
Jam delapan Rio dan Aarav mulai meninggalkan rumah sakit, memang hari ini pekerjaan lumayan banyak makanya mereka baru bisa pulang ketika cahaya matahari sudah berganti, dengan kegelapnya malam.
"Rav kita mampir ke Club X dulu yah, barusan Arzen wa mereka ngajak kumpel, kebetulan Clovis baru datang di Jakarta, biasa dia mau tlaktir minum." Rio memberitahukan agenda selanjutnya.
"Ok bos!" jawab Aarav singkat, udah lama juga mereka nggak kumpul.
Disebuah Diskotek terbesar diJakarta Rio dan teman-teman sedang berkumpul, mereka adalah, Rio, Aarav, Arzen, Clovis dan Chandra. Mereka berteman dari kecil, sampai sekarang mereka sudah menjadi pengusaha dan pekerja, tetapi masih menjadi persahabatan itu dengan harmonis.
Segala cobaan sudah banyak menguji persahabatan mereka. Namun karna kekompakan setiap anggota, akhirnya mereka bisa menyelesaiakan perselisihan itu dan kembali menjalin komunikasi yang baik.
"Gimana hubungan loe dengan Emly?" tanya Clovis mengingat Rio bucin abis kalo sudah bersama kekasihnya. sampai-sampai setiap temanya memberi info yang dilakukan Emly dibelakang Rio, dia tidak percaya dan menganggap temannya hanya iri.
"Ya gue rasa kalian pasti udah tau kelakuan buruk Emly dibelakang gue," jawab Rio dengan muka lesu. Rio datang ke Club hanya ingin minum sampai mabuk, dan tertidur dengan pulas sehingga beban dia sedikit berkurang. Sebenarnya Rio adalah seorang Dokter, dan dia mengindari minuman keras, tetapi untuk malam ini, ia ingin melanggar perinsifnya. Banyaknya fikiran mengenai hubungan percintaan, membuat ia kalah dengan perinsifnya untuk tidak menyentuh alkohol.
"Loe udah kasih bukti Rav? tanya Arzen ke Aarav. Arzen tau bahwa Rio sedang galau dan nggak ingin membahas masalah ini, makanya teman-temanya membiarkan dia minum agar bebanya sedikit berkurang .
"Udah, Rio udah percaya kalo Emly selama ini menjalin kasih dengan beberapa cowok lain dibelakang dia. Makanya bos galau, kaya begini sekarang." Jawab Aarav sambil melirik kearah Rio.
"Lagian dari dulu juga kita udah peringatin, bahwa hubungan dia dan Emly nggak bakal bertahan lama, Rio terlalu cinta sampe-sampe, diselingkuhin berulang kali masih ajah nggak nyadar." Chandra ikut nimbrung, gemaz dengan sifat keras kepala Rio .
"Yah begitulah dia kalo udah cinta, bucinya nggak ada lawan.Terus rencana kedepanya gimana Rav?" tanya Clovis .
Sedang rio udah teler dari tadi dan tidur dengan tenang.
"Rencana Rio bilang barusan, mungkin untuk sementara dia akan pura" tidak tau, dan membiarkan Emly menikmati perannya sampe bukti-bukti lebih banyak lagi. Baru ketika Emly ke Indonesia dia akan bongkar perselingkuhannya dan mengahiri pertunangan mereka." tutur Aarav membeberkan rencana Rio yang disampaikan padanya.
Saat ini Emly sedang ada diSingapura, Emly berdalih ada kerjaan disana, dan akan kembali ke Indonesia ketika kerjaan sudah selesai.
"Kalo gue mah gampang buat cari bukti tentang Emly, loe tau kan gue tinggal di Singapur juga. Jadi urusan Emly nanti anak buah gue bisa ambil alih," jawab Clovis, dia memang lebih sering tinggal di Negri singa, dibanding tinggal di Indonesia. Selain keluarganya yang sudah menetap disana, Clovis juga membantu bisnis keluarganya. Di Indonesia Clovis juga adalah pemilik beberapa Bar dan Diskotek besar sehingga dia juga beberapa kali masih mengunjungi Indonesia untuk mengecek usahanya.
"Nah iya juga yah kan loe tinggal di Singapura jadi bnyak kenal dengan orang sana, makin mudah buat ngawasin Emly, so urusan mata-matain Emly gue serahkan ke lu Clo. Gue yakin kerjaan lo akan lebih memuaskan." usul Aarav dengan senyum mengembang diwajhnya.
"Akhirnya kerjaan gue sedikit berkurang," batin Aarav.
Tanpa terasa mereka bernostalgia sampe jam menunjukan pukul tiga pagi.
Rio dari pertama datang langsung teler dan tidur dengan nyaman.
Sedangkan teman-temannya menghabiskan malam dengan bercerita dan ditemani musik yang menggema dengan wanita malam.
terutama Clovis sang Casanova kelas atas, ia mempunyai libido yang tinggi sehingga selalu menuntaskanya dengan ditemani wanita penghibur. Apalagi bisnis keluarganya dilingkungan yang selalu mendukung ditemani wanita-wanita malam, sehingga dia sudah bisa dengan dunia gelapnya.
Begitupun temannya selalu menganggap biasa, karna bagi mereka yang penting mau sama mau.
Aarav membawa Rio pulang, kerumahnya, menginggat besok pagi Bosnya ada praktek pagi.
***Jangan biarkan hatimu berlarut-larut dalam kesedihan atas masa lalu, atau kamu tidak akan pernah siap untuk menghadapi apa yang terjadi.- Ali bin Abi Thalib- ***
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah ❤