Beauty Clouds

Beauty Clouds
Pingsan



Air mata bahagia keluar dari pinggir mata Aarav, dia tidak menyangka kalau bayanganya yang selama ini hanya menghalukan Emly akan bersanding denganya di hadapan penghulu, kini menjadi kenyataan. Ini masih seperti mimpi. Emly kini sudah duduk di samping Aarav, bidadari yang selalu hadir di mimpi Aarav kini ada di samping. Pandangan Aarav terus tertuju oleh calon istrinya ia sampai tidak sadar bahwa apa yang ia lakukan mengundang orang lain tersenyum, terkekeh bahkan ada yang tertawa dengan geli karena kelakuan Aarav yang benar-benar lupa bahwa di hadapanya banyak orang yang sedang memperhatikanya.


"Ehmzz... Mas Aarav liatinya di lanjut nanti di dalam kamar ajah yah. Sekarang di sah'in ajah dulu kalo udah sah mau di pandangin terus juga boleh," ucap Pak penghulu yang langsung membuaat Aarav tersentak kaget dengan kelakuanya. Wajahnya tidak bisa menyembunyikan kemaluanya.


Tawa renyah hampir dari semua orang yang ada di ruangan itu membuat Aarav justru semakin malu dan gemetaran. Tanganya di bawah sana sudah ia remas-remas, dan juga tangan dingin dan berkeringat seolah-olah ia tengah bercuci tangan menandakan bahwa Aarav sangat gugup. Bagai mana tidak gugup, Idolanya dulu sekarang tinggal menunggu menit, akan sah menjadi istri dia.


Emly tersipu malu, ketika mengetahui bahwa calon suaminya tampak sekali mengaguminya, itu sudah memberikan cukup bukti bahwa Aarav memang sangat mengagumi dirinya, sesuai dengan apa yang dia katakan. Terlihat sekali ketegangan di wajah Aarav ketika di minta menjabat tangan Erwin. Calon Mertuanya itu pun sangat tahu bahwa calon menantunya memang tengah tegang dan gerogi. Erwin pun memberikan kode agar Aarav menghirup nafas dalam dan menghembuskanya perlahan, dan Aarav yang tahu dengan kode-kode itu pun langsung mengikuti arahan dari Ervin. Gimanapun Erwin sudah sayang dengan Aarav seperti anaknya sendiri sehingga ia tidak ingin Aarav malu.


"Saya nikahkan, dan saya kawinkan engkau ananda Aarav Senja Alamsyah bin Supriatna dengan putri kami Monicha Noor Emlyana bin Erwin Wardana dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat lengkap dan uang tunai senilai dua puluh dua miliar dibayar tunai."


"Saya terima dan nikah dan kawinnya putri Anda yang bernama Monicha Noor Emlyana dengan maskawin tersebut di bayar tunai."


Para saksi secara bersamaan mengucapkan 'Sah'. "Alhamdulillah" ucap Saksi dan seluruh orang yang menyaksikan pernikahan Aarav di mana semuanya sempat di bikin tegang dengan kelakuak Dadynya Meyra. Aarav hari ini hampir saja gagal menikahi Emly, karena tiga kali salah mengucapkan ijab kabul. Pak penghulu pun meminta Aarav untuk istirahat dan berwudhu serta menenangkan diri. Di sini lagi-lagi ke empqt sahabatnya menjadi penenang dan mencoba memberikan saran dan masukan untuk Aarav agar ia tetap fokus. Sebab ijab kabul hari ini hanya di beri kesempatan sebayak satu kali sajah, setelah itu kalau Aarav ada salah dan gagal lagi makan ijab kabul akan di hentikan hari ini sehingga akan di langsungkan esok hari.


Setelah cukup lama Aarav menenangkan diri dan yakin dia pun kembali ke tempat diadakanya ijab kabul bersama teman temanya. Berkat dukungan dan masukan dari teman-temanya kini Aarav lebih terlihat tenang. Ijab kabul yang di berikan kesempatan terakhir pun bisa ia ucapkan dengan jelas dan lantang sehingga kini mereka sudah menjadi pasangan suami istri.


Suara sorak soray dari semua tamu hadirin yang mereka semua juga ikut merasakan ketegangan. Ruangan pun langsung riuh dengan ucapan-ucapan sukur dan doa.


Broookkk....


Aaaahhh... Suara riuh ucapan syukur tiba-tiba berubah menjadi jeritan, panik dari para pengunjung ketika Aarav justru langsung pingsan dan terjatuh kelantai.