
Dirumah Dokter Rio..
Semenjak Ody pergi dari rumah Rio, sebenarnya ada rasa bersalah dihati Rio, bagaimanapun Ody adalah Istrinya, seharusnya ia lindungi atau setidaknya biarkan Ody tetap tinggal dirumahnya.
Namun, yang terjadi Ody dibiarkan pergi dari rumahnya, karna keegoisa Rio kini Ody entah tinggal dimana, Rio tidak mengetahuinya,dan membuatnya cemas memikirkan nasib Ody malam ini.
"Apa dia sudah dapat tempat tinggal," batin Rio mulai mencemaskan Ody .
Padahal kemarin dia sangat senang ketika Ody keluar dari rumahnya, tapi kenapa sekarang ia kefikiran terus, sampai Rio tidak bisa tidur, karna memikirkan Ody akan tinggal dimana.
Sedang Ody yang tengah Rio fikirkan, sampai membuatnya tidak bisa tidur. Ody dirumah dokter Intan tengah pulas tertidur sembari memeluk guling. Kebiasaanya adalah tidur memeluk guling.
Dalam hati Rio pengin mencari Ody diluar sana, tapi ia juga nggak tau Ody ada dimana, andai ia tau keberadaan ody, pasti akan Rio jemput. Biar sajah nanti ada yang bilang karma. Yang jelas Rio sekarang merasa sangat bersalah, karna membiarkan Ody keluar dari rumahnya.
Saking cemas memikirkan Ody, Rio baru bisa tertidur menjelang Subuh, Itu pun tidak bisa tidur dengan pulas, karna dipagi hari Rio merasakan sakit yang luar biasa dikepalanya.
Rio terbangun karna merasakan sakit kepala yang tiba-tiba menyerangnya.
"Mbok,...." Rio memanggil Mbok karti.
Mbok Karti yang sedang menyiapkan sarapan kaget mendengar panggilan dari arah kamar Rio..
"Iya tuan, ada yang bisa Mbok bantu." jawab mbok Karti dengan napas terseggal, karna jalan terburu-buru.
"Mbok, coba tolong ambilkan obat pereda sakit kepala diP3K. Kepalaku tiba-tiba sakit, badan juga aga nggak enak nih." jawab Rio dengan badan masih meringkuk di tempat tidur .
Mbok karti langsung pergi ke dapur untuk mencari obat yang Rio maksud.
"Mungkin ini efek dari semalam ga bisa tidur sampai larut malam menghawatirkan Ody, badanku jadi sakit begini." batin Rio.
Setelah meminum obat, Rio kembali tertidur pulas. Aarav yang melihat Rio masih tertidur, bertanya dengan mbok karti, dan mbok Karti menceritakan bahwa tadi Rio tiba-tiba mengeluh sakit kepala.
"Sepertinya sekarang sudah baikan Pa, soalnya tadi Mbok pegang keningnya juga terasa sangat tinggi suhu tubuhnya, tapi barusan Mbok cek udah mendingan." jawab mbok Karti menjelaskan kondisi dokter Rio
"Mudah-mudahan ajah Mbok, hanya kecapean," jawab Aarav singkat.
Merekapun membiarkan Rio istirahat sampai badanya benar-benar membaik .
****
"Gimana hasilnya?" tanya Emly yang baru melihat dokter Zawa membawa tespek hasil pemeriksaanya barusan .
"Dokter zawa menunjukan tespek yang ada garis dua dilayarnya."
Emly yang melihat hasil tespek pun bisa menyimpulkan bahwa dirinya memang hamil.
"Artinya gue hamil," ujar Emly dengan suara lirih dan bergetar, Emly nggak bisa menyembunyikan kekecewaanya.
"Iya kamu hamil, tapi biar lebih yakin kita USG dulu ajah yah," ajak dokter Zawa .
Emly pun mengikuti temanya itu dengan tidak bersemangat .
Dokter Zawa mengoleskan jel diperut mulus Emly, dan menggerak-gerakan alat Usg.
"Kamu Dokter kandungan, Pasti kamu tahu obat atau langkah apa buat menggugurkan kandungan kan?" tanya Emly dengan suara bergetar. Emly sudah putus asa, nggak terbayangkan bahwa ia kini hamil, terlebih anak itu anak Aarav, laki-laki yang Emly benci.
"Astagfirullah Emly, kamu sadar nggak apa yang kamu omongin barusan?" tanya Zawa, yang kaget dengan ucapan Emly .
"Gue bingung Wa, gue ga mau hamil apa lagi dari laki-laki yang gue benci." jawab Emly kali ini dengan suara tangisan yang semakin keras .
Zawa berdiri dari duduknya, dan memeluk Emly, sedang Emly yang merasakan perhatian dari Zawa semakin terisak sedih .
"Menangis lah kalo memang itu bisa membuatmu lebih lega, tapi tolong jangan berfikiran buat menggugurkan Anak ini." nasehat Zawa .
Zawa merasa iba, melihat Emly yang seperti ini, sepanjang mereka berteman baru kali ini Emly menangis sesedih ini .
Setengah jam Emly menangis, sampai akhirnya Ia sudah merasakan kelegaan dihatinya.
"Menurut lo, gue harus gimana?" tanya Emly dengan nada yang sangat pelan.
"Kamu terus terang dengan papih dan mamih kamu, bagaimanapun mereka harus tau kondisi kamu sekarang." usul Zawa, untuk menyelesaikan masalah Emly, kuncinya harus jujur.
"Papih pasti akan marah Wa, apalagi kalo papih tanya siapa laki-laki yang menghamili gue? gue harus jawab apa?" tanya Emly dengan suara putus asa .
"Emly, gue kenal lo nggak baru-baru ini, gue kenal lo udah dari dulu, bahkan gue udah ngelewatin banyak cerita susah bareng sama lo, gue yakin lo bisa lewati semua ujian ini, lo harus yakin sama diri lo." Zawa mencoba memberika semangat buat Emly .
" Percuma Wa, kalo papih tau gue hamil, nanti ujung-ujungnya juga gue yakin, papih bakal minta gue buat gugurin anak ini." Jawab Emly
"Coba dulu, kalo kenyataanya tetap demikian , gue mohon lo tetap pertahanin anak ini, dia juga pengin hidup Em, kalo lo gugurin sama ajah lo jadi pembunuh, kalo kamu nggak mau merawat anak ini, biar gue yang rawat. Gue akan jaga dia dengan baik. sampai nanti kamu siap buat menerimanya sebagai malaikat kecil pemberian Alloh." jawab Zawa memberikan solusi agar Emly tidak berpikiran putus asa.
Emly diam tidak bisa menjawab setiap nasehat dari Dokter Zawa, satu sisi Emly tidak mau ia jadi pembunuh, tapi ia juga nggak menginginkan kehadiran anak ditengah-tengah kehidupanya, apalagi anak ini adalah anak dari Aarav.
"Em,... nggak mungki Alloh mengizinkan satu kehidupan berada dirahim lo, kalo Alloh tidak menyiapkan rencana indah setelah kelahiranya, bisa saja anak ini kelak menjadi penolong dikehidupanmu. Kita nghak pernah tau kedepan rencana Alloh seperti apa, bisa jadi anak ini hadir disaat kita kesusahan. So kamu harus yakin bawa dia adalah kebagiaanmu dimasa datang." ucap Zawa menasehati Emly dengan lembut.
"Gue coba bilang sama papih setelah pulang nanti, tapi lo juga bantu gue yah, kalo nanti papih meminta gue menggugurkan kandungan ini." ucap Emly meminta bantuan Zawa.
" Pasti gue bantu lo, lo telfon gue ajah kalo butuh bantuan apa pun itu .Gue akan dengan senang hati membantu lo."jawab Zawa dengan sedikit lega, karna setidaknya pada akhirnya Emly mau mengikuti saran darinya.
Emly pun sedikit merasa lega, setidaknya ada sahabat yang mau berbagi kesedihan, Emly merasa sedikit lebih tenang.
sementara Zawa menulis resep obat yang akan Emly tebus di Apotik, dan menyarankan agar membeli susu untuk ibu hamil, agar nutrisi calon bayinya terpenuhi dengan baik.
"Ini resep obat yang kamu harus tebus, ada vitamin, obat tambah darah, dan Obat untuk menekan rasa mual, dan jangan lupa beli susu buat calon anak lo, merek dan rasanya bisa loe sesuaikam dengan selera lo," jelas Zawa dengan menunjukan resep obat ke arah Emly .
"Emly pun mengambil kertas yang Zawa berikan, dan Emly pun pamit untuk pulang .
Seharusnya Emly menebus obat diApotik , tapi justru Ia melewati Apotik begitu saja, dan membuang resep obat yang Zawa berikan .
"Gue ga akan meminum semua obat itu, ataupu susu sesuai saran Zawa, biar sajah janin ini nggak dapat vitamin dan nutrisi yang baik. Toh kehadiranya hanya akan merepotkan aku sajah." batin Emly dalam hatinya masih nggal mau menerima kehadiran anak itu.
* * Ketahuilah bahwa harta benda kamu dan anak-anak kamu adalah ujian (bagi kamu) dan sesungguhnya Alloh disisi-Nya pahala yang begitu besar***
# Terimakasih buat yang udah mampir,jangan lupa tinggalkan jejak yah ❤