sampai terlibat dan berpura-pura menolongnya. Clovis akan membalaskan dendam yang lebih dari semua yang telah ia lakukan dengan Ipek.
Bersambung....
# Dendam mulu perasaan pikiran si Clovis mah...